Tupoksi Guru

Tupoksi Guru 1
Tugas pokok dan fungsi guru ini dilakukan pada tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), dan pada pendidikan formal yang meliputi jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SLB. Simak lebih lanjut untuk informasi yang lebih lengkap

Guru atau pendidik ialah tenaga profesional yang mengemban tugas untuk mengajar, mendidik, membimbing, menilai, melatih dan mengevaluasi hasil belajar peserta didik.

Pada artikel ini, akan dibahas secara rinci terkait tugas pokok dan fungsi guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran pada lembaga sekolah.

Baca juga artikel Hak dan Kewajiban Siswa di Sekolah

Pengertian Tupoksi Guru

Pengertian Tupoksi Guru

Dri Atmaka (2004) berpendapat bahwa guru merupakan orang dewasa yang mempunyai tanggung jawab dalam perkembangan pendidikan anak didik agar dapat mencapai tingkat kedewasaan.

Dalam perkembangan ilmu pendidikan, diperlukan  tenaga keguruan yang professional dan handal untuk mencapai keberhasilan dalam pendidikan.

Guru berperan dalam membangun dan membentuk suatun kepribadian diri peserta didik menjadi seorang yang berguna bagi nusa dan bangsa.

Status guru atau pendidik mempunyai suatu peran dan fungsi yang telah menjadi tanggung jawabnya. Fungsi dan peran guru ini tidak dapat dipisahkan antara satu sama lain.

Guru dapat dikatakan profesional apabila guru mampu menyatukan terkait konsep personality  dan integritas  dengan keahlian yang dimiliki oleh guru atau pendidiktersebut.

Guru atau pendidik dapat disebut sebagai sosok yang teladan dan patut ditiru apabila guru tersebut ingat terkait tupoksi yang sedang diembannya.

Tupoksi guru merupakan keterkaitan antara tugas pokok dan fungsi yang harus dilakukan dan dijalankan oleh guru atau pendidik dalam kegiatan pembelajaran dalam suatu lembaga sekolah.

Dalam sebuah undang-undang yang terkait dengan tata kerja dan organisasi suatu kementerian lembaga/Negara sering kali ditekankan bahwa dalam sebuah organisasi harus  melaksanakan fungsi-fungsi dan menjalankan tugas pokok.

NoTupoksi Guru
1Tupoksi Wali Kelas
2Tupoksi Guru Mapel
3Tupoksi Guru Pembimbing (BK)
4Tupoksi Guru (Secara Umum)
5Kode Etik Pendidik

Tupoksi Wali Kelas

Tupoksi Wali Kelas

Wali kelas ialah pendidik atau guru yang mengemban tugas-tugas yang terkait dengan mata pelajaran yang sedang di pegangnya, akan tetapi mereka juga dibebani oleh tanggung jawab dalam sebuah kegiatan pembelajaran dalam kelas.

Jean & Morris berpendapat bahwa wali kelas merupakan pendidik yang memiliki kesadaran diri untuk mengarahkan peserta didik dalam hal pengalaman dan tingkah laku sehingga akan mebentuk suatu pendidikan.

Pada umumnya, wali kelas bermula dari pendidik yang mempunyai keterampilan dalam merancang suatu program dalam pembelajaran.

Wali kelas juga mampu menata dan melakukan pengelolaan kelas yang nantinya dapat membuat peserta didik dapat  belajar dengan nyaman sehingga dapat mencapai tujuan akhir dari kegiatan pembelajaran.

