Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran sangat penting digunakan dalam setiap kegiatan belajar mengajar dalam lingkup sekolah. Silakan baca lebih lanjut untuk mengetahui informasi lengkapnya.

Pendekatan pembelajaran dapat membantu untuk menilai dan mengevaluasi hasil dari kegiatan belajar yang telah dilakukan oleh peserta didik.

Selain itu juga sebagai analisis terkait beberapa masalah-masalah yang terjadi pada saat berlangsungnya kegiatan belajar.

Untuk lebih jelasnya mengenai pendekatan pembelajaran, simak penjelasannya lebih lanjut dibawah ini.

Pengertian Pendekatan Pembelajaran

Pengertian Pendekatan Pembelajaran

Kata ‘pendekatan’ dalam bahasa inggris ‘approach’ dapat diartikan sebagai tindakan mendekati.

Sedangkan kata ‘pembelajaran’ dalam bahasa inggris ‘instruction’ yang memiliki arti pengajaran atau kegiatan pembelajaran.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran ialah suatu cara untuk mendeskripsikan kerangka umum dari sebuah skenario yang akan digunakan oleh pendidik.

Skenario pembelajaran ini digunakan oleh pendidik untuk mengajarkan materi kepada peserta didik agar dapat mencapai tujuan pembelajaran yang baik.

Pendekatan Pembelajaran merupakan suatu prinsip atau ide dalam memandang dan menentukan kegiatan pembelajaran.

Terdapat dua kategori dalam pendekatan pembelajaran, antara lain :

1. Pendekatan pembelajaran berpusat pada peserta didik (student centered approach).

Pendekatan yang berorientasi kepada peserta didik merupakan pendekatan yang dilakukan oleh pendidik dengan pemberian kesempatan kepada peserta didik untuk berperan dan terlibat aktif dalam sebuah kegiatan pembelajaran.

2. Pendekatan pembelajaran berfokus pada pendidik (teacher centered approach).

Pada pendekatan yang berpusat pada pendidik ini ialah pendidik sebagai pusat atau subjek utama dalam kegiatan belajar mengajar.

Pendekatan Pembelajaran Menurut Para Ahli

Untuk penjelasan lebih mendalam, berikut pendekatan pembelajaran menurut ahli :

1. Rahmawati (2011)

Pendekatan pembelajaran merupakan strategi yang akan diambil dan selanjutnya digunakan dan diterapkan oleh pendidik dalam melakukan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.

2. Gulo (2013)

Pendekatan pembelajaran ialah sudut pandang dalam mengamati dan memandang suatu masalah yang terjadi dalam kegiatan belajar mengajar.

Sudut pandang yang dimaksud ini adalah mendeskripsikan pola pikir serta sikap yang dimiliki oleh peserta didik dalam penyelesaian masalah yang ada dalam proses belajar.

3. Sanjaya (2013)

Pendekatan pembelajaran merupakan sudut pandang atau tolak ukur dalam memandang kegiatan pembelajaran.

4. Wati (2010)

Pendekatan Pembelajaran ialah titik tolak pendidik terhadap kegiatan belajar yang mengacu pada pandangannya yang terkait proses pembelajaran.

5. Nuryani (2002)

Pendekatan pembelajaran ialah pendekatan yang lebih menitikberatkan pada teknik perencanaan, sedangkan model lebih memfokuskan pada strategi dalam pelaksanaannya.

Perencanaan satu pendekatan untuk setiap satu pelajaran akan menggunakan beberapa model untuk menunjang kegiatan pembelajaran.

6. Syaiful (2003)

Pendekatan pembelajaran ialah penilaian pendidik terhadap peserta didik dalam penentuan sikap yang diharapkan dapat memecahkan suatu persoalan.

Diharapkan pula dapat mengelola kelas agar menjadi lebih nyaman dan kegiatan belajar nya menjadi lebih menyenangkan.

7. Wahjoedi (1999)

Pendekatan pembelajaran ialah cara dan strategi dalam mengelola dalam proses belajar dan mendorong peserta didik untuk terlibat dan berperan aktif dalam proses pembelajaran.

Dengan hal tersebut, peserta didik akan mendapatkan prestasi belajar secara optimal dan maksimal.

