Model Pembelajaran NHT (Numbered Head Together)

Dewasa ini, marak penggunaan berbagai macam model pembelajaran yang diterapkan pada sekolah-sekolah salah satunya adalah Model Pembelajaran NHT (Numbered Head Together) ini, simak penjelasannya lebih lanjut

Tujuan dari model pembelajaran ialah metode yang mengedepankan terciptanya sebuah kerja sama dalam suatu kegiatan belajar.

Salah satu model pembelajaran yang banyak digunakan para pendidik dalam kegiatan belajar mengajar ialah  model pembelajaran NHT.

Untuk lebih jelasnya mengenai model pembelajaran NHT (Numbered Head Together) simak beberapa penjelasan dibawah ini.

Pengertian Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT)

Pengertian Model Pembelajaran Numbered Head Together

Spencer Kagan (1992), telah menciptakan teknik belajar mengajar kepala bernomor.

Model belajar ini diterapkan untuk memberikan peluang kepada peserta didik untuk saling bertukar ide dan menimang suatu jawaban yang dirasanya paling tepat.

Selain itu, model ini juga memotivasi para peserta didik untuk semangat dalam kegiatan bekerja sama antar peserta didik.

Number Head Together (NHT) merupakan model pembelajaran yang menitikberatkan pada kegiatan peserta didik dalam hal mencari, mengolah, dan mempresentasikan di depan kelas.

Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) ini sangat tepat digunakan oleh semua tingkatan usia peserta didik dan juga cocok diterapkan pada semua  jenis mata pelajaran.

Menurut Para Ahli

Untuk mempelajari lebih dalam mengenai mode pembelajaran Numbered Head Together (NHT) ini, berikut beberapa pendapat menurut para ahli :

1. Suhermi (2004:43)

Suhermi berpendapat bahwa model pembelajaran NHT ialah suatu model pembelajaran yang melibatkan banyak peserta didik dalam menguasai materi.

Peserta didik diarahkan untuk aktif dalam menelaah materi pelajaran agar pemahaman peserta didik dapat meningkat terhadap isi dari pelajaran tersebut.

2. Kagan (dalam Foster 2002:11)

Menurut Kagan,  model pembelajaran NHT (Number Head Together) merupakan salah satu model pembelajaran yang mencakup atas empat tahap.

Tahap tersebut digunakan untuk mengulas beberapa fakta-fakta ataupun informasi dasar yang bertujuan untuk mengatur interaksi peserta didik.

3. Muslimin (2000:65)

Muslimin berpendapat model pembelajaran NHT ialah pembelajaran menurut beberapa  sintaks.

Sintaks tersebut diantaranya adalah pengarahan, pembentukan kelompok yang terdiri dari beberapa peserta didik dalam latar belakang yang berbeda.

Selain itu setiap peserta didik memiliki nomer tertentu, dan akan diberikan persoalan materi bahan ajar.

Setelah mendapat penugasan, setiap kelompok mulai bekerja sama. Lalu mempresentasikan hasil pekerjaan kelompok ke depan kelas.

4. Anita  Lie  (2007)

Model pembelajaran NHT ialah model pembelajaran struktural yang memberikan peluang siswa untuk saling bertukar ide dan pendapat.

5. Trianto (2007)

Model pembelajaran NHT (Number Head Together) merupakan salah satu jenis model pembelajaran yang dirancang untuk mengubah pola interaksi peserta didik terhadap struktur kelas.

6. Ahmad  Zuhdi (2010)

Model pembelajaran NHT adalah model pembelajaran dimana nantinya peserta didik akan diberi nomor lalu dibentuk sebuah kelompok dan secara acak guru memanggil nomor peserta didik.

Dari beberapa pendapat para ahli diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa model pembelajaran NHT (Numbered Head Together) ini merupakan salah satu model pembelajaran yang bekerja secara berkelompok dan setiap anggota kelompoknya harus bertanggung jawab terhadap tugas kelompoknya.

Sehingga tidak terjadi pemisahan antara peserta didik satu dengan peserta didik yang lain.

Maka yang terjadi dalam sebuah kelompok tersebut adanya kekompakan saling memberi dan menerima antara satu dengan yang lainnya (bertukar pendapat).

Model Pembelajaran Lainnya:

Ciri-Ciri Model Pembelajaran NHT (Numbered Head Together)

Ciri-ciri model pembelajaran NHT

Adapun ciri yang sangat menonjol dari penerapan model pembelajaran NHT ini sebagai berikut :

1. Kelompok Heterogen

Dalam pembentukan kelompok, setiap anggota kelompok memiliki latar belakang yang berbeda.

2. Nomor Kepala Berbeda (Head Numbers)

Nomor kepala setiap peserta didik akan berbeda pada setiap anggota kelompok

3. Berpikir Bersama (Head Together)

Bekerja sama, saling bertukar ide-ide dalam suatu anggota kelompok yang nantinya akan menimbulkan kekompakan dan hasil belajar yang maksimal.

Tujuan Model Pembelajaran NHT

NoTujuan Model Pembelajaran NHT
1Menciptakan hasil belajar peserta didik yang akademik struktural
2Pengakuan adanya keragaman
3Pengembangan keterampilan sosial

Ibrahim menyebutkan terdapa tiga tujuan penerapan model pembelajaran NHT (Numbered Head Together) antara lain sebagai berikut :

1. Menciptakan Hasil Belajar Peserta Didik yang Akademik Struktural.

Menciptakan hasil belajar peserta didik yang akademik struktural

Yang dimaksudkan adalah meningkatkan potensi dan kinerja siswa dalam penugasan akademik.

2. Pengakuan Adanya Keragaman

Pengakuan adanya keragaman

Hal ini memiliki tujuan agar semua peserta didik bisa menerima teman-temannya yang mempunyai latar belakang yang berbeda.

3. Pengembangan Keterampilan Sosial

Pengembangan keterampilan sosial

Bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan sebuah keterampilan yang dimiliki setiap peserta didik.

Yang dimaksud keterampilan disini adalah keaktifan peserta didik dalam bertanya, mengerjakan tugas dan mampu menjelaskan ide atau pendapatnya.

Kagen dalam Ibrahim (2000: 29) juga menyampaikan konsep penerapan pembelajaran NHT sebagai berikut :

  • Pembentukan suatu kelompok.

Pendidik mengarahkan peserta didik untuk membentuk kelompok belajar.

  • Diskusi masalah.

Setelah dibentuk kelompok, anggota mulai berdiskusi sesama peserta didik dalam kelompok tersebut.

  • Saling bertukar pendapat atau jawaban antar kelompok

Hal ini dilakukan agar saling bekerja sama dalam penyelesaian tugas.

Selain itu,  setiap anggota kelompok harus saling menerima dan menghargai pendapat dari setiap anggota kelompok.

Langkah-Langkah atau Sintaks Model NHT (Numbered Head Together)

NoLangkah-Langkah atau Sintaks Model NHT (Numbered Head Together)
1Persiapan (preparation)
2Pembuatan Grup Belajar (study group creation)
3Fasilitas berupa buku (study group creation)
4Diskusi Grup Belajar (group discussion)
5Kuis dan Tugas (quizzes)
6Kesimpulan dan Evaluasi (evaluation)

Ibrahim (2000: 29) dalam penjelasannya mengenai  langkah-langkah yang digunakan dalam model pembelajaran NHT (Numbered head together),  diantaranya sebagai berikut :

1. Persiapan (Preparation)

Persiapan (preparation)

Pendidik membuat rancangan pembelajaran yang mencakup lembar kerja siswa (LKS) dan skenario pembelajaran (SP) yang sesuai dengan model pembelajaran NHT.

2. Pembuatan Grup Belajar (Study Group Creation)

Pembuatan Grup Belajar

Pada tahap ini, pendidik akan membentuk kelompok yang beranggotakan 3-5 orang.

Kemudian pendidik memberikan nomor kepada setiap peserta didik dalam suatu kelompok dan nama kelompok yang berbeda.

Sehingga setiap peserta didik dalam tim memiliki nomor yang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan model pembelajaran NHT lebih mengutamakan penomoran.

Kelompok yang telah dibentuk oleh pendidik merupakan percampuran dari latar belakang yang berbeda.

Latar belakang ini menurut jenis sosial, jenis kelamin, ras, suku dan juga kemampuan belajar.

Dan dalam pembentukan sebuah kelompok digunakan nilai tes awal sebagai patokan dalam menentukan masing-masing kelompok.

3. Fasilitas Berupa Buku (Study Group Creation)

Fasilitas berupa buku

Setiap peserta didik diharuskam mempunyai buku panduan (buku paket) yang nantinya digunakan sebagai penunjang dalam kegiatan pembelajaran.

Yang bertujuan untuk memudahkan peserta didik dalam kegiatan menyelesaikan lembar kerja siswa (LKS) atau topik permaslahan yang diberikan oleh guru.

4. Diskusi Grup Belajar (Group Discussion)

Diskusi Grup Belajar

Untuk topik berdiskusi, pendidik memberikan lembar kerja siswa (LKS)  kepada peserta didik yang digunakan sebagai bahan yang akan dibahas/dipelajari.

Selanjutnya, dalam suatu kelompok peserta didik akan bekerja sama berpikir dan meyakinkan bahwa setiap anggota mengetahui jawaban dari pertanyaan pada LKS.

Tentunya pertanyaan tersebut dapat bervariasi, mulai dari   tingkat spesifik sampai yang bersifat umum.

5. Kuis dan Tugas (Quizzes)

Kuis dan Tugas

Suatu kegiatan dimana pendidik menyebut satu nomor dan para anggota tiap kelompok dengan nomor yang sama tersebut mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban kepada peserta didik lain.

6. Kesimpulan dan Evaluasi (Evaluation)

Kesimpulan dan Evaluasi

Pendidik bersama peserta didik mengevaluasi terkait pembelajaran yang telah dilakukan. Pendidik memberi penguatan materi dari semua pertanyaan yang sudah diajukan

Suprijono (2009) menyatakan penilaian berdasarkan penerapan model NHT ini mempunyai dua jenis, yaitu :

  • Penilaian berdasarkan proses

Pada penilaian proses ini dilaksanakan selama diskusi kelompok yang sedang berlangsung.

Hal ini bertujuan untuk menilai sikap peserta didik selama mengikuti kegiatan pembelajaran.

Alat yang digunakan pendidik untuk penilaian yaitu lembar penilaian sikap yang mencakup beberapa aspek.

Aspek tersebut ialah aspek kedisiplinan, tangung jawab, keaktifan, kerja sama dan aspek minat.

  • Penilaian hasil

Penilaian ini dilaksanakan menurut hasil kerja siswa berdasarkan mempresentasikan hasil dari diskusi kelompok.

Berdasarkan Langkah-langkah diatas, dapat disimpulkan bahwa Langkah-langkah penggunaan model pembelajaran NHT ialah pembagian peserta didik ke dalam beberapa kelompok.

Selain itu juga pemberian nomer kepada masing-masing peserta didik, menjelaskan materi yang sedang di pelajari dan memberikan kuis berupa soal dan pertanyaan-pertanyaan.

Anita Lie (2002) juga memaparkan prosedur model pembelajaran NHT (Numbered head together) sebagai kegiatan pemanggilan peserta didik dari satu kelompok secara acak.

Hal ini yang mengharuskan peserta didik untuk lebih siap dalam menerima pertanyaan dadakan.

Ketika jawaban peserta didik benar, maka akan mendapatkan penghargaan sebuah nilai tambah bagi kelompoknya.

Teknik ini mengajarkan peserta didik untuk kompak dalam pemberian ide-ide atau bertukar pendapat mengenai materi yang sedang dipelajari.

Unsur-Unsur Model Pembelajaran NHT (Numbered Head Together)

Unsur-unsur model pembelajaran NHT
NoUnsur-unsur model pembelajaran NHT
1Sintaks (langkah-langkah)
2Sistem sosial (social system)
3Prinsip reaksi (reaction principle)

Menurut Ibrahim (2000:28), terdapat beberapa unsur dalam penerapan model pembelajaran NHT, yaitu :

1. Sintaks (Langkah-Langkah)

Sintaks atau langkah-lagkah model pembelajaran NHT meliputi :

  1. Pendahuluan
  2. Kegiatan inti
  3. Penutup

2. Sistem Sosial (Social System)

Dalam penerapan model pembelajaran NHT terdapat sistem sosial yang berlaku, seperti pengarahan peserta didik untuk berdiskusi bersama kelompok yang sudah ditentukan.

Selain itu peserta didik diberi kebebasan dalam mengeluarkan pendapatnya, mengajukan serta menjawab pertanyaan.

3. Prinsip Reaksi (Reaction Principle)

Prinsip reaksi yang terdapat dalam model pembelajaran NHT, yaitu :

  1. Penjelasan pendidik terkait materi yang sedang diajarkan.
  2. Pembagian peserta didik ke dalam suatu kelompok belajar.
  3. Pemberian nomor yang berbeda pada setiap peserta didik.
  4. Pendidik menjelaskan topik pembelajaran serta mengajukan pertanyaan.
  5. Pendidik mengarahkan siswa agar berdiskusi bersama kelompoknya.
  6. Pendidik menunjuk beberapa nomor yang nantinya akan menjawab pertanyaan di depan kelas.

Sintaks Dalam Pembelajaran NHT

NoSintaks dalam pembelajaran NHT
1Fase penomoran (Numbering)
2Fase pengajuan pertanyaan (Questioning)
3Fase Berpikir Bersama (Heads Together)
4Fase Pemberian Jawaban (Answering)

Kagen dalam Arends (2008:16), menerapkan empat fase sebagai sintaks NHT, diantaranya :

1. Fase Penomoran (Numbering)

Fase penomoran
  • Peran pendidik

Pendidik membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Peran peserta didik

Peserta didik dalam suatu kelompok memiliki nomer yang berbeda. Hal ini menyesuaikan jumlah siswa dalam kelompok.

2. Fase Pengajuan Pertanyaan (Questioning)

Fase pengajuan pertanyaan
  • Peran pendidik

Lalu mengajukan pertanyaan kepada peserta didik sesuai dengan materi yang sedang dibahas.

  • Peran peserta didik

Peserta didik mulai menjawab dan menyimpulkan.

3. Fase Berpikir Bersama (Heads Together)

Fase Berpikir Bersama
  • Peran pendidik

Pendidik memberikan bantuan kepada kelompok yang mengalami kesulitan.

  • Peran peserta didik

Peserta didik mulai berpikir dalam menemukan suatu jawaban serta menjelaskannya kepada anggota kelompoknya. Sehingga semua anggota mengetahui jawaban dari pertanyaannya.

4. Fase Pemberian Jawaban (Answering)

Fase Pemberian Jawaban
  • Peran pendidik

Pendidik menyebut salah satu nomor peserta didik. Dan pendidik memilih secara random kelompok yang harus menjawab pertanyaan.

  • Peran peserta didik

Setiap peserta didik yang nomornya disebut harus mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban.

Struktur dalam model pembelajaran NHT (numbered head together)

Struktur dalam model pembelajaran NHT

Ibrahim (2000) menyatakan struktur yang ada dalam model pembelajaran NHT sebagai berikut :

  • Pelaku (actors)

Pelaku mencakup individu atau pasangan, berkelompok, pendidik dan kelas.

  • Tindakan (actions)

Tindakan ini seperti merespon, mengecek, mengambarkan, mengevaluasi, memotivasi, memberi pujian, dan kegiatan lain yang terdapat dalam proses kegiatan belajar mengajar.

  • Penerima (recipient)

Penerima ini termasuk pendidik, peserta didik atau anggota kelompok.

Kelebihan, Kekurangan dan Manfaat Model NHT (Numbered Head Together)

Lundgren dalam Ibrahim (2000: 18) mengemukakan beberapa manfaat dan kelebihan dari penerapan model pembelajaran NHT, diantaranya :

1. Kelebihan

Kelebihan

Hill (1993) dalam Tryana (2008) menjelaskan manfaat model pembelajaran NHT, yaitu :

  1. Meningkatkan potensi dan prestasi belajar peserta didik.
  2. Memperluas pemahaman peserta didik.
  3. Pengembangan sikap positif peserta didik
  4. Mengembangkan sikap kepemimpinan yang ada dalam setiap peserta didik.
  5. Mengembangkan ketrampilan peserta didik untuk masa depan.

2. Kekurangan

Kekurangan

Setiap model pembelajaran pastinya memiliki kekurangan. Berikut kekurangan dalam penerapan model pembelajaran  NHT :

  • Bisa jadi nomor yang sudah dipanggil akan dipanggil lagi oleh pendidik.
  • Memerlukan waktu belajar yang lumayan lama bagi pendidik maupun peserta didik. Selain itu dalam penerapannya memerlukan kemampuan khusus.
  • Tidak semua anggota kelompok akan dipanggil oleh pendidik.

3. Manfaat

Manfaat

Slavin (2008:256) berpendapat bahwa model pembelajaran NHT sangat berguna bagi pelatihan tanggung jawab peserta didik dalam kegiatan diskusi kelompok.

Karena sebelumnya pendidik tidak memberi tahu siapa yang akan menjadi perwakilan kelompok dalam menjawab suatu pertanyaan.

Sehingga setiap peserta didik akan menjadi lebih fokus.

Lundgren dalam Ibrahim (2000: 18), menyebutkan manfaat pada model pembelajaran NHT, yaitu :

  • Munculnya rasa percaya diri yang tinggi.
  • Memperbaiki  kepekaan, dan toleransi.
  • Minimnya perilaku yang menganggu.
  • Hasil belajar jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
  • Memperbaiki perilaku.

Rasa percaya diri akan muncul dalam diri peserta didik pada saat dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.

Dalam kegiatan ini juga diajarkan bagaimana saling menghormati dan menghargai setiap perbedaan. Perbedaan ini seperti halnya menerima setiap pendapat, menghormati anggota kelompok yang berbeda latar belakang.

Peningkatan hasil dan potensi peserta didik jauh akan lebih meningkat dikarenakan oleh keaktifan dan kesiapan materi yang telah di kuasai, agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan.

Perilaku peserta didik yang sebelumnya kurang baik juga dalam model pembelajaran ini dilatih agar saling menghargai dan berperilaku baik kepada sesama peserta didik maupun pendidik.

Kesimpulan

Jadi dalam pembelajaran NHT (Numbered Head Together) ini, peserta didik lebih terdorong untuk memperluas pemahaman materinya dan memiliki rasa tanggung jawab pada diri individu.

Meskipun model pembelajaran ini bersifat kelompok, namun meteri yang dikuasai menekankan pada kompetensi setiap individu.

Sebab dalam kegiatan belajar itu, jawaban diungkapakan oleh peserta didik yang nomornya dipanggil oleh pendidik.

Hal ini menyebabkan peserta didik tidak akan bergantung kepada temannya.

Kelompok belajar ini dibentuk dengan tujuan memberi peluang kepada peserta didik agar terlibat kegiatan secara aktif dalam proses berpikir dan kegiatan belajar yang lain.

Yang Banyak ditanyakan

Apa itu model pembelajaran NHT?

Model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) ialah model pembelajaran yang mengedepankan terciptanya sebuah kerja sama dalam suatu kegiatan belajar.

Apa kelebihan dari model pembelajaran NHT?

Dalam kegiatan belajar, peserta didik dapat mengembangkan keterampilan sosial mereka.

Apa kekurangan dari model pembelajaran NHT?

Waktu pembelajaran untuk memahami suatu materi bisa menjadi lebih lama dari biasanya.

Penutup

Demikian penjelasan terkait diterapkannya model NHT (Numbered Head Together).

Diharapkan para pendidik dapat menerapkan model NHT ini pada kegiatan belajar mengajar, agar peserta didik lebih aktif dalam pemahaman suatu materi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Kalau ada sesuatu yang ingin ditanya, silakan tinggalkan komentar atau hubungi melalui Halaman Kontak yang tersedia