Adapun tugas pokok dan fungsi wali kelas, antara lain sebagai berikut :

  • Melakukan pengelolaan dalam kelas.
  • Memahami dan mengenal lebih dalam terkait situasi dan kondisi pada kelasnya.
  • Mengatur administrasi dalam kelas yang mencakup :
  • Denah tempat duduk peserta didik,
  • Daftar mata pelajaran dalam kelas,
  • Papan absen peserta didik,
  • Buku rapor,
  • Buku daftar prestasi  peserta didik yang ada dalam kelas.
  • Buku kasus,
  • Buku investaris perlengkapan dalam kelas,
  • Buku peta dalam kelas,
  • Daftar piket kelas,
  • Struktur kelas, dan
  • Tata tertib.
  • Pemberian motivasi dan semangat kepada peserta didik agar nantinya mereka dapat serius dan bersungguh-sungguh mencari ilmu, baik dalam lingkungan sekolah atau lingkungan di luar sekolah.
  • Melakukan pemantapam peserta didik yang ada dalam kelas dalam hal sopan santun, tata krama, dan patuh tata tertib baik dalam lingkungan sekolah atau lingkungan luar sekolah.
  • Mengatasi dan menangani segala gangguan atau hambatan yang mempengaruhi kegiatan belajar dalam kelas atau dalam kegiatan sekolah pada umumnya.
  • Mengarahkan dan membimbing peserta didik agar mengikuti berbagai kegiatan sekolah yang mencakup kegiatan upacara bendera, pertandingan, ceramah, dan kegiatan-kegiatan lainnya.
  • Membimbing dan menuntun peserta didik agar mengikuti kegiatan ekstrakulikuler seperti pengajuan calon pengurus OSIS, acara kelas, pemilihan ketua kelas, dan lain-lain.
  • Wali kelas akan melakukan sebuah kunjungan ke rumah peserta didik atau biasa disebut dengan home visit.
  • Pemberian masukan dan saran kepada peserta didik nya  dalam penentuan terkait kenaikan kelas.
  • Mengisi dan membagikan rapor hasil belajar peserta didik kepada wali siswa.
  • Mengajukan suatu usul ataupun saran kepada atasan terkait peserta didik yang dibimbingnya dalam kelas.
  • Mengarahkan dan menuntun para peserta didik agar lebih peduli terkait lingkungan dan kebersihan yang ada di sekitarnya.
  • Setiap bulan wali kelas akan membuat sebuah laporan tertulis secara rutin.

Wali kelas memiliki tugas utama yaitu menciptakan kelas agar dapat berhasil dan maksimal dalam melakukan fungsi dari kegiatan pembelajaran.

Kriteria yang diharapkan ialah semua peserta didik yang ada dalam kelas akan mendapatkan nilai yang baik dan dapat naik kelas pada akhir tahun.

Tupoksi Guru Mapel

Tupoksi Guru Mapel

Dalam  menjalankan suatu tugas pokok dan fungsi yang terkait dengan kegiatan pembelajaran, umumnya guru hanya mengampu satu jenis mata pelajaran saja.

Jenis mata pelajaran tersebut sesuai dengan kewenangan yang ada pada sertifikat pendidiknya. Selain ini pendidik akan ikut serta dalam kegiatan manajemen sekolah.

Kegiatan tersebut mencakup PSB (penerimaan siswa baru), menyusun perangkat pembelajaran dan kurikulm, UN (ujian nasaional), dan kegiatan sekolah yang lain.

Tugas dan fungsi guru alam melakukan manajeman sekolah secara rinci akan ditentukan oleh lembaga sekola yang digunakan sebagai tempat guru tersebut mengajar.

Pendidik memiliki tanggung jawab kepada kepala sekolah dengan mengemban tugas untuk menjalankan suatu kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efesien.

  • Membuat sebuah perangkat untuk menunjang kegiatan pembelajaran, antara lain sebagai berikut:
  • Membuat RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran)
  • Membuat program mingguan pendidik
  • Menyiapkan KUK(kertas unjuk kerja)
  • Mengumpulkan hasil LKS (lembar kerja siswa)
  • Menyusun program tahunan atau semester.
  • Melakukan proses belajar mengajar.
  • Melakukan perbaikan dan pengayaan.
  • Mengisi daftar hadir peserta didik.
  • Mengumpulkan angka yang digunakan untuk kenaikan pangkat pendidik.

