Seni Kriya

Seni Kriya
Karya seni kriya dalam kehidupan manusia digunakan sebagai salah satu sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup. Baca lebih lanjut untuk mengetahui informasi lebih lengkapnya

Seni ini mempunyai ciri khas tersendiri yang didasari oleh sifat estetis sesuai apa yang diharapkan dan diinginkan oleh manusia tersebut.

Yang mempengaruhi dalam pembuatan karya seni kriya ini salah satunya adalah faktor lingkungan dan faktor dari alam.

Untuk lebih jelasnya mengenai karya seni kriya ini simak penjelasan lebih rinci di bawah ini.

Pengertian Seni Kriya

Pengertian Seni Kriya
Kriya berasal dari bahasa sanskerta krya yang dapat diartikan sebagai mengerjakan. Secara etimologi kriya merupakan sebuah kegiatan yang bersifat kreatif dalam menciptakan benda ataupun objek tertentu.

Tidak hanya itu, benda hasil dari kreatif ini pun dapat disebut dengan seni kriya.

Seni kriya merupakan salah satu cabang seni rupa yang dapat menghasilkan sebuah kerajinan yang memiliki nilai seni serta membutuhkan keahlian khusus yang tinggi dalam proses pembuatannya.

Seni kriya merupakan salah satu jenis karya seni yang diciptakan dengan menggunakan keterampilan manual atau keterampilan tangan manusia.

Dimana pada karya seni ini akan mengutamakan nilai estetika dan aspek fungsionalnya. Jadi bisa disimpulkan bahwa apapun kerajinan tangan yang yang diciptakan oleh manusia dapat dikatakan sebagai seni kriya.

Selain itu, kerajinan yang dalamnya mengandung nilai estetika juga dapat dikatakan sebagai seni rupa kriya.

Seni kriya dihasilkan dari keahlian dan kreativitas manusia dalam pengolahan bahan mentah  menjadi barang yang mempunyai nilai jual dan nilai guna.

Sejarah Seni Kriya

Sejarah Seni Kriya

Karya adalah seni rupa yang mempunyai akar kuat seperti nilai-nilai tradisi yang memiliki mutu tinggi dan adiluhung.

Terutama pada zaman klasik yang seni kriya nya dianggap sebuah media seni utama pada Nusantara.

Kriya zaman klasik

Dalam seni kriya pada zaman klasik ini, para  kryawan Keraton membuat sebuah karya seni secara teliti dan membuat konsep seni yang bernilai  tinggi, sehingga menghasilkan produk karya seni yang di spesialkan.

Pada zaman klasik ini juga terdapat pola ciri yang bersifat  metafisis yaitu mengandung nilai-nilai yang bersifat spiritual, religius dan berbau magis.

Dalam penciptaan sebuah karya seni kriya merupakan seni murni yang diagung-agungkan pada zaman klasik tersebut.

Contoh-contoh produk atau karya yang dihasilkan pada zaman klasik antara lain senjata, ukiran kayu, topeng wayang, dan perhiasan emas.

Zaman Madya (islam)

Dewasa ini penggunaan seni kriya mulai bergeser ke nilai gunanya. Awalnya terdapat nilai religius dan magis pada seni ini, namun  akan hilang sebab pengaruh Islam.

Akan tetapi nilai spiritual dan tradisi yang terdapat pada seni ini tetap diagungkan. Berdasar hasil karya seni kriya ini umumnya masih sama seperti benda-benda yang dihasilkan pada zaman klasik.

Zaman Modern

Pada zaman modern atau biasa disebut era kolonial Belanda, seni kriya bergeser kepada benda yang dipakai sehari-hari.

Selain itu,  nilai artistiknya dipandang sebelah mata. Sehingga pada zaman ini pengaruh asing mulai mengalahkan seni kriya, maka seni lukis yang dijadikan media utama pada masa itu.

Jenis Seni Kriya berdasarkan Bahan

NoJenis Seni Kriya berdasarkan Bahan
1Seni Kriya Batu
2Seni Kriya Tekstil
3Seni Kriya Kayu
4Seni Kriya Keramik
5Seni Kriya Kulit
6Seni Kriya Logam

Jenis seni kriya yang berdasarkan pada bahan ini dibagi menjadi beberapa jenis antara lain sebagai berikut :

1. Seni Kriya Batu

Seni kriya batu

Batu juga merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan dalam penciptaan karya seni kriya.

Karya seni yang dihasilkan dengan menggunakan bahan batu yaitu patung dan arca. Cara yang digunakan ialah batu-batu tersebut nantinya akan diukir dan dipahat oleh para seniman.

