Model Pembelajaran Problem Based Learning

Model Pembelajaran Problem Based Learning
Model pembelajaran problem based learning merupakan model pembelajaran yang mengarahkan peserta didik dalam penemuan solusi dari permasalahan yang ada secara mandiri. Berikut penjelasan lengkapnya

Pendidik umumnya menerapkan model pembelajaran ini hanya pada mata pelajaran tertentu yang masih berkaitan dengan kegiatan pemecahan masalah.

Untuk penjelasan lebih dalam, simak artikel berikut.

Pengertian Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)

Pengertian Model Pembelajaran Problem Based Learning
Pengertian model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) adalah model belajar yang lebih menitikberatkan pada pemecahan masalah yang ada pada kehidupan nyata. Kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik antara lain berdiskusi, memberikan umpan balik, dan kerja kelompok.

Dengan adanya kegiatan tersebut, akan mendorong peserta didik untuk lebih terlibat aktif dalam memahami materi dan berpikir kritis.

Model pembelajaran problem based learning memancing peserta didik untuk lebih bersemangat dalam kegiatan belajar.

Dalam suatu kelas yang sedang menerapkan model pembelajaran problem based learning dapat digunakan latihan untuk peserta didik dalam pemecahan masalah pada kehidupan nyata.

Menurut Ahli

Untuk pengertian lebih mendalam terkait model pembelajaran problem based learning (pembelajaran berbasis masalah), berikut pendapat menurut para ahli.

1. Kamdi (2007: 77)

Model pembelajaran problem based learning merupakan kurikulum yang masih berkaitan dengan masalah yang ada di kehidupan nyata.

Masalah ini memiliki dua ciri diantaranya :

  • Permasalahan yang saling berkaitan dengan sosial peserta didik.
  • Permasalahan harus berpacu dengan materi dari kurikulum.

Problem based learning ialah susunan kegiatan belajar dan dalam pengimplikasiannya terdapat beberapa aktivitas yang harus dilaksanakan oleh peserta didik.

Adapun kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik yaitu :

  1. Berpikir kritis,
  2. Berkomunikasi,
  3. Pencarian dan pengolahan data, dan
  4. Menarik kesimpulan.

Kegiatan pembelajaran dalam model pembelajaran problem based learning ini juga mendorong peserta didik dalam penyelesaian masalah.

Permasalahan dalam model pembelajaran ini digunakan sebagai pusat dalam kegiatan belajar.

 Dapat diartikan bahwa apabila tidak ada masalah yang dibahas, maka kegiatan belajar tidak dapat dilaksanakan. Adapun pemecahan masalah ini mengunakan pendekatan ilmiah.

2. Nurhadi (2004: 65)

Model pembelajaran problem based learning merupakan suatu aktivitas interaksi antara lingkungan dengan dua arah belajar.

Dalam lingkup lingkungan peserta didik akan diberi pendapat atau masukan seperti masalah dan bantuan.

Sedangkan hubungan dua arah ini dapat menafsirkan bantuan yang meliputi :

  • Penyelidikan,
  • Penganalisisan,
  • Penilaian, dan
  • Pencarian solusi.

Problem based learning ialah peserta didik yang ditantang agar belajar dan bekerja secara berkelompok dalam pencarian solusi pada masalah di kehidupan nyata.

Masalah ini nantinya akan bermanfaat bagi peserta didik untuk mendorong rasa ingin tahunya terkait pembelajaran yang dilakukan.

3. Finkle and Torp (1995) dalam Aris Shoimin (2014:130)

Model pembelajaran problem based learning merupakan salah satu model belajar untuk mengembangkan sebuah kurikulum dan pengembangan teknik pemecahan masalah serta dasar pendidikan.

Kegiatan ini juga menekan keterampilan peserta didik agar terlibat aktif dalam kegiatan penyelesaian suatu masalah pada pengalaman nyata secara terstruktur.

Sebab antusias dan keaktifan peserta didik akan sangat mempengaruhi keberlangsungan kegiatan belajar dalam suatu kelas.

Apabila peserta didik tidak memiliki minat dan antusias dalam penerapan model pembelajaran berbasis masalah ini, maka kemungkinan besar kegiatan belajar kurang berjalan lancar.

