Penguatan Pendidikan Karakter

Penguatan Pendidikan Karakter
Penguatan pendidikan karakter digunakan sebagai solusi dalam mempersiapkan generasi-generasi yang cermelang 2045 yang mempunyai kecakapan pada pembelajaran abad 21. Untuk memahami lebih lanjut terkait penguatan pendidikan karakter, simak artikel dibawah ini.

Penguatan pendidikan karakter (PPK) ini memiliki peran dalam menumbuhkan para generasi muda yang berkarakter dan generasi yang tangguh.

Dalam penerapannya, PPK menempatkan suatu karakter ini sebagai ruh di indonesia yang sejalan dengan intelektualitas.

Pengertian Penguatan Pendidikan Karakter

Pengertian Penguatan Pendidikan Karakter
Penguatan pendidikan karakter ialah suatu program pendidikan yang ada pada lembaga sekolah yang bertujuan untuk memperkuat karakter peserta didik.

Karakter peserta didik dapat dibentuk melalui etika, estetika (rasa), kinestetik (olah raga), dan juga literasi (olah pikir).

PPK merupakan sebuah penguatan proses pembelajaran dan dianggap sebagai poros dalam dunia pendidikan.

Dalam penguatan pendidikan karakter ini, peserta didik tidak diharuskan agar selalu melakukan kegiatan pembelajaran dalam kelas.

Akan tetapi, model PKK ini akan mendorong peserta didik agar mampu mengembangkan karakter positif yang dimilikinya dengan melalui kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler, ko-kurikuler, dalam binaan pendidik.

Pada umumnya, pendidikan karakter ini telah diimplementasikan pada seluruh lembaga sekolah.

Akan tetapi, dalam penerapannya masih memerlukan berbagai upaya yang nantinya pendidikan karakter ini dapat berjalan secara konsisten pada lembaga sekolah dan menimbulkan dampak positif yang nyata.

Pelaksanaan PPK dilakukan dalam seminggu selama 5-6 hari dalam sekolah. PPK juga bukan merupakan program fullday school.

Program PPK ini mendorong sekolah agar dapat melakukan kerja sama dengan sumber-sumber belajar yang berasal dari luar sekolah.

Misalnya intitusi pendidikan keagamaan, klub olahraga, komunitas sastra, dan lain-lain.

Baca juga artikel Catatan Wali kelas

Latar Belakang Penguatan Pendidikan Karakter

Latar Belakang Penguatan Pendidikan Karakter

Timbulnya penguatan pendidikan karakter ini didasari oleh kesadaran akan tantangan yang akan dihadapi pada masa mendatang yang semakin kompleks dan tidak pasti.

Akan tetapi, dengan melihat banyaknya harapan bagi masa depan suatu bangsa, maka membuat lembaga pendidikan mempersiapkan peserta didik dalam hal keperibadian dan keilmuan.

Bagi kepala sekolah sangat penting dalam pemahaman terkait latar belakang, urgensi, dan konsep Dasar dari penguatan pendidikan karakter ini agar nantinya akan sesuai dengan konteks pendidikan dalam daerahnya masing-masing.

Terdapat tiga kecenderungan yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia, antara lain sebagai berikut :

  1. Berjalannya revolusi industri yang ke-4 dengan terjadinya fenomena kemajuan TIK (teknologi informasi dan komunikasi) dalam revolusi digital era sekarang.
  2. Adanya perubahan terkait peradaban masyarakat dengan adanya sebuah perubahan pada sendi-sendi kehidupan, peradaban, kebudayaan, kemasyarakatan dan juga pendidikan.
  3. Menggalaknya fenomena abad kreatif dengan memposisikan suatu informasi, kreativitas, pengetahuan, inovasi, dan jejaring yang digunakan oleh masyarakat, individu, negara, dan korporasi.

Dari ketiga hal tersebut, telah menimbulkan sebuah tatanan, ukuran, dan kebutuhan yang baru dan berbeda dari era sebelumnya.