Kerajinan seni rupa kriya yang  menggunakan bahan batu ini sering dijumpai dan ditemukan pada tempat-tempat di Indonesia

2. Seni Kriya Tekstil

Seni Kriya Tekstil

Tekstil dapat disebut karya yang berbahan dasar kain. Pada seni kriya tekstil ini mempunyai cakupan yang luas, sebab karya seni ini mencakup beberapa jenis kain yang nantinya akan digunakan sebagai suatu karya kriya tekstil.

Cara memproduksi kain ini dapat menggunakan cara ditenun, diikat ataupun cara-cara yang lain.

 Pada dasarnya kain yang dibuat dari serat yang dipilin ini mampu menghasilkan benang panjang yang dapat dirajut dan ditenun, sehingga akan menghasilkan bahan berupa kain.

Pada seni kriya tekstil ini semuanya telah terukur, baik itu dari segi ketebalan, jumlah serat, variasi rajutan, ataupun kadar pilihan dalam proses produksi.

Pada karya seni tekstil dapat dilihat dari ragam hias, teknik, jenis, dan bahan yang dipilih. Sehingga jenis kriya tekstil ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu karya batik dan juga karya tenun.

Contoh seni rupa kriya tekstil ini yaitu kain batik, kain tenun, baju adat, dan lain-lain.

3. Seni Kriya Kayu

Seni Kriya Kayu

Pada seni kriya kayu ini bahan dasar yang digunakan adalah berasal dari kayu yang sering kali diolah menggunakan teknik pahat atau ukir.

Pada seni kriya kayu ini pembuatan benda-benda yang mempunyai nilai fungsional tinggi ataupun hiasan yang memanfaatkan bahan dasar dari kayu akan memiliki harga jual tinggi.

Produk yang dihasilkan dari seni kriya kayu ini adalah mebel, ukiran pintu, topeng dan lain-lain

4. Seni Kriya Keramik

Seni Kriya Keramik

Seni keramik yang dimaksud ini ialah tanah liat yang nantinya akan dipanaskan dan biasanya diberi lapisan yang memiliki tekstur mengkilap.

Benda yang dibentuk pada seni kriya keramik ini beragam, namun tetap menyesuaikan bentuk yang nantinya akan diolah seperti teknik lempeng, pijit, pilin, dan juga teknik cetak.

 Apabila keramik ini telah selesai dibentuk mulai dari kegiatan pengeringan dan pembakaran yang memerlukan suhu tertentu, biasanya keramik ini bisa langsung diberikan hiasan.

Hal ini disebabkan karena keramik diciptakan untuk penghias dalam benda atau dapat dikatakan benda siap pakai yang mempunyai ragam macam dan bentuk.

Contoh Karya Kriya keramik yang dihasilkan ini seperti piring, vas bunga, gelas dan lain sebagainya.

Daerah penghasil keramik yang terkenal di nusantara yaitu Purwokerto, Cirebon, Yogyakarta,  dan kota Malang

5. Seni Kriya Kulit

Seni Kriya Kulit

Kriya kulit ini menggunakan kulit binatang sebagai bahan kerajinan tangan yang dianggap tertua sebelum manusia dapat membuat kain sendiri.

Kulit yang digunakan pada kriya kulit ini pun beragam seperti kulit kerbau, kulit ular, kulit buaya, kulit sapi, kulit kambing, dan lain-lain.

Tetapi sebelum kulit ini digunakan alangkah baiknya kulit harus mengalami pengolahan yang panjang terlebih dahulu.

Seperti pemisahan dari daging beserta kulitnya, kemudian pembersihan dan pencucian dan juga proses pewarnaan, penggunaan  zat-zat kimia tertentu lalu dilanjutkan dengan kegiatan pengeringan dan penghalusan agar tidak mengkerut.

Apabila setelah melalui proses tersebut kulit dapat langsung dipotong sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.

Hasil karya kriya kulit ini dapat berupa pakaian atau jaket, dompet, tempat HP, alat musik rebana, dan lain-lain.

Contoh karya seni kriya kulit ini seperti wayang, gesper, dompet, dan lain-lain.

Daerah penghasil karya kulit yang terkenal antara lain kota Yogyakarta, kota Bali, dan juga Garut.

6. Seni Kriya Logam

Seni Kriya Logam

Pada seni kriya logam ini bahan utamanya ialah logam yang memiliki tekstur keras sehingga teknik yang digunakannya seperti mencairkan dan mencetak logam tersebut.

Ada dua teknik dalam pembuatan karya seni logam yaitu teknik bivalve dan teknik a cire perdue.