Dalam lembaga sekolah, tanggung jawab utama guru memang menjalankan kegiatan belajar peserta didik, namun guru mata pelajaran juga masih terikat dengan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling.

Peran guru mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling ini sangat diperlukan agar pelayanan bimbingan dan konseling dalam sekolah akan lebih efisien.

Guru mata pelajaran juga memiliki peran yang besar dalam kegiatan bimbingan dan konseling.

Simak juga artikel Catatan Wali Kelas

Tupoksi Guru Pembimbing (BK)

Tupoksi Guru Pembimbing (BK)

Menurut Tohirin, keberadaan bimbingan dan konseling dalam lembaga sekolah dipandang jauhblebih baik daripada bimbingan konseling pada era yang sebelumnya.

Dalam penyelengaraan pelayanan bimbingan dan konseling ini sangat penting dalam membantu tercapainnya tujuan pendidikan yang diharapkan.

Bimbingan konseling memiliki potensi yang mengacu pada pembentukan suatu karakter bangsa  yang juga sesuai dengan cita-cita suatu bangsa.

Dengan demikian, bimbingan dan konseling dianggap sangat penting dalam menciptakan generasi penerus yang  memiliki karakter baik.

Secara umum, konteks tugas dan fungsi guru bimbingan konseling ini ialah habitat yang paling subur, sebab guru bimbingan konseling ini memiliki peran yang maksimal dalam rangka memberi fasilitas kepada peserta didik.

Guru bimbingan konseling (BK) mengarahkan peserta didik  untuk mengembangkan segala kemampuan atau potensi yang dimilikinya secara lebih luas.

Tetapi adanya perbedaan terkait peran guru bimbingan konseling yang melakukan proses pengenalan diri sebagai konteks layanan dengan penyelenggaraan pembelajaran yang bersifat mendidik.

Tugas-tugas yang diampu oleh guru bimbingan konseling ini dimaksudkan agar guru dapat mengetahi terkait tugas-tugasnya dan tanggung jawab dalam menjalankan peran sebagai guru bimbingan konseling.

Adapun tupoksi ( tugas pokok dan fungsi) guru bimbingan konseling, antara lain sebagai berikut:

  • Melaksanakan dan menyusun suatu program bimbingan dan konseling.
  • Melakukan koordinasi dengan wali kelas terkait masalah yang sedang dialami atau dihadapi oleh peserta didik yang kesulitan belajar.
  • Pemberian bimbingan dan layanan kepada peserta didik agar dapat mengembangkan prestasi dalam kegiatan pembelajaran.
  • Memberi pertimbangan dan saran kepada peserta didik untuk mendapatkan gambaran terkait pendidikan lanjutan dan lapangan pekerjaan yang tepat.
  • Melakukan penilaian dalam menjalankan bimbingan konseling.
  • Melakukan analisis dan evaluasi terkait hasil belajar peserta didik.
  • Membuat statistic terkait penilaian dari hasil bimbingan konseling.
  • Membuat laporan terkait pelaksanaan bimbingan konseling (BK).
  • Menjalankan tindak lanjut terkait program bimbingan kobseling.

Tupoksi Guru (Secara Umum)

Tupoksi Guru (Secara Umum)

Tugas pokok ialah tugas yang dianggap paling pokok dalam sebuah organisasi atau jabatan. Tugas pokok ini akan memberikan sebuah gambaran terkait ruang lingkup organisasi atau jabatan tersebut.

Fungsi ialah perwujudan dari tugas pemerintah dalam suatu bidang tertentu yang dilakukan untuk dapat mencapai suatu tujuan pembangunan nasional.

Fungsi juga dapat dikatakan sekelompok kegiatan yang termasuk kedalam jenis yang serupa yang didasarkan pada sifat atau jenis pelaksanaannya.