PPK bertujuan untuk meningkatkan pendidikan nasional dengan menempatkan pendidikan karakter sebagai jiwa yang penting dengan tetap memperhatikan keberagaman budaya bangsa Indonesia.

Dalam hal inilah adanya peran sentral dunia pendidikan dalam mempersiapkan SDM (sumber daya manusia) yang unggul dan dapat beradaptasi.

Fokus Penting Karakter PPK

NoFokus Penting Karakter PPK
1Religius
2Nasionalisme
3Gotong Royong
4Integritas
5Mandiri

Karakter ialah wujud dari sebuah kebiasaan prilaku baik dalam kehidupan sehari-hari yang mencakup akhlak yang mulia, watak yang terpuji, serta sikap dan budi pekerti yang luhur.

Nilai-nilai karakter yang dijadikan fokus dari kebijakan penguatan pendidikan karakter ialah religius, nasionalisme, gotong royong, kemandirian, dan integritas.

Nilai-nilai tersebut juga didasarkan pada pancasila, yakni GNRM, kearifan lokal dan juga kekuatan moralitas yang diperlukan oleh bangsa Indonesia.

Adapun uraian terkait lima nilai Utama, antara lain sebagai berikut :

1. Religius

Religius

Melihat kata religius, pastinya berkaitan dengan agama. Setiap manusia diharapkan dapat mencerminkan suatu imam terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Mencerminkan imam ini berarti menjalankan ajaran agama yang di anutnya, menghargai setiap perbedaan agama, saling bertoleransi dengan pemeluk agama lain, serta hidup damai dan rukun.

Nilai religius ini dapat timbul dan berkembang dari rumah dan keluarga, terutama peran orang tua yang wajib mengajarkan kepada anak terkait ilmu-ilmu agama dan perilaku baik lainnya.

2. Nasionalisme

Nasionalisme

Nasionalisme diajarkan kepada anak-anak agar dapat menempatkan kepentingan bangsa diatas kepentingan diri sendiri atau pribadi.

Nasionalisme yang dilakukan pada lembaga sekolah seperti rutin melakukan upacara bendera pada hari senin, menyanyikan lagu indonesia raya dan beberapa lagu kebangsaan lainnya.

Dengan demikian, secara tidak langsung pendidik telah menerapkan jiwa nasionalisme dalam diri peserta didik.

Sikap nasionalisme juga dapat diperlihatkan dengan melakukan apresiasi terkait budaya indonesia, rela berkorban, menjaga kekayaan alam, menghormati keragaman suku, bangsa,  dan budaya.

3. Gotong Royong

Gotong Royong

Sejak dini, anak-anak harus diperkenalkan dengan konsep kerja sama dalam penyelesaian suatu masalah.

Mereka juga perlu mengetahui bahwa dengan melakukan gotong royong atau kerja sama akan membuat persoalan jadi mudah dan ringan dalam penyelesaiannya.

Dengan demikian, anak akan memahami juga arti persahabatan dan akan memberikan bantuan dengan ikhlas kepada orang yang membutuhkan.

Gotong royong juga mengajarkan terkait suatu komitmen dalam pengambilan keputusan secara bersama-sama.

4. Integritas

Integritas

Pada integritas ini ialah upaya menjadikan anak-anak agar dapat dipercaya dalam segi perbuatan, perkataan, dan juga pekerjaan.

Integritas mencakup terkait penanaman akan rasa tanggung jawab sebagai warga negara, dan mendorong supaya ikut terlibat aktif dalam lingkup kehidupan sosial.

Perlu ditanamkan pada diri anak bahwa setiap orang harus memiliki sifat yang konsisten dalam melakukan sebuah tindakan dan perkataan yang didasari oleh kebenaran.

5. Mandiri

Mandiri

Sekolah memiliki peranan penting dalam melatih kemandirian peserta didik. Lembaga sekolah juga akan mengajarkan anak agar tidak selalu bergantung pada orang lain.

