Model Pembelajaran STAD

Pengertian Model Pembelajaran STAD

Dalam model pembelajaran STAD ini, siswa dituntut untuk lebih aktif dalam kegiatan belajar dan saling membantu untuk mendapatkan pencapaian yang diinginkan. Berikut penjelasan lengkapnya

Sering kita jumpai dalam suatu proses pembelajaran dalam kelas, bahwa pembelajaran lebih cenderung mengarah pada peran guru yang lebih aktif dibandingkan para siswanya.

Hal ini mengakibatkan sebagian  siswa kurang bisa menonjolkam keaktifannya dalam proses pembelajaran di kelas.

Untuk mengatasi permasalahan dalam hal ini, pemilihan model yang tepat menjadi solusinya. Salah satunya model pembelajaran STAD. 

Dimana pada model pembelajaran ini, siswa dituntut lebih aktif dan akan lebih mudah memahami beberapa konsep sulit.

Pengertian Model STAD (Student Team Achievement Divisions)

Student Team Achievement Divisions (STAD) disebut sebagai model pembelajaran yang paling sederhana.

Model Pembelajaran STAD adalah tipe pembelajaran yang memberikan penekanan pada aktivitas dan interaksi antara pelajar untuk saling memotivasi satu sama lainnya. Juga ditekankan untuk saling membantu dalam penguasaan materi untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Menekankan siswa agar berinteraksi untuk saling membantu dalam penguasaan materi yang diharapkan dapat mencapai suatu hasil yang maksimal.

Menurut Para Ahli:

Para ahli juga memberikan pendapat perihal pengertian dari model pembelajaran STAD ini. Yaitu:

1. Menurut Riyanto (2010 : 267)

Model Pembelajaran STAD merupakan model pembelajaran untuk melatih skill dan keterampilan sosial yang dimiliki oleh siswa.

Model pembelajaran STAD ini dianggap paling mudah oleh sebagian guru. Pembelajaran ini ditandai dengan adanya struktur tugas, penghargaan, serta struktur tujuan.

2. Menurut Trianto (2009: 68)

Model pembelajaran STAD ialah membagi kelompok secara heterogen dengan anggota kelompok yang terdiri dari empat sampai lima siswa berdasarkan  jenis kelamin, suku, dan tingkat prestasi.

Dengan adanya pembagian kelompok tersebut, diharapkan siswa dapat saling berinteraksi sesama anggota kelompoknya.

3. Pendapat Newman dan Artzt (1990:448)

Proses pembelajaran yang melibatkan suatu grup/kelompok dan bekerja sama untuk penyelesaian suatu masalah, serta  mengerjakan tugas untuk mencapai suatu tujuan dalam proses belajar.

4. Pendapat Rachmadiarti (2001)

Berpendapat bahwa Model Pembelajaran STAD merupakan suatu pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran yang lebih menekankan keaktifan siswa dalam membahas suatu materi dalam belajar.

5. Pendapat Asmawati (2011)

Memandang STAD ialah pendekatan pembelajaran yang terdiri dari 4-5 siswa yang menghubungkan keterampilan sosial dengan proses belajar.

Model pembelajaran STAD ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih baik bagi siswa, baik itu dalam belajar berkelompok maupun individu.

Jadi bisa disimpulkan bahwa model pembelajaran STAD ini adalah model pembelajaran yang digunakan guru dengan maksud untuk melibatkan partisipasi siswa dalam menelaah materi yang diwujudkan dalam kegiatan diskusi kelompok.

Catatan:

Pada model pembelajaran STAD ini, keberhasilan dalam suatu kelompok dinilai sangat penting.

Sebab, jika salah satu anggota kelompok memiliki kemampuan yang rendah dalam menerima materi, anggota yang lebih menguasai bisa mengajarkan kepada anggota yang kurang  paham dengan materi yang sedang dipelajari.

Model Pembelajaran Lainnya:

Langkah (Sintaks) Model Pembelajaran STAD (Student Team Achievement Divisions)

Langkah (Sintaks) Model Pembelajaran STAD
NoLangkah/Sintaks Model Pembelajaran
1Presentasi Tujuan dan Motivasi
2Membuat Grup Belajar (Teams)
3Penghargaan Grup
4Poin Penghargaan Individual
5Tes dan Kuis

Model pembelajaran ini digunakan oleh guru untuk memotivasi para siswanya supaya saling bekerja sama tetapi tetap memperhatikan hasil kelompok dan individu. Siswa juga dilatih agar tidak selalu bergantung pada guru.

Untuk model STAD ini pembelajaran sudah tidak lagi berpusat pada guru, melainkan berpusat pada siswanya. Sedangkan peran guru disini adalah sebagai fasilitator.