Sebagai seorang pengajar,guru dianggap mampu memberikan pengetahuan terkait bidang tertentu kepada peserta didik.

Dalam hal ini guru harus sanggup menuntun dan memberikan contoh kepada peserta didik terkait norma  dan aturan yang berlaku dalam lingkungan masyarakat.

Adapun tugas pokok dan fungsi guru secara umum,antara lain sebagai berikut :

  • Menyusun kelengkapan yang akan digunakan dalam mengajar secara baik dan lengkap.
  • Melakukan kegiatan pembelajaran.
  • Melakukan penilaian selama kegiatan belajar, ujian atau ulangan.
  • Menjalankan analisis terkait hasil dari ulangan peserta didik.
  • Melakukan penyusunan dan menjalankan suatu program pengayaan serta perbaikan.
  • Membuat daftar nilai peserta didik.
  • Membimbing peserta didik terkait pengetahuan.
  • Menciptakan alat penunjang pembelajaran atau alat peraga.
  • Mengembangkan sikap peserta didik dalam menghargai suatu karya seni.
  • Mengikuti pengembangan kurikulum serta pemasyarakatan kurikulum.
  • Menjalankan tugas yang telah ditentukan dalam suatu  lembaga sekolah.
  • Mengembangkan sebuah program dalam kegiatan belajar mengajar.
  • Membuat catatan terkait hasil yang diperoleh peserta didik selama melakukan kegiatan pembelajaran.
  • Membuat dan mengisi daftar hadir sebelum memulai kegiatan belajar dalam kelas.

Kode Etik Pendidik

Kode Etik Pendidik

Secara garis besarnya, kode etik dapat dikatakan sebagai norma, nilai, atau aturan yang tertulis yang didalamnya berisi tentang apa yang harus dilakukan dan yang seharusnya tidak dilakukan dalam bidang tertentu.

Sebagai seorang pendidik atau guru, sikap dan prilakunya patut dijadikan contoh oleh para peserta didik dan juga elemen masyarakat.

Sehingga diharapkan, guru dapat mampu mengatur sikapnya dengan baik, baik dalam lingkup pengajar maupun baik dalam lingkup masyarakat umum.

Tujuan kode etik pendidik ialah dalam memposisikan guru yang dipandang sebagai pekerjaan yang terhormat, bermartabat, mulia di masyarakat yang dilindungi oleh undang-undang.

Sedangkan fungsi kode etik pendidik ini ialah suatu prinsip dan nilai moral yang dijadikan sebagai pedoman guru dalam menjalankan tugas dan perannya dalam pelayanan yang professional.

Berikut kode etik prndidik yang harus ada dalam diri setiap pendidik, antara lain :

  1. Memiliki iman dan taqwa kepana Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Berpedoman pada pancasila, undang-undang dasar 1945, dan Negara.
  3. Menjunjung tinggi terkait harkat dan martabat peserta didik yang diajarnya.
  4. Membantu peserta didik dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan mengembangkan diri.
  5. Memiliki sikap yang ilmiah serta menjunjung tinggi dalam hal ilmu pengetahuan, teknologi,dan seni yang digunakan sebagai wahana dalam pengembangan diri tiap peserta didik.
  6. Mampu meningkatkan dan memelihara mutu organisasi profesi pendidikan.
  7. Taat dan patuh terhadap aturan perundang-undangan serta kedinasan.
  8. Melakukan kerja sama dengan wali siswa serta tokoh dalam masyarakat.
  9. Menjaga keharmonisan komunikasi dan pergaulan serta melakukan kerja sama yang baik dalam pendidikan.
  10. Membuat suasana pembelajaran menjadi lebih kondusif dan efesien.
  11. Mempunyai jiwa kepemimpinan.
  12. Dapat dijadikan teladan dalam hal perilaku.
  13. Berpegang teguh pada ilmu pendidikan dan kebudayaan nasional.
  14. Memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, berprestasi, jujur, dalam bekerja.
  15. Mementingkan tugas pokok dan tugas Negara daripada tugas sampingan.