Selain itu, lembaga sekolah juga akan melatih peserta didik agar belajar memanfaatkan tenaga, waktu, dan juga pikiran dalam mewujudkan impiannya.

Simak juga artikel Visi Misi Sekolah

Tujuan dan Manfaat PPK

Tujuan dan Manfaat PPK

Tujuan dan manfaat dari penguatan pendidikan karakter (PPK)  ini mengarah kepada cita-cita luhur bangsa Indonesia.

Adapun tujuan dan manfaat dari penguatan pendidikan karakter (PPK)  antara lain sebagai berikut :

1. Tujuan PPK

  • Untuk membekali dan menjadikan peserta didik sebagai generasi emas tahun 2045 di Indonesia dalam menghadapi era perubahan dalam masa depan.
  • Untuk meningkatkan pendidikan nasional dengan menempatkan pendidikan karakter sebagai jiwa yang penting dengan tetap memperhatikan keberagaman budaya bangsa Indonesia.
  • Untuk memperkuat kompetensi dan potensi ekosistem dalam dunia pendidikan.

2. Manfaat PPK

  • Memperkuat karakter dalam diri peserta didik dalam mempersiapkan daya saing dalam kompetensi abad 21 yang mencakup : berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta komunikatif.
  • Dalam kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara terintegrasi baik di sekolah atau luar sekolah dengan adanya pengawasan dari pendidik.
  • Penguatan peran kepala sekolah yang memiliki peran sebagai manajer dan guru berperan sebagai inspirator dalam penguatan pendidikan karakter.
  • Revitalisasi komite sekolah yang berperan sebagai partisipasi masyarakat dan gotong royong dalam sekolah.
  • Memperkuat peran keluarga dengan melakukan kebijakan pembelajaran selama lima hari.
  • Sinergi antar pemda, kementrian, lembaga masyarakat, para penggiat dunia pendidikan, dan juga sumber-sumber belajar yang lain.

Dasar Aktivitas PPK

NoDasar Aktivitas PPK
1PPK Berbasis Kelas
2PPK Berbasis Budaya Sekolah
3PPK Berbasis Masyarakat

Pada dasarnya, penguatan pendidikan karakter telah diterapkan oleh sekolah-sekolah. Sebab PPK bukanlah sebuah program, mata pelajaran atau kurikulum  yang baru.

Akan tetapi, PPK merupakan sebuah penguatan proses pembelajaran dan dianggap sebagai poros dalam dunia pendidikan.

Berbagai pengalaman atau praktik dari keteladanan dan perilaku guru, kepala Sekolah, orang tua sebenarnya juga telah dimiliki oleh lembaga sekolah.

Hal ini menyebabkan sekolah menjadi terbiasa dalam pembuatan program dengan anggaran yang telah tersedia.

Dan diperlukan adanya keterlibatan publik dan masyarakat untuk menunjukkan bahwa masyarakat juga mempunyai rasa tanggung jawab pada lembaga pendidikan.

Penguatan pendidikan karakter diimpelementasikan dengan tiga dasar pendekatan, antara lain sebagai berikut :

1. PPK Berbasis Kelas

PPK Berbasis Kelas

PPK berbasis kelas ini diartikan sebagai suatu integrasi dari nilai-nilai karakter dalam kegiatan pembelajaran, metode pembelajaran, pengelolaan kelas, evaluasi pembelajaran, dan pengembangan kurikulum muatan lokal.

2. PPK Berbasis Budaya Sekolah

PPK Berbasis Budaya Sekolah

PPK berbasis budaya sekolah merupakan pembiasaan terkait nilai utama dalam keseharian di sekolah, pembangunan norma, keteladanan antar warga sekolah, dan pengembangan potensi melalui kegiatan literasi.

3. PPK Berbasis Masyarakat

PPK Berbasis Masyarakat

PPK berbasis masyarakat ialah penguatan peran orang tua dan komite sekolah dalam melibatkan potensi lingkungan yang digunakan sebagai sumber belajar.