Teknik bivalve atau  sering disebut teknik setangkap ini merupakan cara  memproduksi dengan  memanfaatkan cetakan yang ditangkupkan pada sebuah cetakan logam.

Kemudian  setelah dingin, cetakan tersebut akan dibuka dan menghasilkan sebuah cetakan yang sesuai dengan  apa yang  diharapkan.

Sedangkan teknik a cire perdua atau biasa disebut dengan cetak lilin merupakan teknik dengan membuat bentuk benda dari bahan lilin yang sesuai dengan  keinginan.

Apabila telah membuat model, maka cetakan model lilin pun langsung ditutup dengan tanah halus  diberi lubang dari atas dan bawahnya.

Kemudian cetakan tersebut dibakar, nantinya lilin yang sebelumnya dibungkus tanah cair dan akar yang keluar melalui lubang bagian bawah, maka teknik selanjutnya ialah memasukkan cairan perunggu pada lubang bagian atas.

 Apabila sudah dingin cetakan tersebut dapat langsung dipecah dan keluarlah benda yang diinginkan dan dibentuk sebelumnya.

Karya yang dihasilkan pada ini yaitu patung miniatur peralatan makan perhiasan dan lain-lain.

Teknik pada Seni Kriya

NoTeknik pada Seni Kriya
1Kriya Ukir/Pahat
2Kriya Tenun
3Kriya Batik
4Kriya Anyam
5Kriya Rajut
6Kriya Teknik Khas

Setelah memahami pengertian dan jenis seni kriya, berikut teknik-teknik yang digunakan dalam memproduksi seni kriya, antara lain :

1. Kriya Ukir/Pahat

Kriya Ukir/Pahat

Salah satu seni kriya yang menggunakan ukir atau bahan ini ialah mengukir yang membentuk bahan dengan menggunakan alat jungkir yang sesuai dengan bahan yang diperlukan sehingga Teknik ini diterapkan pada bahan batu dan kayu.

Teknik ini menggunakan erosi pada beberapa bagian yang akan di dan biasanya digunakan untuk membuat patung atau topeng ,terkadang teknik pahat ini juga memerlukan bahan keras untuk memproduksi dan menghasilkan daya tahan benda-benda dan meningkatkan harga jual yang diinginkan.

Dalam proses memahat ini tentu memerlukan alat pahat sesuai dengan yang dibutuhkan seperti memahat batu dan kayu.

Beberapa jenis alat pahat yaitu:

  • Bor mesin
  • Pahat Lengkung atau Penguku
  • Pengot
  • Pahat V
  • Pahat lurus, dll

2. Kriya Tenun

Kriya Tenun

Menenun merupakan sebuah kegiatan membuat kain yang disusun dari benang dan menggunakan cara yang tradisional atau masih manual jarak ini dengan menyilangkan dua jajaran benang yang saling tegak lurus sehingga benang tersebut dapat digunakan untuk menenun

3. Kriya Batik

 Kriya Batik

Batik pastinya sudah tidak asing  terdengar di lingkungan masyarakat.  Batik adalah karya seni menggambar pada permukaan kain

Pembuatan batik ini dengan cara menutup kain menggunakan malam atau lilin pada bagian-bagian tertentu.

Sehingga apabila kain tersebut dicelup untuk proses pewarnaan, bagian yang telah tertutupi malam tersebut akan menimbulkan motif yang diinginkan dan yang telah diatur sebelumnya menggunakan lilin.

Terdapat beberapa teknik dalam proses pembuatan batik seperti teknik menulis, melukis, dan juga teknik perangko.

Teknik batik tulis merupakan teknik yang sedang marak digunakan oleh para pengrajin batik di Indonesia.

Bukan hanya dijumpai di wilayah Jawa namun juga banyak ditemukan di pulau Sulawesi, Kalimantan, Sumatera dan juga Bali.

Selain itu dapat pula disebutkan bahwa masing-masing daerah mempunyai batik khas daerahnya masing-masing.

Hal ini akan membuat pola kain batik beragam dan berbeda pada setiap daerah, sehingga pola batik umumnya dapat mengubah karakter kehidupan masyarakat setempat

4. Kriya Anyam

 Kriya Anyam

Teknik kriya anyam ini juga menggunakan teknik menganyam hingga menciptakan sebuah pola.

Pada seni menganyam ini merupakan kegiatan  mengatur lembaran-lembaran secara tindih-menindih atau saling menyilang.