Cek juga artikel Pendekatan Saintifik

Ciri-ciri Pendekatan Pelajaran

Ciri-ciri Pendekatan Pelajaran

Seperti yang dipaparkan pada pengertian diatas, pendekatan pembelajaran memiliki beberapa ciri-ciri, diantaranya:

  1. Sebuah filosofi atau landasan.
  2. Merupakan sebuah sudut pandang.
  3. Gagasan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
  4. Kegiatan untuk menyampaikan pembelajaran.

Tujuan dan Manfaat

Tujuan dan Manfaat

Pendekatan pembelajaran disusun untuk memudahkan kegiatan belajar pendidik maupun peserta didik.

Berikut tujuan dan manfaat pendekatan pembelajaran:

  1. Untuk menilai dan mengevaluasi hasil dari kegiatan belajar yang telah dilakukan oleh peserta didik.
  2. Pedoman dalam penyusunan tahap-tahap dalam model pembelajaran yang nantinya akan diterapkan.
  3. Penunjukkan garis rujukan dalam rancangan belajar.
  4. Analisis terkait beberapa masalah-masalah yang terjadi pada saat berlangsungnya kegiatan belajar.
  5. Membantu kegiatan penilaian hasil pengembangan yang telah dikerjakan oleh peserta didik.

Simak Juga Taksonomi Bloom

Macam Macam Pendekatan Pembelajaran

NoMacam Macam Pendekatan Pembelajaran
1Pendekatan Konsep
2Pendekatan Saintifik
3Pendekatan Realistik
4Pendekatan Sains, Teknologi dan Masyarakat (STM)
5Pendekatan Kontekstual
6Pendekatan Konstruktivisme
7Pendekatan Deduktif
8Pendekatan Induktif
9Pendekatan Open–Ended
10Pendekatan Proses

Adapun macam-macam pendekatan pembelajaran, antara lain sebagai berikut :

1. Pendekatan Konsep

Pendekatan Konsep

Pendekatan konsep ialah pendekatan yang menuntun peserta didik agar dapat dengan mudah dalam memahami materi tertentu terkait pemahamannya terhadap konsep yang ada di dalamnya.

Pendekatan konsep ini memiliki tujuan agar tidak terdapat adanya suatu kesalahan dalam konsep pada pemahaman peserta didik.

Konsep ini dapat dikatakan sebagai struktur mental yang diperoleh dari pengalaman ataupun pengamatan.

Jadi pendekatan konsep ini diartikan sebagai pendekatan yang menyajikan konsep tetapi tidak memberi peluang kepada peserta didik untuk memahami dan menghayati terkait konsep yang telah didapatkan.

Adapun langkah-langkah dalam pendekatan konsep, disebut juga tahap enektik yang mencakup:

NoPendekatan Konsep
1Pengenalan benda konkret
2Mengkaitkan antara pengalaman lama dengan pengalaman baru
3Pengamatan benda baru yang disertai dengan tafsiran.
4Tahap simbolik
5Lambang, simbol, kode yang meliputi huruf, angka, dan lain-lain.
6Pembandingan contoh dan non contoh yang dapat dimengerti oleh peserta didik.
7Pemberian nama dan istilah, disertai dengan suatu definisi.
8Tahap ikonik

Peserta didik akan disuguhi oleh penguasaan konsep secara abstrak, seperti halnya penyebutan istilah, nama dan definisi.

2. Pendekatan Saintifik

Pendekatan Saintifik

Pendekatan saintifik merupakan kegiatan belajar yang telah dirancang agar peserta didik lebih aktif dalam mengkontruksi konsep, prinsip atau hukum.

Adapun Langkah-langkah dalam pendekatan saintifik, antara lain :

  1. Mengamati,
  2. Bertanya,
  3. Pengumpulan informasi dan eksperimen,
  4. Mengasosilisasikan,
  5. Mengkomunikasikan

3. Pendekatan Realistik

Pendekatan Realistik

Pendekatan realistik merupakan mendekatkan peserta didik kepada hal-hal yang bersifat nyata.

Pada pendekatan ini, peserta didik akan terlibat aktif dalam pemecahan masalah baik itu secara berkelompok maupun individu.

