Pendekatan adalah suatu kegiatan dasar yang mengispirasi, dan melatar belakangi terkait tentang model pembelajaran yang akan diterapkan dengan teori tertentu. Simak artikel ini untuk penjelasan lebih lengkapnya

Salah satu pendekatan yang akan dibahas ialah pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik merupakan pembelajaran secara aktif yang berfokus pada peserta didik.

Peserta didik ini akan secara aktif dalam kegiatan mengkontruksi suatu hukum, prinsip dan Konsep-konsep dengan melalui berbagai tahap.

Pengertian Pendekatan Saintifik

Pengertian Pendekatan Saintifik
Pendekatan saintifik ialah perancangan kegiatan pembelajaran dengan matang agar peserta didik dapat tergerak aktif dalam pengkontruksian konsep, hukum serta prinsip-prinsip.

Kegiatan tersebut akan melalui tahap pengidentifikasian masalah, perumusan masalah, pengajuan suatu hipotesis, pengumpulan data dengan menggunakan berbagai strategi.

Selain itu dapat pula melakukan kegiatan analisis suatu data, dan penarikan kesimpulan serta pengomunikasian beberapa konsep, hukum, dan prinsip yang telah ditemukan oleh peserta didik.

Penerapan pendekatan saintifik dalam kegiatan belajar mengajar adalah pelibatan keterampilan mengamati, menjelaskan, mengukur, mengklasifikasikan dan menyimpulkan.

Pendekatan saintifik ini bertujuan agar peserta didik dapat memahami dan mengenal berbagai materi dengan menggunakan suatu pendekatan Ilmiah.

Sebab, suatu informasi dapat diperoleh dari mana saja, dan tidak selalu bergantung pada informasi yang disampaikan oleh pendidik.

Oleh sebab itu, maka diharapkan dapat memotivasi dan mendorong peserta didik dalam kegiatan mencari pengetahuan dari bermacam-macam sumber.

Kegiatan ini dapat dilakukan juga melalui obesrvasi dan tidak hanya sekedar diberi informasi oleh pendidik saja.

Pendekatan saintifik juga memerlukan keterampilan ilmu sains yang nantinya digunakan untuk mengkontruksi suatu konsep-konsep, hukum, serta prinsip.

Menurut Para Ahli

Adapun pengertian pendekatan saintifik menurut para ahli, antara lain sebagai berikut :

1. Hosnan (2014)

Pendekatan saintifik merupakan suatu kegiatan belajar yang telah dirancang agar peserta didik dapat terlibat secara aktif dalam pengkontruksian Konsep-konsep.

2. Rusman (2015)

Pendekatan saintifik ialah pendekatan belajar yang memberi peluang kepada peserta didik nya dalam melakukan kegiatan elaborasi terkait dengan materi yang sedang dibahas.

Selain itu, pendekatan ini juga memberi kesempatan pengaktualisasian kemampuan melalui proses belajar yang telah direncanakan oleh pendidik.

3. Karar dan Yenice (2012)

Pendekatan saintifik ialah kegiatan belajar secara aktif dalam pengkontruksian konsep, hukum dan prinsip.

4. Daryanto (2014:51)

Pendekatan saintifik ialah perancangan kegiatan belajar dengan sedemikian rupa sehingga peserta didik dapat mengkontruksi secara aktif terkait konsep, hukum dan prinsip-prinsip.

5. Majid (2014: 193)

Majid menyebut bahwa pendekatan saintifik ialah pendekatan yang bertujuan untuk memberi pemahaman kepada peserta didik dalam proses pemahaman materi dengan menggunakan suatu pendekatan ilmiah.

Informasi yang akan didapat ini tidak hanya bergantung pada informasi yang disajikan oleh pendidik, namun informasi berasal dari berbagai sumber dan kapan saja bisa diperoleh.

Dari pengertian beberapa para ahli di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pendekatan pembelajaran saintifik ialah pembelajaran secara aktif yang berfokus pada peserta didik.

Peserta didik ini akan secara aktif dalam kegiatan mengkontruksi suatu hukum, prinsip dan Konsep-konsep dengan melalui berbagai tahap.