Sebagai profesi yang dipandang mulia, guru atau pendidik berperan sangat penting dalam pembentukan generasi penerus bangsa yang berprestasi dan unggul dan berpedoman pada pancasila.

Selain menjadi pengajar, guru juga dianggap sebagi teladan bagi para peserta didiknya sebab guru ditetapkan menjadi orang tua kedua bagi para peserta didiknya.

Tugas utama yang wajib dilakukan oleh para tenaga pendidik yaitu mengembangkan suatu ilmu dengan menggunakan berbagai metode yang baru dalam mengajarkan ilmu pendidikan itu sendiri.

Cek juga artikel Level Kognitif

Kesimpulan

Guru atau pendidik dapat disebut sebagai sosok yang teladan dan patut ditiru apabila guru tersebut ingat terkait tupoksi yang sedang diembannya.

Tugas pokok ialah tugas yang dianggap paling pokok dalam sebuah organisasi atau jabatan. Tugas pokok ini akan memberikan sebuah gambaran terkait ruang lingkup organisasi atau jabatan tersebut

Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) ialah suatu tanggung jawab yang dibebankan dan diberikan kepada suatu organisasi untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

Tupoksi biasa dikenal sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain antara tugas pokok dan fungsi.

Dengan adanya tugas pokok dan fungsi guru, diharapkan guru akan mampu menjadi lebih professional dalam bidang yang telah ditentukan.

Sebagai seorang pendidik atau guru, sikap dan perilakunya patut dijadikan contoh oleh para peserta didik dan juga elemen masyarakat.

Sehingga diharapkan, guru dapat mampu mengatur sikapnya dengan baik, baik dalam lingkup pengajar maupun baik dalam lingkup masyarakat umum.

Dalam hal ini kegiatan pembelajaran akan menjadi lebih efektif dan efesien yang nantinya akan membuat peserta didik menjadi nyaman dalam melakukan kegiatan pembelajaran.

Dalam sebuah undang-undang yang terkait dengan tata kerja dan organisasi suatu kementerian lembaga/Negara sering kali ditekankan bahwa dalam sebuah organisasi harus  melaksanakan fungsi-fungsi dan menjalankan tugas pokok.

Yang Banyak Ditanyakan

Apa itu Tupoksi?

Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) ialah suatu tanggung jawab yang dibebankan dan diberikan kepada suatu organisasi untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

Apa Tujuan dari Tupoksi Guru?

Dengan adanya tugas pokok dan fungsi guru, diharapkan guru akan mampu menjadi lebih professional dalam bidang yang telah ditentukan.

Penutup

Demikian artikel terkait tupoksi (tugas pokok dan fungsi) guru. Dan diharapkan dalam mengemban amanah guru dapat selalu menjunjung tinggi terkait nilai-nilai etika keprofesian.

Sehingga tanggung jawab yang dipikulnya akan berjalan sesuai dengan undang-undang profesi guru yang tertuang dalam UU.RI. NO.14 tahun 2005.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan tau bahwa menjadi guru bukanlah pekerjaan yang mudah, akan tetapi guru dibebani oleh tanggung jawab yang besar dalam hal keilmuan.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Pengertian Pendekatan Saintifik
Read More

Pendekatan Saintifik

Pendekatan adalah suatu kegiatan dasar yang mengispirasi, dan melatar belakangi terkait tentang model pembelajaran yang akan diterapkan dengan…
Level Kognitif
Read More

Level Kognitif

Level kognitif adalah sebuah cara untuk menjabarkan kemampuan siswa dalam beberapa level. Simak lebih lanjut untuk informasi lebih…
Minat Belajar
Read More

Minat Belajar

Dalam diri manusia pasti melakukan sebuah interaksi dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Apabila sesuatu tersebut dianggap menarik…