Berikut sintaks model pembelajaran Stad:

1. Presentasi Tujuan dan Motivasi

Presentasi Tujuan dan Motivasi

Sebelum siswa memulai kegiatan presentasinya, guru akan memberikan materi terlebih dahulu.

Metode yang sering dan umum digunakan guru dalam penyampaian materi ini biasanya menggunakan metode ceramah dan tanya jawab.

Setelah guru selesai memaparkan materi, selanjutnya siswa dipersilakan untuk presentasi bersama anggota kelompoknya.

Pada presentasi model pembelajaran STAD, siswa diharuskan memberikan perhatian penuh selama presentasi berlangsung.

Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat menjawab kuis dan memperoleh skor yang baik, sebab skor tersebut akan mempengaruhi kelompoknya.

Jika skor dalam kelompok mencapai kriteria, maka peluang mendapat penghargaan akan berhasil dicapai.

Peran guru dalam pembelajaran STAD ini ialah sebagai fasilitator. Yaitu guru memberikan fasilitas kepada para siswanya berupa materi ajar, kemudian guru meminta siswa untuk mengkaji dan memahaminya secara mandiri dan bersungguh-sungguh.

Diharapkan dalam model pembelajaran STAD ini, prestasi siswa dalam bidang akademik semakin meningkat serta pengembangan keterampilan yang signifikan.

Penyampaian tujuan pembelajaran STAD ini mendorong dan memberikan motivasi kepada siswa untuk tetap semangat belajar.

2. Membuat Grup Belajar (Teams)

Membuat Grup Belajar

Membuat grup belajar ini diartikan sebagai aktivitas dimana siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Biasanya guru akan membagi 4-5 siswa pada setiap kelompoknya, dengan memprioritaskan jenis kelamin, ras atau etnik.

Fungsi dibentuknya grup belajar ini ialah untuk saling membantu dan meyakinkan bahwa setiap anggota kelompok dapat bekerja sama dengan baik dalam belajar.

Kemampuan siswa dalam memahami materi yang diberikan oleh guru akan sangat mempengaruhi dalam kelompoknya.

Keberhasilan kelompok akan didapatkan apabila anggota dalam kelompok tersebut mampu menguasai materi, menjawab kuis-kuis dan presentasi dengan baik.

Jika guru baru pertama menerapkan model pembelajaran STAD ini, guru perlu menjelaskan, memerintah dan memberikan bantuan kepada siswa agar terlaksananya proses pembelajaran dengan baik menggunakan model pembelajaran STAD ( Student Team Achievement Divisions)

Adapun langkah-langkah yang dilakukan oleh guru, yakni:

  1. Guru memberikan materi yang nantinya akan dipelajari oleh siswa. Sebelum pelajaran, biasanya siswa sudah mencari informasi tentang materi yang akan di bahas.
  2. Meminta siswa untuk berkumpul bersama kelompok yang telah dibagi. Guru memberikan waktu kepada siswanya untuk mencari dan berkumpul bersama kelompoknya.
  3. Guru mengawali proses pembelajaran dengan berdiskusi mengenai materi yang nantinya akan dibahas oleh kelompok. Setelah itu guru memberikan siswa beberapa soal yang harus dijawab dan didiskusikan bersama anggota kelompoknya.
  4. Memberikan lembar tugas masing – masing kelompok. Hal ini selalu dilakukan oleh guru ketika menerapkan model pembelajaran STAD dalam kelas.
  5. Memastikan siswa paham mengenai lembar tugas yang telah dibagikannya. Bukan sekedar dikerjakan bersama anggota kelompoknya, namun diharapkan siswa benar-benar memahami apa yang sedang dipelajarinya.
  6. Mempersilakan siswa untuk berdiskusi bersama anggota kelompoknya masing-masing mengenai tugas yang diberikan oleh guru. Disini kerja sama dalam suatu kelompok sangat diperlukan untuk dapat menyelesaikan tugas dengan baik.
  7. Menekankan kepada siswa bahwa anggota kelompoknya harus benar-benar paham dan yakin akan mendapatkan nilai maksimal pada tahap kuis nanti. Sebab skor yang akan diperoleh setiap individu mempengaruhi hasil kelompok.
  8. Saat kelompok sedang bekerja sama dalam penyelesaian tugas, guru berkeliling untuk memperhatikan kinerja dari setiap kelompok, dan melontarkan pujian kepada kelompok yang bekerja dengan baik dan serius. Guru juga mempersilahkan jika siswanya ingin bertanya perihal materi yang masih belum dimengerti.

Melalui model pembelajaran STAD ini mampu meningkatkan kerja sama antar anggota serta meningkatkan keterampilan siswa dalam hal pemecahan masalah.

Pembagian kelompok yang terdiri dari empat sampai lima siswa yang beragam ini, maka dibutuhkannya interaksi yang baik antar anggota kelompok. Agar peluang keberhasilan dalam menyelesaikan tugas dan mengumpulkan skor lebih besar.