Dalam hal ini sumber belajar meliputi dukungan dari penggiat seni dan budaya, alumni, tokoh masyarakat, dan sinergi PPK dengan adanya program dalam lingkup akademisi.

Fokus Aktivitas PPK

NoFokus Aktivitas PPK
1Struktur Program
2Struktur Kurikulum
3Struktur Kegiatan

Gerakan penguatan pendidikan karakter ini memiliki titik fokus pada struktur yang telah ada dalam sistem pendidikan nasional. Struktur nya meliputi :

Struktur program, Pada struktur program ini meliputi jenjang dan kelas, penguatan pada kapasitas guru, dan ekosistem lembaga sekolah.

Struktur kurikulum, yang mencakup kegiatan dalam pembentukan karakter yang telah terintegrasi dalam intrakulikuler, ekstrakulikuler, dan juga kokurikuler.

Struktur kegiatan yaitu mencakup berbagai program yang dapat menimbulkan sinergi empat dimensi dalam pengolahan suatu karakter.

Adapun uraian lebih jelas terkait  dari tiga struktur ini antara lain sebagai berikut :

1. Struktur Program

Struktur Program

Dalam struktur program ini mencakup Sekolah Dasar (SD)  kelas I-VI,  dan sekolah menengah pertama (SMP) kelas VII-IX.

Dalam pelaksanaan penguatan pendidikan karakter ini melibatkan ekosistem pendidikan yang ada pada lembaga sekolah.

Dengan adanya pelibatan ekosistem ini akan memperkuat gerakan PKK sehingga tidak dapat terlepas dari nilai karakter yang telah tumbuh dalam ekosistem pendidikan.

Pelaku utama yang berperan dalam penerapan penguatan pendidikan karakter (PPK) ini ialah kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah dan juga para pemengang kebijakan yang lain.

Selain itu, kehadiran orang dewasa dalam dunia pendidikan ialah sebagai guru yang diikuti dan diteladani oleh para peserta didiknya.

Hal demikian juga berlaku bagi semua elemen yang terlibat dalam lembaga pendidikan.

2. Struktur Kurikulum

Struktur Kurikulum

Struktur kurikulum pada penguatan pendidikan karakter ini tidak merubah kurikulum yang telah ada, akan tetapi mengoptimalkan kurikulum pada satuan pendidikan.

Gerakan penguatan pendidikan karakter (PPK)  ini perlu diterapkan dalam satuan pendidikan dengan menggunakan berbagai teknik yang sesuai dengan kerangka kurikulum.

Kerangka kurikulum ini meliputi alokasi waktu minimal yang telah ditentukan pada suatu kerangka dasar dan struktur kurikulum.

Selain itu juga terdapat kegiatan ekstrakulikuler yang telah dikembangkan oleh satuan pendidikan dengan menyesuaikan peminatan dan karakteristik dari peserta didik, serta kebijaksanaan dalam masing-masing satuan pendidikan.

3. Struktur Kegiatan

Struktur Kegiatan

Struktur kegiatan PPK ialah kegiatan yang menyesuaikan dengan dimensi pengolahan pendidikan yang meliputi olah pikir, olah raga, olah rasa, dan juga olah hati.

Sekolah dapat pula memilih terkait dengan struktur kegiatan yang dapat mendorong timbulnya keunggulan, keunikan dan kekhasan suatu lembaga sekolah.

Akan tetapi, pilihan kegiatan PPK ini dapat mendukung terbentuknya branding sekolah yang mencakup kegiatan akademik maupun non akademik (olahraga, ekstrakulikuler, dll).