Adapun Langkah-langkah dalam pendekatan realistik, antara lain :

#1. Persiapan

Pada tahap persiapan awal ini pendidik mulai melakukan penentuan masalah kontekstual yang sejalan dengan pokok bahasan yang akan diajarkan.

Selain itu pendidik juga akan menyiapkan metode atau contoh yang nantinya akan dibutuhkan dalam kegiatan belajar.

#2. Pembukaan

Pengenalan masalah kontekstual yang dilakukan oleh pendidik dan mengarahkan peserta didik untuk meneyelesaikan suatu masalah kontekstual dengan sendiri.

#3. Kegiatan belajar

Pendidik hanya bertugas untuk memonitor kegiatan peserta didik, baik secara kelompok maupun individu.

Selain itu, pendidik juga akan memberi peluang agar peserta didik menampilkan hasil kerja mereka dan memberi pendapat terkait hasil kerja teman yang lain.

Pendidik juga menuntun peserta didik agar dapat memperoleh teknik dalam penyelesaian masalah.

#4. Penutup

Pendidik akan mengajak peserta didik nya untuk dapat mengambil kesimpulan bersama dan pendidik memberi penguatan atau evaluasi yang berupa tugas rumah.

4. Pendekatan Sains, Teknologi dan Masyarakat (STM)

Pendekatan Sains, Teknologi dan Masyarakat (STM)

Pendekatan STM ialah kegiatan belajar yang memiliki maksud untuk mengetahui, dimana suatu ilmu dapat menciptakan sebuah teknologi yang digunakan untuk perbaikan lingkungan.

Adapun langkah-langkah dalam pendekatan STM antara lain :

  1. Apersepsi (inisiasi, invitasi, dan eksplorasi)
  2. Pembentukan konsep
  3. Pengaplikasian konsep
  4. Pemantapan konsep
  5. Evaluasi

5. Pendekatan Kontekstual

Pendekatan Kontekstual

Ada beberapa ciri-ciri dari pendekatan kontekstual, antara lain :

  1. Kerja sama (collaborating)
  2. Kerja signifikan (Doing significant work)
  3. Memiliki pemikiran yang kritis dan kreatif (Critical and creative thinking)
  4. Pencapaian Standart yang tinggi (Reaching high standard)
  5. Menciptakan hubungan yang penuh makna (Making meaningful connections)
  6. Pemeliharaan pribadi (Nurturing the individual)
  7. Penilaian yang autentik (Using authentic assesment)

Langkah-langkah penerapan pendekatan kontekstual, antara lain :

  1. Pengembangan pikiran, bahwa peserta didik akan belajar sendiri dan mengembangkan keterampilan bertanya pada dirinya sendiri.
  2. Pelaksanaan dan penerapan inkuiry dalam semua topik pembelajaran.
  3. Pengembangan rasa ingin tahu peserta didik dengan kegiatan bertanya.
  4. Penciptaan suasana kelas dan suasana belajar bersama.
  5. Penghadiran model-model yang digunakan sebagai contoh dalam kegiatan pembelajaran.
  6. Kegiatan penilaian yang sebenarnya yang dilakukan dengan bermacam-macam cara.

6. Pendekatan Konstruktivisme

Pendekatan Konstruktivisme

Menurut Abimanyu (2008 : 22), kontruktivisme ialah pendekatan belajar yang percaya bahwa peserta didik akan berperan aktif dalam dalam membangun pengetahuannya sendiri.

Pendekatan kontruktivisme ialah pendekatan belajar yang memfokuskan pada tingkat kreatif peserta didik dalam pengekspresian ide-ide baru.

Ide-ide baru tersebut akan diperlukan untuk mengembangkan diri peserta didik yang di dasarkan pada pengetahuannya.

Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa pendekatan kontruktivisme ini ialah pendidik yang berperan sebagai pembimbing, pengajar dan juga sebagai fasilitator bagi peserta didik nya.

Pendidik akan melatih peserta didik untuk berperan aktif dan diberi kesempatan dalam pengutaraan ide-ide baru yang masih berkaitan dengan materi.

Adapun langkah-langkah dalam pendekatan kontruktivisme, antara lain :

#1. Tahap pertama

Mendorong peserta didik untuk menyampaikan pengetahuan awal mengenai konsep yang akan dipelajari dan dibahas.