Tahap ini diantaranya adalah kegiatan pengamatan, perumusan masalah, pengajuan atau perumusan hipotesis (dugaan sementara), dan pengumpulan data dengan menggunakan berbagai strategi.

Selain itu dapat pula melakukan kegiatan penganalisisan data, dan penarikan suatu kesimpulan dan pengomunikasian konsep, dan hukum-hukum yang telah ditemukan sebelumnya.

Baca juga artikel Pendekatan Pembelajaran

Tujuan Pendekatan Saintifik

Tujuan Pendekatan Saintifik

Kegiatan pembelajaran mencakup sikap, pengetahuan serta keterampilan.

Sikap ini terkait adanya subtansi pada materi ajar agar peserta didik dapat mengetahui tentang materi ajar tersebut.

Adapun tujuan dari pendekatan saintifik bagi pembelajaran, antara lain :

  1. Untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan peserta didik dan khusus nya kemampuan pola pikir peserta didik yang tinggi.
  2. Untuk melatih peserta didik dalam kegiatan penyelesaian masalah secara sistematis.
  3. Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan peserta didik merasa bahwa belajar Merupakan sebuah kebutuhan.
  4. Untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal dan baik.
  5. Untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pengutaraan ide-ide nya terutama pada penulisan artikel ilmiah.
  6. Pengembangan karakter yang ada pada diri peserta didik.

Karakteristik Pendekatan Saintifik

Karakteristik Pendekatan Saintifik

Pendekatan saintifik mempunyai beberapa karakteristik, diantaranya sebagai berikut :

  1. Kegiatan belajar akan berorientasi kepada peserta didik.
  2. Memerlukan keterampilan ilmu sains yang nantinya digunakan untuk mengkontruksi suatu Konsep-konsep, hukum, serta prinsip.
  3. Melibatkan kegiatan kognitif yang digunakan untuk memancing peserta didik dalam pengembangan intelektual, terutama dalam kemampuan berpikir yang lebih tinggi.
  4. Pengembangan karakter dan perilaku peserta didik.

Komponen Pendekatan Saintifik

Komponen Pendekatan Saintifik

Terdapat beberapa komponen yang terdapat di dalam pendekatan saintifik, diantaranya:

  1. Kegiatan pembelajaran berfokus dan berpusat kepada peserta didik sebagai faktor utama.
  2. Penciptaan konsep pada diri peserta didik melalui kegiatan pembelajaran.
  3. Proses pembelajaran dengan pendekatan ini akan mendorong peserta didik dalam memahami suatu konsep, hukum, serta prinsip.
  4. Dapat meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik melalui kegiatan belajar dengan menggunakan pendekatan saintifik.
  5. Dapat memotivasi dan mengembangkan semangat belajar peserta didik dan memberi semangat kepada pendidik dalam kegiatan belajar mengajar.
  6. Meningkatkan keaktifan peserta didik dalam mengekspresikan pendapat nya.

Langkah-Langkah atau Sintaks Pendekatan Saintifik

NoLangkah-Langkah atau Sintaks Pendekatan Saintifik
1Mengamati (Observasi)
2Bertanya (Menanya)
3Mengumpulkan Data atau Informasi
4Mengolah Data (Mengasosiasikan Informasi)
5Menarik Kesimpulan dan Presentasi

Adapun langkah-langkah yang ada dalam penerapan pendekatan saintifik ini antara lain sebagai berikut :

1. Mengamati (Observasi)

Mengamati (Observasi)

Pada langkah mengamati atau observasi ini menitikberatkan pada makna pada kegiatan pembelajaran (meaningfull learning).

Dalam kegiatan mengamati ini, sangat berguna dalam memecahkan rasa ingin tahu peserta didik terhadap suatu materi, sehingga kegiatan belajar akan mempunyai makna yang tinggi.

Dengan dilakukan langkah mengamati ini, peserta didik akan dapat dengan mudah terkait fakta-fakta antara keterkaitan objek yang sedang di analisis dengan materi yang disampaikan oleh pendidik.