3. Penghargaan Grup

Penghargaan Grup

Penghargaan grup diberikan oleh guru kepada kelompok untuk mengapresiasi atas usaha yang telah dilakukan oleh kelompok selama belajar. Penghargaan akan diterima oleh kelompok yang berhasil memperoleh skor dengan memenuhi kriteria tertentu.

Penghargaan ini biasanya diberikan dalam bentuk sertifikat atau bergantung pada kreativitas guru.

Dengan diberikannya penghargaan ini akan meningkatkan semangat siswa dalam mengembangkan dan mengasah lagi kemampuan dalam belajarnya.

Pada model pembelajaran STAD, Penghargaan lebih mengutamakan kerja sama dari setiap kelompok daripada individunya. Meski begitu, guru tetap mengapresiasi hasil kerja setiap individu.

Berikut kriteria penghargaan kelompok:

NilaiKeterangan
<15Cukup
<20Baik
<25Sangat baik
>25Sempurna

Tahap penghargaan kelompok, yakni :

  • Menghitung skor yang sudah diperoleh tiap individu maupun kelompok. Skor dihitung setelah kelompok menyelesaikan tugasnya.
  • Nilai atau skor individu dihitung berdasarkan nilai dari tes/kuis sebelumnya dan setelahnya. Individu bisa memberi sumbangan skor kepada kelompoknya dan akan mempengaruhi hasil kelompok yang lebih maksimal.

4. Poin Penghargaan Individual (Individual Improvement Scores)

Poin Penghargaan Individual

Pada poin penghargaan individu ini akan memberikan kesempatan kepada setiap  individu agar dapat menggali tingkat kemampuan yang lebih dalam  lagi.

Apabila mengalami peningkatan daripada sebelumnya, siswa akan memperoleh poin dan dapat menyumbangkan poin kepada kelompoknya dalam sistem penilaian STAD.

Dalam sistem poin ini, guru akan melihat sejauh mana pencapaian hasil belajar siswanya. Dan poin penghargaan individual ini merupakan wujud dari kerja siswa, kemudian di sumbangkan kepada kelompoknya.

Dengan poin penghargaan individu inilah yang menambah semangat siswa dalam berlomba-lomba untuk mendapatkan nilai yang maksimal sesuai yang diharapkan.

5. Tes dan Kuis (Quizzes)

Tes dan Kuis

Pada tahap kuis ini, guru mulai mengevaluasi dan mulai memberikan tes kepada masing-masing siswa yang sudah selesai berlatih dalam kelompok. Keberhasilan individu dalam menjalani tes ini akan memberikan dampak baik bagi kesuksesan kelompoknya.

Kuis diadakan setelah siswa belajar dalam suatu kelompok. Dan pada kuis ini siswa tidak boleh bekerja sama dengan siswa lain. Biasanya kuis diadakan di akhir pertemuan.

Dengan adanya tes dan kuis ini, guru akan mengetahui sejauh mana pemahaman siswa dalam mempelajari materi belajar. Maka dari itu, siswa tidak boleh menyontek saat kuis berlangsung.

Dalam kuis ini diharapkan siswa dapat mulai berpikir kritis, cepat dan tepat guna untuk mengasah kemampuan dalam belajar.

Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran STAD (Student Team Achievement Divisions )

Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran STAD

1. Kelebihan

  • Menciptakan rasa kebersamaan dan kerja sama yang maksimal, serta membentuk toleransi yang tinggi antar sesama anggota kelompok. Disisi lain juga dapat menerima perbedaan setiap individu.
  • Siswa akan lebih aktif dalam berdiskusi bersama kelompoknya. Biasanya dalam suatu diskusi kelas, sebagian dari siswa merasa kurang percaya diri. Hal tersebut akan mempengaruhi keaktifan siswa dalam pembelajaran.
  • Mengajarkan siswa untuk menghargai perbedaan pendapat. Jika dalam suatu kelompok saling menerima setiap pendapat yang disampaikan oleh tiap anggota, maka akan terjadi penyelesaian masalah dengan baik dan tidak membutuhkan waktu lama.
  • Mampu bekerja sama demi mencapai tujuan dengan didampingi oleh norma-norma dalam berkelompok. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi pengucilan kepada salah satu anggota kelompok.
  • Siswa tidak selalu bergantung pada guru. Memunculkan keterampilan siswa dalam hal berdiskusi, menambah kepercayaan diri siswa dalam berpikir dan berargumentasi tentang suatu masalah yang sedang dipelajari.
  • Memberi kesempatan kepada siswa untuk lebih leluasa bertanya dan mengutarakan pendapatnya dalam forum kelompok.

Dengan adanya diskusi kelompok ini, siswa mampu terbuka dalam mengeluarkan pendapatnya. Ini menunjukkan bahwa semua siswa mempunyai keterampilan berdiskusi yang baik.