Bahan yang digunakan pada penciptaan seni kriya anyam ini seperti plastik, daun pandan, rotan, janur dan bahan yang lentur lainnya

5. Kriya Rajut

 Kriya Rajut

Merajut salah satu teknik membuat kain atau busana yang terbuat dari benang rajut dengan menggunakan teknik silang menyilang dari sehelai benang, sehingga membentuk motif yang  diinginkan dan dapat membentuk sebuah helaian Kain

6. Kriya Teknik Khas

Kriya Teknik Khas

Pada kriya teknik khas  ini dapat menggunakan origami, paper craft, paper quilting dan teknik-teknik seni lainnya.

Sebagian seniman karya seni murni ini akan mengembangkan teknik khas yang mereka hasilkan dalam memproduksi sebuah karya yang original dan berbeda dengan karya seni yang lainnya.

Fungsi Seni Kriya

NoFungsi Seni Kriya
1Benda Terapan
2Hiasan (Dekoratif)
3Benda Mainan

Ada beberapa fungsi dari karya seni kriya yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut :

1. Benda Terapan

Benda Terapan

Fungsi seni kriya sebagai benda terapan ialah karya ini lebih menitikberatkan kepada fungsi penggunaannya daripada nilai-nilai estetika yang terkandung didalamnya.

Pada dasarnya seni kriya terapan ini dapat digunakan dengan nyaman tanpa meniadakan unsur keindahannya.

Contoh-contoh karya seni jenis terapan ini meliputi lemari hias, keramik, tempat tidur kayu, kursi kayu, dan lain-lain

2. Hiasan (Dekoratif)

Hiasan (Dekoratif)

Fungsi seni kriya dimanfaatkan sebagai hiasan karena seni ini mengutamakan pada nilai estetik dan keindahan yang dihasilkannya.

 Terdapat banyak sekali produk kerajinan hasil tangan atau manual yang digunakan sebagai hiasan dekorasi ruangan ataupun pajangan- pajangan.

Seni kriya sebagai hiasan ini seni lebih mengedepankan unsur estetika sehingga akan memperindah suatu ruangan.

Contoh karya seni yang dihasilkan pada seni kriya sebagai hiasan ini ialah seni ukir, tembikar, benda cinderamata, patung, hiasan dinding, dan lain-lain.

3. Benda Mainan

Benda Mainan

Seni kriya difungsikan sebagai benda mainan sehingga harus dapat melakukan interaksi dengan penggunaannya.

Fungsinya sebagai benda mainan juga membuat hiburan bagi siapapun yang sedang membutuhkan.

Seni rupa kriya benda mainan memiliki nilai estetika atau keindahan dan juga terdapat nilai fungsi yang setara.

Kebanyakan pada jenis Kriya mainan ini penampakan bentuk yang sederhana dengan bahan yang relatif mudah didapatkan dan terjangkau.

Contoh seni kriya sebagai benda mainan adalah congklak, kipas, kertas, boneka, dan lain-lain.

Yang Banyak Ditanyakan

Apa Fungsi dari Seni Kriya?

Seni kriya bisa berfungsi sebagai benda terapan, sebagai hiasan (dekoratif) maupun untuk mainan

Apa saja Jenis Seni Kriya?

Seni kriya mempunyai beberapa macam jenis seperti seni kriya batik, anyaman, keramik, logam dan lain- lain.

Kesimpulan

Karya adalah seni rupa yang mempunyai akar kuat seperti nilai-nilai tradisi yang memiliki mutu tinggi dan adiluhung. Sehingga sejarah seni kriya ini dibagi menjadi tiga, yaitu Zaman klasik, zaman madya, dan zaman modern.

Seni kriya merupakan salah satu cabang seni rupa yang dapat menghasilkan sebuah kerajinan yang memiliki nilai seni serta membutuhkan keahlian khusus yang tinggi dalam proses pembuatannya.

Karya seni kriya mempunyai ciri khas tersendiri sebab seni kriya ini ialah karya yang diciptakan oleh manusia dan dan didasari oleh sifat estetika sesuai apa yang diinginkan oleh si pembuat karya.

Seni kriya mempunyai beberapa macam jenis seperti seni kriya batik, anyaman, keramik, logam dan lain- lain.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Seni Budaya
Read More

Seni Budaya

Kata seni budaya tentunya tidak asing lagi didengar. Selain itu seni dan budaya tidak dapat dipisahkan antara satu…
Seni Grafis
Read More

Seni Grafis

Pada dasarnya seni tidak dapat dipisahkan pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Sebab seni juga termasuk pada benda-benda yang dipakai…
Teknik Menggambar Model
Read More

Teknik Menggambar Model

Menggambar merupakan sebuah kegiatan mengungkapkan ide atau gagasan seseorang yang diekspresikan melalui bahasa gambar. Ada beragam teknik supaya…