Adapun langkah-langkah yang ada dalam kegiatan mengamati (observasi) antara lain sebagai berikut :

  • Penentuan terlebih dahulu terkait objek apa yang nantinya akan digunakan sebagai bahan pengamatan atau yang akan diamati.
  • Pembuatan pedoman atau panduan pengamatan dengan menyesuaikan lingkup objek yang nantinya akan di amati.
  • Penentuan dengan jelas terkait informasi atau data-data yang nantinya akan diperlukan dalam kegiatan mengamati, baik itu sekunder ataupun primer.
  • Penentuan letak dimana nantinya tempat objek tersebut akan di amati.
  • Penentuan secara gamblang terkait proses mengamati yang dilaksanakan dalam pengumpulan data agar kegiatan mengamati berlangsung dengan lancar dan mudah.
  • Penentuan cara dan kegiatan mencatat terkait hasil dari kegiatan mengamati oleh peserta didik.

Kegiatan mencatat ini dapat menggunakan media buku catatan, vidio perekam, tape recorder, kamera ataupun alat/media yang lain.

Dalam kegiatan pengamatan ini, pendidik harus dapat mengamati betul mengenai bentuk keterlibatan peserta didik dalam melaksanakan kegiatan pengamatan.

Adapun bentuk pengamatan nya antara lain sebagai berikut :

#1. Pengamatan Biasa (Common Observation)

Pada pengamatan biasa ini, kegiatan belajar berpusat pada peserta didik sebagai subjek yang melakukan pengamatan.

Dalam hal ini, peserta didik tidak perlu melibatkan diri dengan suatu objek yang sedang diamati.

#2. Pengematan Terkendali (Controlled Observation)

Pada pengamatan terkendali ini objek yang sedang diamati harus diposisikan pada situasi yang khusus.

Sebab, pada pengamatan terkendali ini memuat nilai-nilai eksperimen atas objek yang sedang diamati.

#3. Pengamatan Partispatif (Participant Observation)

Pengamatan partisipatif ini justru peserta didik akan melibatkan dirinya secara aktif dan langsung dengan suatu objek yang sedang diamatinya.

Pada dasar nya pengamatan seperti ini sangat marak dilakukan dalam kegiatan penelitian antropologi.

2. Bertanya (Menanya)

Bertanya (Menanya)

Kegiatan bertanya ini diharapkan dapat timbul dalam diri peserta didik pada kurikulum 2013.

Proses pembelajaran dengan langkah bertanya ini dilaksanakan dengan cara pengajuan pertanyaan-pertanyaan seputar informasi yang sebelumnya belum di pahami oleh peserta didik.

Hal ini dimaksudkan agar peserta didik dapat memperoleh informasi sebagai tambahan mengenai apa yang diamati oleh peserta didik.

Adapun fungsi bertanya antara lain sebagai berikut :

  • Meningkatkan rasa keingintahuan dan antusias peserta didik serta minat peserta didik terhadap suatu topik pembelajaran.
  • Memotivasi dan menginspirasi peserta didik untuk terlibat aktif dalam kegiatan belajar dan pengembangan pertanyaan untuk dirinya sendiri.
  • Mengungkapkan kesulitan peserta didik dan mencari solusi terkait kesulitan tersebut.
  • Mengatur tugas-tugas dan pemberian peluang peserta didik dalam menunjukkan keterampilan dan pemahamannya terkait pembelajaran yang telah disampaikan.
  • Menimbulkan keterampilan berbicara dan pengajuan pertanyaan yang dilakukan oleh peserta didik.
  • Mendorong peserta didik agar aktif dalam kegiatan berdiskusi dan saling bertukar pikiran atau ide-ide.
  • Mengembangkan sikap saling terbuka dan saling toleransi dalam kegiatan berkelompok.

Adapun kriteria pertanyaan-pertanyaan yang baik, antara lain sebagai berikut :

  1. Pertanyaan singkat dan jelas
  2. Pertanyaan yang menginspirasi suatu jawaban
  3. Pertanyaan yang mempunyai fokus.
  4. Pertanyaan yang bersifat divergen ataupun probing.
  5. Pertanyaan yang bersifat penguatan atau validatif.
  6. Pertanyaan yang memberi peluang kepada peserta didik nya untuk melakukan kegiatan berpikir ulang.
  7. Pertanyaan yang dapat merangsang atau memancing peningkatan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh peserta didik.
  8. Pertanyaan yang merangsang dan memancing suatu interaksi antar sesama peserta didik.