Dengan begitu, tugas kelompok akan lebih cepat selesai. Disamping itu, hasilnya juga akan baik sebab adanya pemikiran-pemikiran yang keluar dari setiap individu.

Norma di dalam kelompokpun sangat berpengaruh terhadap toleransi anggota kelompok yang beragam. Seperti perbedaan jenis kelamin, ras, maupun etnis.

Jadi, dalam proses pembelajaran ini siswa tidak bergantung kepada guru, melainkan mandiri dalam mencari solusi dari permasalahan yang sedang dikerjakan.

2. Kekurangan

  • Tugas tidak akan selesai apabila dalam suatu kelompok belum bisa menyesuaikan diri dengan anggota kelompoknya. Untuk itu, setiap anggota kelompok harus bisa menyesuaikan diri dan menerima perbedaan dalam kelompok.
  • Apabila pemahaman materi tidak sempurna, maka akan jadi kendala dalam penyelesaian tugas. Hal ini kerap menjadi permasalahan, apalagi jika materi yang dipelajarinya lumayan sulit.
  • Memakan waktu lebih lama bagi siswa yang mengakibatkan sulit tercapainya target kurikulum. Jika guru menerapkan pembelajaran STAD, tentu ini menjadi salah satu resiko yang akan diterimanya.
  • Sebagian guru tidak menyukai model pembelajaran ini dikarenakan membutuhkan waktu yang lama. Selain itu tugas guru yang semakin bertambah.

Diskusi kelompok ini dimaksudkan agar terciptanya rasa kebersamaan dan memudahkan untuk berdiskusi sehingga penyelesaian tugas berjalan dengan baik.

Dan jika siswa mengalami kendala dalam memahami materi, mereka bisa bertanya atau meminta penjelasan kepada guru mengenai materi apa yang dirasa sulit.

Sebelum menerapkan model pembelajaran, alangkah baiknya jika guru mempertimbangkan secara tepat agar mudah dalam mencapai target kurikulum, kecuali jika guru bisa memaksimalkan atau mengatur, model pembelajaran STAD ini boleh diterapkan.

Kesimpulan

  • Usaha guru dan pemilihan model pembelajaran merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam proses pembelajaran. Sehingga guru harus pandai – pandai memilih model pembelajaran yang tepat dan efesien.
  • Menurut Slavin (2009), model pembelajaran STAD ialah model belajar bersama dan saling bertukar pendapat untuk mencapai hasil belajar individu maupun kelompok secara maksimal.
  • Model pembelajaran STAD ini sangatlah sederhana dalam pelaksanaannya. Seperti halnya guru memberikan materi kemudian membentuk kelompok untuk berdiskusi tentang materi yang sedang dipelajari.
  • Model pembelajaran STAD (Student Team Achievement Divisions)  ini sangat berguna dalam memantau keaktifan bekerja sama siswa  dan akan memunculkan pemikiran yang kritis dan inovatif.  
  • Peran guru disini adalah memberikan materi kepada siswa dan setelahnya siswa bekerja sama dalam sebuah tim atau kelompok untuk memastikan anggota kelompok telah menguasai materi tersebut dengan baik.

Yang Banyak Ditanyakan

Apakah model Pembelajaran STAD itu?

Model Pembelajaran STAD (Student Team Achievement Divisions) adalah model pembelajaran yang mendorong siswanya untuk aktif membantu satu sama lain untuk memahami materi

Apa Keuntungan Menerapkan Model Pembelajaran STAD?

Siswa menjadi lebih aktif dalam kegiatan belajar dan lebih mudah dalam memahami materi yang diberikan

Apa saja peran guru dalam model pembelajaran STAD ini?

Guru berperan sebagai fasilitator dan motivator serta mengawasi jalannya diskusi dalam kegiatan belajar

Penutup

Dalam penerapan model pembelajaran STAD ini, akan mengubah peran guru yang sebelumnya menjadi pusat keaktifan berubah menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Agar pembelajaran STAD ini berjalan sesuai yang diharapkan oleh guru dan mencapai target kurikulum tepat waktu, maka sudah seharusnya guru membuat perencanaan meteri serta menyusun beberapa konsep yang akan dikembangkan oleh siswa.

Dengan begitu proses pembelajaran akan berjalan dengan lancar dan lebih memudahkan guru untuk mengatur kegiatan belajar mengajar.

Dalam pencapaian standar kompetensi yang diharapkan, maka melalui model pembelajaran STAD (Student Team Achievement Divisions) ini mampu menciptakan siswa yang kreatif, inovatif dan kritis dalam memecahkan suatu pokok permasalahan yang sedang dikaji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Kalau ada sesuatu yang ingin ditanya, silakan tinggalkan komentar atau hubungi melalui Halaman Kontak yang tersedia