Pendidik juga memberikan pertanyaan untuk memancing peserta didik mengenai peristiwa yang seringkali ditemui pada kehidupan sehari-hari.

#2. Tahap kedua

Pendidik memberi kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan kegiatan penyelidikan dan penemuan konsep yang melalui penumpulan.

Selain itu juga kegiatan pengorganisasian dan intepretasi data-data yang telah dirancang seluruhnya oleh pendidik.

#3. Tahap ketiga

Pemberian penjelasan dan solusi yang dilakukan oleh peserta didik berdasarkan pada hasil kegiatan observasi.

Pendidik juga memberi penguatan yang bisa membangun pemahaman baru pada diri peserta didik mengenai konsep yang sedang dibahas dan dipelajari.

#4. Tahap keempat

Penciptaan suasana belajar oleh pendidik agar peserta didik dapat menerapkan pemahaman konseptualnya.

Hal ini bisa dilakukan melalui kegiatan atau pemunculan masalah yang masih berhubungan dengan isu yang ada dalam lingkungan sekitar.

7. Pendekatan Deduktif

Pendekatan Deduktif

Setyosari Berpendapat  bahwa deduktif merupakan proses berpikir berdasarkan pernyataan-pernyataan umum ke dalam hal yang bersifat khusus dengan penggunaan logika.

Pendekatan deduktif merupakan penalaran yang sebelumnya bersifat umum kemudian menjadi penalaran yang bersifat khusus.

Adapun langkah-langkah pendekatan deduktif antara lain :

#1. Tahap pertama

Pemilihan prinsip, konsep, dan aturan yang akan disampaikan yang dilakukan oleh pendidik.

#2. Tahap kedua

Penyajian prinsip dan aturan yang umum beserta definisi dan bukti yang dilakukan oleh pendidik.

#3. Tahap ketiga

Penyajian contoh khusus yang dilakukan oleh pendidik yang bertujuan agar peserta didik dapat menyusun suatu hubungan antara prinsip umum dengan keadaan khusus.

#4. Tahap keempat

Pendidik menyajikan beberapa bukti yang digunakan sebagai penunjang dari suatu kesimpulan dan mengungkapkan bahwa keadaan khusus merupakan gambaran dari keadaan umum.

8. Pendekatan Induktif

Pendekatan Induktif

Pendekatan induktif ialah model pendekatan belajar yang difungsikan dalam penyusunan logika dan penalaran.

Hal ini digunakan untuk membangun sebuah ilmu pengetahuan disertai penjelasan pendapat mengenai ilmu pengetahuan tersebut dari khusus ke umum.

Jadi secara singkat pendekatan induktif ialah kegiatan menalar yang diawali dan dimulai dari keadaan khusus ke keadaan umum.

Biasanya pendekatan induktif diawali dari pemberian kasus, fakta, dan beberapa contoh sebab yang menunjukkan tentang prinsip atau konsep.

Lalu pendidik akan membimbing peserta didik agar dapat menyimpulkan dan menemukan materi dan prinsip dasar tersebut.

Adapun langkah-langkah dalam pendekatan induktif, antara lain :

#1. Tahap pertama

Pemilihan konsep, prinsip dan aturan yang dilakukan oleh pendidik untuk diterapkan pada pendekatan induktif.

#2. Tahap kedua

pemberian contoh khusus yang meliputi prinsip, konsep atau aturan agar peserta didik dapat membuat suatu hipotesis yang ada dalam contoh tersebut.

#3. Tahap ketiga

Pemberian bukti-bukti oleh pendidik yang berupa contoh tambahan yang nantinya digunakan untuk menunjang dan menyangkal sebuah pemikiran tersebut.

#4. Tahap keempat

Penyusunan pertanyaan yang dilakukan oleh pendidik terkait sifat umum yang telah memiliki bukti yang didasarkan pada langkah sebelumnya.

9. Pendekatan Open–Ended

 Pendekatan Open–Ended

Pendekatan open ended ialah pendekatan yang menggunakan masalah yang telah diformulasikan dengan sedemikian rupa.

Sehingga dapat memberi peluang mengenai beberapa jawaban yang menggunakan strategi dan cara masing-masing.