3. Mengumpulkan Data atau Informasi

Mengumpulkan Data atau Informasi

Kegiatan pengumpulan informasi atau data-data ini ialah kegiatan tindak lanjut dari langkah bertanya atau menanya.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara pengumpulan data dan penggalian informasi melalui berbagai sumber yang di lakukan oleh para peserta didik.

Peserta didik dapat menjalankan cara seperti membaca dari beberapa sumber, mengamati fenomena dan objek dengan lebih cermat dan teliti.

Selain itu peserta didik juga dapat melakukan kegiatan percobaan atau eksperimen.

4. Mengolah Data (Mengasosiasikan Informasi)

Mengolah Data (Mengasosiasikan Informasi)

Kurikulum 2013 dianut dalam kegiatan mengolah informasi yang diperoleh dari kegiatan penalaran dalam kerangka belajar dengan menggunakan pendekatan ilmiah.

Hal ini diartikan sebagai pengambaran bahwa pendidik beserta peserta didik sedang terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

Penalaran merupakan kegiatan berpikir secara sistematis dan secara logis terkait dengan fakta-fakta yang dapat di amati, sehingga nantinya akan memperoleh pengetahuan dan dapat menarik kesimpulan.

Kegiatan mengasosiasi ini bisa dikatakan sebagai kegiatan menalar dalam konteks pembelajaran pada K13.

Asosiasi dalam pembelajaran merujuk pada pengelompokan berbagai macam ide dan gagasan kemudian akan menjadikannya potongan memori.

Adapun teori S-R yang digunakan antara lain :

#1. Kesiapan (Readiness)

Kesiapan ini berhubungan langsung dengan semangat dan motivasi peserta didik. Kesiapan ini harus ada dalam diri pendidik dan peserta didik nya.

Maka dari itu, semua sumber daya dalam kegiatan pembelajaran akan disiapkan dengan baik dan tepat.

#2. Latihan (Exercise)

Latihan ini merupakan rangkaian kegiatan belajar yang nantinya akan dilaksanakan secara berulang-ulang oleh peserta didik.

#3. Pengaruh (Effect)

Hasil belajar yang telah dilakukan oleh peserta didik ini dapat dirasakan secara langsung di kehidupan sehari-hari nya.

Penerapan pengembangan kegiatan dapat dilaksanakan sebagai berikut :

  1. Penyusunan bahan belajar yang disiapkan sesuai dengan kurikukum yang telah ditetapkan.
  2. Pendidik bertugas untuk memberi pengarahan yang jelas dengan cara simulasi. Pendidik juga tidak selalu menggunakan metode ceramah ataupun metode kuliah.
  3. Bahan belajar telah disusun secara bertahap mulai dari persyaratan yang rendah ke persyaratan yang tinggi.
  4. Kegiatan belajar berfokus pada hasil akhir yang nantinya dapat diamati.
  5. Apabila terjadi kesalahan dalam kegiatan belajar harus segera diperbaiki.
  6. Perlu adanya kegiatan pengulangan serta latihan-latihan. Hal ini dimaksudkan agar terciptanya kebiasaan peserta didik terkait perilaku yang diharapkan.
  7. Penilaian dan pengevaluasian dilakukan berdasarkan perilaku peserta didik yang nyata.
  8. Pendidik akan selalu memperhatikan dan menilai kemajuan tiap peserta didik.

5. Menarik Kesimpulan dan Presentasi

Menarik Kesimpulan dan Presentasi

Pada langkah ini peserta didik mulai mempresentasikan hasil dari pekerjaan nya dan kesimpulan yang telah dibuat kemudian disajikan di depan kelas, baik itu secara individu atau secara berkelompok.

Kemudian pada langkah ini, pendidik akan memberikan umpan balik dengan pemberian masukan dan penguatan materi yang telah di bahas oleh peserta didik.

Pendidik menekankan dan memberikan pelurusan kepada peserta didik agar dapat lebih memahami suatu kejadian secara lebih luas dan lebih dalam lagi.