Berdasarkan pengertian yang dipaparkan oleh para ahli diatas mengenai model pembelajaran problem based learning, dapat diambil kesimpulan bahwa model ini akan menghadapkan pada masalah nyata.

Pendidik akan memberikan masalah kepada peserta didik yang sebelumnya telah  memahami sebuah konsep berkaitan dengan masalah yang diberikan oleh pendidik.

Maka dari itu, dalam pemecahan dan penyelesaian suatu permasalahan dibutuhkan pengetahuan baru yang harus dipelajari oleh peserta didik.

Model Pembelajaran Lainnya:

Langkah-Langkah atau Sintaks Model Pembelajaran PBL (berbasis masalah)

NoLangkah-Langkah atau Sintaks Model Pembelajaran PBL
1Konsep Dasar (Basic Concept)
2Pendefinisian Masalah (Defining the Problem)
3Pembelajaran Mandiri (Self Learning)
4Pertukaran Pengetahuan (Exchange Knowledge)
5Penilaian (Assessment)

Langkah yang harus dilakukan dalam pengimplikasian model pembelajaran problem based learning, antara lain sebagai berikut :

1. Konsep Dasar (Basic Concept)

Konsep Dasar (Basic Concept)

Pendidik yang berperan sebagai fasilitator akan memberikan refrensi, petunjuk atau konsep dasar yang dibutuhkan dalam kegiatan belajar.

Kegiatan ini bertujuan agar peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran sehingga dapat mencapai tujuan belajar yang baik.

2. Pendefinisian Masalah (Defining the Problem)

Pendefinisian Masalah (Defining the Problem)

Penyampaian skenario oleh pendidik untuk melaksanakan beberapa kegiatan serta tiap anggota kelompok diharuskan mengutarakan ide-ide, pendapat, dan tanggapan.

3. Pembelajaran Mandiri (Self Learning)

Pembelajaran Mandiri (Self Learning)

Peserta didik akan mulai mencari materi belajarnya secara mandiri melalui berbagai sumber untuk kegiatan menyelesaikan masalah.

Sumber materi dapat berupa :

  • Web,
  • Artikel,
  • Buku penunjang,
  • Dan lain-lain.

Tahapan investigasi ada dua :

  1. Peserta didik akan didorong untuk mencari informasi terkait materi dan meningkatkan pemahamannya terkait masalah yang telah didiskusikan.
  2. Mengumpulkan informasi yang nantinya akan dipresentasikan di kelas serta informasi harus relavan serta mudah dipahami.

4. Pertukaran Pengetahuan (Exchange Knowledge)

Pertukaran Pengetahuan (Exchange Knowledge)

Apabila telah mendapatkan sumber materi, selanjutnya peserta didik akan berdiskusi dan mengklarifikasikan capaian belajar dan menemukan penyelesaian masalah.

Kegiatan ini dilakukan dengan berkumpulnya peserta didik bersama kelompok dan fasilitatornya.

5. Penilaian (Assessment)

Penilaian (Assessment)

Penilaian belajar ini dilakukan dengan cara pemaduan tiga aspek, diantaranya :

  • Pengetahuan (knowledge),
  • Kecakapan (Skill),
  • Sikap (attitude) .

Penilaian ini meliputi :

  •  Kegiatan ujian tengah semester (UTS),
  •  ujian akhir semester (UAS),
  • dokumen,
  • Kuis,
  • Laporan,
  • Pekerjaan Rumah (PR), dan
  • Lain-lain.

Ciri-ciri Model Pembelajaran PBL (Problem Based Learning)

Ciri-ciri Model Pembelajaran PBL

Adapun ciri-ciri yang ada dalam model pembelajaran berbasis masalah, ialah sebagai berikut :

  1. Penerapan model pembelajaran berpusat pada masalah.
  2. Penyajian masalah yang  berhubungan dengan pengalaman  nyata peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Dalam model pembelajaran problem based learning mengajarkan tentang disiplin ilmu.
  4. Tanggung jawab akan diberikan kepada peserta didik secara maksimal dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran secara langsung.
  5. Pembentukan kelompok kecil.
  6. Peserta didik mempresentasikan kinerja hasil belajar mereka.

Berdasarkan hal diatas, diambil simpulan bahwa model pembelajaran berbasis masalah ini diawali dengan pemberian masalah yang nantinya akan dipecahkan oleh peserta didik.

Peserta didik juga dapat meningkatkan kemampuannya mengenai apa yang telah mereka pahami. Dan peserta didik akan termotivasi untuk terlibat aktif dalam proses belajar di kelas.

Karakteristik Model Pembelajaran PBL (Problem Based Learning)

NoKarakteristik Model Pembelajaran PBL
1Learning is student-centered
2Masalah autentik dari fokus pengorganisasian untuk pembelajaran
3Informasi baru diperoleh melalui pembelajaran mandiri
4Learning occurs in small group
5Teachers act as facilitators

Karakteristik yang terdapat dalam pembelajaran PBL antara lain :

1. Learning is Student-centered

Learning is student-centered

Pada model pembelajaran problem based learning ini memfokuskan dan memusatkan peserta didik sebagai sumber dalam kegiatan belajar.

Dengan demikian, peserta didik akan didorong untuk mengembangkan pemikiran yang kritis sehingga dapat menemukan materinya sendiri dan dapat memecahkan persoalan dengan mudah.

2. Masalah Autentik dari Fokus Pengorganisasian Untuk Pembelajaran

Masalah autentik dari fokus pengorganisasian untuk pembelajaran

Peserta didik dihadapkan dengan persoalan/permasalahan yang autentik. Dalam hal ini peserta didik akan lebih mudah dalam pemahaman topik permaslahan yang sedang dihadapi.

Selain itu, peserta didik juga dapat menggunakan kemampuan belajarnya dalam penyelesaian masalah di dunia nyata/kehidupan sehari-hari.

3. Informasi Baru Diperoleh Melalui Pembelajaran Mandiri

Informasi baru diperoleh melalui pembelajaran mandiri

Peserta didik mungkin belum terlalu memahami tentang proses pemecahan masalah yang menyebabkan peserta didik akan bertindak mencari materi sendiri yang menyangkut tentang masalah yang akan dipecahkannya.

Dalam pencarian materi belajar, peserta didik akan mencari informasi dengan sumber buku paket dan lain-lain.

4. Learning Occurs in Small Group

Learning occurs in small group

Problem based learning ini dilakukan dengan membentuk sebuah kelompok atau grup kecil. Yang dimksudkan agar terciptanya interaksi secara ilmiah serta bertukar pendapat dalam kegiatan pengembangan belajar.

Kelompok kecil ini dibuat sesuai pembagian tugas dan pengimplikasian tujuan yang jelas bagi peserta didik.

5. Teachers Act as Facilitators

Teachers act as facilitators

Pendidik dalam penerapan model pembelajaran problem based learning ini akan berperan sebagai fasilitator.

Akan tetapi pendidik akan tetap mengawasi dan mendorong perkembangan peserta didik agar mereka dapat mencapai tujuan belajar yang hendak dicapai.

Tujuan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)

Tujuan Model pembelajaran Problem based learning
  1. Memotivasi dan meningkatkan pengetahuan peserta didik dalam hal mencari solusi atau memecahkan masalah.
  2. Pengembangan keterampilan yang dimiliki oleh tiap peserta didik dan dapat belajar secara efektif dan efisien.
  3. Meningkatkan pola pikir dan pencarian solusi yang dilakukan oleh peserta didik dalam berbagai konteks.
  4. Mempelajari pola pikir yang digunakan untuk mendukung kemampuan belajar peserta didik dalam penyelesaian masalah dalam kehidupan nyata.
  5. Mempelajari kemandirian ini dimaksudkan agar peserta didik dapat mencari materi secara mandiri untuk pemecahan masalah.

Kekurangan & Kelebihan Pembelajaran Problem Based Learning

Kekurangan & Kelebihan Pembelajaran Problem Based Learning

Dalam penerapan model pembelajaran pada sekolah-sekolah pastinya juga memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga perlu di evaluasi sehingga kegiatan belajar mengajar berjalan lancar.