Adapun langkah-langkah dalam pendekatan open ended, antara lain :

#1. Tahap pertama

Pendidik memberi permasalahan terbuka yang menekankan kepada peserta didik bagaimana agar dapat mencapai dan menemukan sebuah solusi.

#2. Tahap kedua

Bimbingan yang dijalankan oleh pendidik kepada peserta didik nya dalam penemuan pola untuk Penyelesaian masalahnya sendiri.

#3. Tahap ketiga

Memberi kesempatan peserta didik dengan pemecahan masalah dengan menggunakan beberapa macam teknik penyelesaian serta jawaban yang bermacam-macam.

#4. Tahap keempat

Pendidik meminta peserta didik untuk menyajikan penjelasan berdasarkan hasil penemuannya.

Kelebihan pendekatan open ended, antara lain :

  1. Peserta didik lebih aktif dalam pengekspresian ide-ide nya.
  2. Dapat mendorong dan melatih peserta didik agar dapat memberi bukti terkait jawaban yang telah diperolehnya.
  3. Peserta didik akan lebih banyak mendapatkan pengalaman, baik dari hasilnya sendiri atau hasil temuan teman-temannya.

Kekurangan Pendekatan Open ended, antara lain :

  1. peserta didik akan mengalami kesulitan dalam mengemukakan suatu permasalahan.
  2. Peserta didik akan kesulitan merespon terkait masalah yang diberikan.

10. Pendekatan Proses

Pendekatan Proses

Pendekatan proses ialah pendekatan yang memberi peluang kepada peserta didik yang berfokus pada bagaimana pelajaran itu diajarkan dan dipelajari.

Dapat dikatakan pendekatan ini lebih mengarah kepada prosesnya. Pendekatan proses ini disebut sebagai kebalikan dari pendekatan konsep.

Baca Juga Artikel Metodologi Penelitian

Kesimpulan

Pendekatan belajar dapat diartikan sebagai suatu sudut pandang dalam kegiatan pembelajaran yang berusaha untuk meningkatkan afektif, kognitif, dan psikomotor peserta didik.

Terdapat dua kategori dalam pendekatan pembelajaran, antara lain :

  1. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered approach).
  2. Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pendidik (teacher centered approach).

Tujuan pendekatan pembelajaran ialah Untuk menilai dan mengevaluasi hasil dari kegiatan belajar yang telah dilakukan oleh peserta didik.

Selain itu juga sebagai Pedoman dalam penyusunan tahap-tahap dalam model pembelajaran yang nantinya akan diterapkan dan Penunjukkan garis rujukan dalam rancangan belajar

Dalam kegiatan belajar mengajar, pendidik pastinya akan menyampaikan bahan pada peserta didik.

Pada bahan yang nantinya akan diajarkan oleh pendidik, pastinya juga memiliki sifat yang beragam, maka dari itu dalam setiap  bahan perlu adanya jenis belajar sendiri.

Yang Banyak Ditanyakan

Apa itu Pendekatan Pembelajaran?

Pendekatan Pembelajaran adalah sebuah skenario pembelajaran yang akan digunakan oleh pendidik agar dapat mencapai target pembelajaran dengan baik

Ada berapa macam Pendekatan Pembelajaran?

Terdapat 10 macam metode pendekatan pembelajaran

Apa manfaat dari Pendekatan Pembelajaran?

Metode ini mampu membantu pendidik untuk menilai dan mengevaluasi hasil dari kegiatan belajar yang telah dilakukan oleh peserta didik.

Penutup

Demikian artikel terkait pendekatan dalam pembelajaran yang harus benar-benar dipahami dan dimengerti oleh pendidik.

Dan pendidik di haruskan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menarik sehingga peserta didik akan lebih termotivasi untuk belajar dan memahami suatu mater pembelajaran.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Tupoksi Guru 1
Read More

Tupoksi Guru

Tugas pokok dan fungsi guru ini dilakukan pada tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), dan pada pendidikan formal…
Metodologi Penelitian
Read More

Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian bermanfaat untuk pemetaan pekerjaan penelitian secara menyeluruh untuk mencapai hasil dan tujuan yang diharapkan. Baca lebih…