Pendidik juga berperan sebagai pembimbing dalam menentukan suatu poin penting yang nantinya akan dapat di ambil kesimpulan sebelum kegiatan presentasi di depan kelas itu di mulai.

Simak juga artikel Perangkat Pembelajaran

Penerapan Pendekatan Saintifik

Penerapan Pendekatan Saintifik

Penerapan pendekatan saintifik dalam kegiatan belajar mengajar adalah pelibatan keterampilan mengamati, menjelaskan, mengukur, mengklasifikasikan dan menyimpulkan.

Dalam menjalankan berbagai kegiatan tersebut, pendidik sangat diperlukan untuk membantu kesulitan-kesulitan yang sedang dialami oleh peserta didik.

Namun, bantuan yang diberikan oleh pendidik akan semakin minim bergantung pada tingkat kedewasaan diri peserta didik dan tingkat kelasnya.

Cek juga artikel Taksonomi Bloom

Kesimpulan

Pendekatan saintifik ialah pendekatan belajar yang memberi peluang kepada peserta didik nya dalam melakukan kegiatan elaborasi terkait dengan materi yang sedang dibahas.

Selain itu, pendekatan ini juga memberi kesempatan pengaktualisasian kemampuan melalui proses belajar yang telah direncanakan oleh pendidik.

Pada umumnya, penerapan pendekatan saintifik memiliki tujuan Untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan peserta didik dan khusus nya kemampuan pola pikir peserta didik yang tinggi.

Selain itu untuk melatih peserta didik dalam kegiatan penyelesaian masalah secara sistematis.

Namun dalam pendekatan ini lebih menekankan pada analisisnya bukan hanya untuk sekedar penemuan solusi.

Hal ini dimaksudkan agar peserta didik bukan hanya dapat mengatasi masalah menggunakan hapalan materi akan tetapi juga menyelesaikan masalah dengan menggunakan akal.

Yang Banyak Ditanyakan

Apa itu Pendekatan Saintifik?

Pendekatan saintifik merupakan pembelajaran secara aktif yang berfokus pada peserta didik.

Apa manfaat dari Pendekatan Saintifik?

Pendekatan Saintifik dapat melatih peserta didik dalam kegiatan penyelesaian masalah secara sistematis.

Bagaimana penerapan Pendekatan Saintifik?

Pendidik akan membantu peserta didik dalam kegiatan belajar seperti pelibatan keterampilan mengamati, menjelaskan, mengukur, mengklasifikasikan dan menyimpulkan.

Penutup

Demikian artikel terkait pendekatan saintifik yang diterapkan pada sekolah-sekolah. Diharapkan pendidik lebih cermat dan teliti dalam penerapan pendekatan dan model pembelajaran.

Sebab kegiatan belajar yang menarik dan menyenangkan akan berdampak baik pada hasil belajar dan potensi peserta didik.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Metodologi Penelitian
Read More

Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian bermanfaat untuk pemetaan pekerjaan penelitian secara menyeluruh untuk mencapai hasil dan tujuan yang diharapkan. Baca lebih…
Taksonomi Bloom
Read More

Taksonomi Bloom

Dalam pendidikan, taksonomi ini dimanfaatkan dalam pengklasifikasian suatu tujuan pendidikan. Salah satunya adalah Taksonomi Bloom. Simak penjelasannya dalam…
Pendekatan Pembelajaran
Read More

Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan pembelajaran sangat penting digunakan dalam setiap kegiatan belajar mengajar dalam lingkup sekolah. Silakan baca lebih lanjut untuk…
Level Kognitif
Read More

Level Kognitif

Level kognitif adalah sebuah cara untuk menjabarkan kemampuan siswa dalam beberapa level. Simak lebih lanjut untuk informasi lebih…
Landasan Teori
Read More

Landasan Teori

Landasan teori diperlukan dalam kegiatan penelitian. Baca lebih lanjut untuk mengetahui informasi lebih lengkapnya Pada saat akan menyusun…
Pengertian Pembelajaran Abad 21
Read More

Pembelajaran Abad 21

Pembelajaran abad 21 merupakan kegiatan pembelajaran yang digunakan dalam mempersiapkan pendidik untuk menjadi generasi abad 21. Simak untuk…