Berikut ini kelebihan dan kekurangan dalam penerapan model pembelajaran berbasis masalah :

1. Kelebihan

  • Mendorong kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah pada kehidupan nyata.
  • Meningkatkan kemampuan dalam pengetahuannya sendiri dalam kegiatan pembelajaran.
  • Kegiatan belajar menitikberatkan pada masalah-masalah sehingga materi yang dipelajari hanya berkaitan dengan masalah yang sedang dibahas.
  • Timbulnya interaksi secara ilmiah yang terjadi melalui sebuah kelompok belajar.
  • Akan membiasakan peserta didik dalam pencarian informasi belajar pada media internet, buku, observasi, wawancara, dan lain-lain.
  • Menimbulkan kemampuan peserta didik dalam hal menilai hasil kinerjanya sendiri.
  • Akan mengatasi kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik dengan adanya kegiatan kerja kelompok.
  • Melatih peserta didik dalam kemampuannya untuk dapat berpikir kritis, mampu menyelesaikan masalah, dan dapat mengembangkan kemampuannya secara mandiri.
  • Memberikan peluang kepada peserta didik dalam penerapan pengetahuan dalam kehidupan nyata.

Kegiatan-kegiatan ini akan memudahkan peserta didik dalam memahami materi yang sedikit sehingga belajar menjadi lebih maksimal.

2. Kekurangan

  • Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan model pembelajaran problem based learning. Karena model ini lebih tepat untuk kegiatan belajar yang berkaitan dengan pemecahan masalah.
  • Akan timbul kesulitan dalam pembagian tugas kepada peserta didik karena dalam suatu kelas tentunya memiliki keragaman yang tinggi.
  • Dalam penerapan model ini, akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai keberhasilan dalam kegiatan belajar.
  • Peserta didik akan merasa enggan apabila mereka tidak memiliki minat terkait pembelajaran yang berfokus pada masalah.

Fase-fase Problem Based Learning

NoFase-fase Problem Based Learning
1Fase 1 (Pengajuan Masalah)
2Fase 2 (Identifikasi Masalah)
3Fase 3 (Apa yang Tidak Diketahui dari Masalah)
4Fase 4 (Alternatif Pemecahan)
5Fase 5 (Laporan dan Presentasi Hasil)
6Fase 6 (Pengembangan Materi)

Berikut fase yand terdapat dalam model pembelajaran problem based learning:

1. Fase 1 (Pengajuan Masalah)

 Fase 1 (Pengajuan Masalah)

Pendidik akan mengajukan persoalan atau permasalahan yang telah terstruktur kepada peserta didiknya. Hal ini dapat berarti dalam penyelesaian masalah dibutuhkan data dan informasi yang lebih dalam.

2. Fase 2 (Identifikasi Masalah)

Fase 2 (Identifikasi Masalah)

Dalam kegiatan ini, Persoalan akan dilihat oleh peserta didik Sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.

Kemudian kelompok akan mulai berdiskusi terkait masalah yang akan dipecahkan dan memilih aspek yang cukup kuat untuk diamati lebih lanjut.

Pada tahap ini diharapkan peserta didik dapat menciptakan langkah awal dalam penyelidikan.

3. Fase 3 (Apa yang Tidak Diketahui dari Masalah)

Fase 3 (Apa yang Tidak Diketahui dari Masalah)

Dalam fase ini, setiap kelompok akan melakukan aktivitas membuat daftar isu yang nantinya harus dijawab dengan mengarah ke permasalahan yang sedang di angkut.

Anggota kelompok akan membagi komponen permasalahan lalu melakukan diskusi mengenai pengimplikasiannya.

Selain itu juga akan menyajikan beberapa penjelasan serta solusi dan mulai mengembangkan dugaan sementara (hipotesis) yang ada.

Kelompok juga harus melakukan perumusan tujuan belajar, dan memilih informasi yang diperlukan.

4. Fase 4 (Alternatif Pemecahan)

 Fase 4 (Alternatif Pemecahan)

Dalam fase ini, anggota kelompok akan melakukan kegiatan berupa diskusi, evaluasi, dan mengubah hipotesis.

Kelompok akan menyiapkan daftar pertanyaan yang mengacu pada :

  • Sumber daya yang diperlukan,
  • Artikel yang akan dibaca dan dipahami,
  • Orang yang akan dihubungi, dan
  • Tindakan yang harus dilakukan.

Dalam hal ini kelompok memilih tugas-tugas yang nantinya akan dikembangkan untuk memperoleh informasi yang diperlukan.

Informasi tersebut  dapat berasal dari :

  • Bahan bacaan,
  • Buku pelajaran atau buku paket,
  • Vidio,
  • Perpustakaan, dan
  • Seorang pakar tertentu

Apabila terdapat informasi yang baru, kelompok akan melakukan evaluasi untuk penyelesaian masalah yang sedang dipelajari.

5. Fase 5 (Laporan dan Presentasi Hasil)

Fase 5 (Laporan dan Presentasi Hasil)

Pada fase ini, pembuatan laporan hasil kerja akan dibuat oleh setiap anggota kelompok yang didalamnya terdapat hasil kerja kelompok pada setiap fase yang telah dilaksanakannya.

Selanjutnya, setiap kelompok akan memberikan penjelasan terkait konsep yang didalamnya terdapat permasalahan dan penyelesaian nya.

Kemudian kelompok akan mempresentasikan terkait laporan dan di diakusikan di depan kelas.

6. Fase 6 (Pengembangan Materi)

Fase 6 (Pengembangan Materi)

Dalam kegiatan ini pendidik akan memberi penguatan materi terkait permasalahan yang telah dibahas oleh peserta didik dalam kelompok nya.

Dengan melihat tahapan dari setiap fase diatas, peserta didik akan memerlukan banyak waktu untuk berdiskusi, memilih fakta yang relevan, dan merumuskan hipotesis mengenai suatu permasalahan.

Kesimpulan

Dari uraian diatas terkait model pembelajaran problem based learning (pembelajaran berbasis masalah) dapat diambil kesimpulan yaitu kegiatan belajar yang hanya fokus dan berpusat pada persoalan-persoalan.

Dalam penerapan model pembelajaran ini juga akan memerlukan waktu yang cukup lama sehingga kemungkinan akan mempengaruhi kegiatan belajar lainnya.

Pendidik sebaiknya harus pintar juga dalam mengarahkan dan mengatur waktu belajar peserta didik agar nantinya tidak mempengaruhi kegiatan belajar yang selanjutnya.

Minat dan antusias peserta didik sangat diperlukan dalam kegiatan belajar berbasis masalah ini, sebab tanpa adanya antusias dari peserta didik maka kegiatan belajar dianggap tidak berhasil.

Selain itu, model pembelajaran ini tidak cocok diterapkan pada semua mata pelajaran, akan tetapi tepat digunakan pada mata pelajaran yang ada keterkaitan dengan suatu pemecahan masalah.

Yang Banyak ditanyakan

Apa itu model pembelajaran project based learning?

Model pembelajaran project based learning atau model pembelajaran berbasis masalah adalah model pembelajaran yang memfokuskan peserta didik untuk memecahkan masalah dan menemukan solusinya

Apa manfaat dari model pembelajaran project based learning?

manfaat dari model pembelajaran ini mengasah kemampuan siswa dalam keterampilan memecahkan masalah dan menemukan solusinya

Apa kekurangan dari model pembelajaran project based learning?

Kekurangan dari model pembelajaran ini adalah membutuhkan waktu cukup lama agar dapat mencapai hasil yang maksimal dan perbedaan ketertarikan individu pada topik yang dibahas juga turut mempengaruhi jalannya kegiatan belajar

Penutup

Demikian penjelasan terkait diterapkannya model pembelajaran problem based learning (pembelajaran berbasis masalah).

Diharapkan pendidik juga lebih cermat dalam memilih model pembelajaran untuk kegiatan belajar di kelas yang sesuai dengan mata pelajaran dan minat peserta didik.

Ada baiknya pendidik juga mempelajari tentang model pembelajaran lainnya.


Kalau ada sesuatu yang ingin ditanya, silakan tinggalkan komentar atau hubungi melalui Halaman Kontak yang tersedia