Kelemahan Pembangunan Karakter

Kelemahan Pembangunan Karakter

Berikut kelemahan pada penguatan pendidikan karakter:

  1. Tidak terpungkiri bahwa terbatasnya keterlibatan masyarakat ialah salah satu kelemahan dalam penumbuhan karakter.
  2. Fakta tentang keterbatasan pendampingan orang tua selama di rumah dalam pembangunan karakter, seperti memberikan kebebasan terkait perilaku menyimpang yang terjadi.
  3. Faktor keteladanan dari orang tua, guru, atau tokoh-tokoh masyarakat tidak tidak dapat digunakan sebagai contoh bagi anak-anak.
  4. Keharmonisan etik, literasi, estetika, kinestetik masih belum optimal sebab lembaga sekolah masih mengutamakan pengetahuan akademi tanpa adanya pendidikan karakter.
  5. Terbatasnya sarana dan prasarana fisik dalam pembelajaran pada lembaga sekolah yang terjadi kesenjangan beragam.

Dengan melihat kelemahan-kelemahan diatas, maka perlu adanya peran aktif dari keluarga, masyarakat dan sekolah dalam membangun karakter pada era digital ini.

Sisi yang Belum Tersentuh pada Penguatan Pendidikan Karakter

Sisi yang Belum Tersentuh pada Penguatan Pendidikan Karakter

Sisi yang belum tersentuh pada PPK ini ialah sisi eksternal dan sisi internal.

Pada aspek internal ialah, belum terlaksana secara optimal terkait keseimbangan dan harmonisasi etik, estetik, literasi dan kinestetik.

Dalam pelaksanaan pendidikan, nampaknya lebih mengutamakan aspek pengetahuan akademik daripada pembangunan karakter dan kolaborasi.

Pada aspek internal yang ditandai dengan kemajuan teknologi yang pesat. Sebaiknya anak-anak juga dibekali keterampilan literasi yang tinggi terutama literasi digital, informasi dan komunikasi.

Kemampuan dalam pemanfaatan informasi ini masih beragam dan pengelolaan informasi yang tidak terbatas.

Anak-anak perlu dibekali dengan kompetensi abad 21 seperti berpikir kritis, komunikatif, kreatif, dan kolaboratif.

Hal demikianlah yang selama ini belum tersentuh dalam pelaksanaan dunia pendidikan.

Cek juga artikel Level Kognitif

Kesimpulan

Penguatan pendidikan karakter ialah suatu program pendidikan yang ada pada lembaga sekolah yang bertujuan untuk memperkuat karakter peserta didik.

Timbulnya penguatan pendidikan karakter ini didasari oleh kesadaran akan tantangan yang akan dihadapi pada masa mendatang yang semakin kompleks dan tidak pasti.

Maka Dalam penerapannya, PPK menempatkan suatu karakter ini sebagai jiwa di indonesia yang sejalan dengan intelektualitas.

Nilai-nilai karakter yang dijadikan fokus dari kebijakan penguatan pendidikan karakter ialah religius, nasionalisme, gotong royong, kemandirian, dan integritas.

Gerakan penguatan pendidikan karakter ini memiliki titik fokus pada struktur yang telah ada dalam sistem pendidikan nasional. Struktur nya meliputi program, kurikulum dan struktur kegiatan.

Pada penerapannya masih memerlukan berbagai upaya yang nantinya pendidikan karakter ini dapat berjalan secara konsisten pada lembaga sekolah dan menimbulkan dampak positif yang nyata.

Dalam kegiatan PPK ini dapat mendukung terbentuknya branding sekolah yang mencakup kegiatan akademik maupun non akademik (olahraga, ekstrakulikuler, dll).

Yang Banyak Ditanyakan

Apa itu Penguatan Pendidikan Karakter?

Penguatan pendidikan karakter ialah suatu program pendidikan yang ada pada lembaga sekolah yang bertujuan untuk memperkuat karakter peserta didik.

Apa Tujuan dari Penguatan Pendidikan Karakter?

PPK bertujuan untuk meningkatkan pendidikan nasional dengan menempatkan pendidikan karakter sebagai jiwa yang penting dengan tetap memperhatikan keberagaman budaya bangsa Indonesia.

Penutup

Demikian artikel terkait penguatan pendidikan karakter yang wajib dipahami oleh tenaga kependidikan.

Uraian ini dapat digunakan sebagai bahan rujukan bagi para pembaca untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *