Model Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran Kooperatif sangat tepat digunakan untuk mengatasi pembelajaran yang peserta didiknya cenderung pasif. Simak lebih lanjut informasinya dalam artikel ini

Dalam model kooperatif ini materi tidak hanya disampaikan oleh pendidik, namun peserta didik juga akan terlibat didalamnya.

Pembelajaran kooperatif yang telah diterapkan pada sekolah-sekolah ini dapat meningkatkan antusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai model pembelajaran kooperatif, simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif

Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif
Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang diterapkan sebagai penunjang pendidik dalam mengatasi sistem pembelajaran yang ada di Indonesia. Model pembelajaran kooperatif ini lebih menekankan pada antusias dan keaktifan peserta didik dalam kegiatan belajar.

Peserta didik pasti mempunyai kemampuan berpikir yang berbeda-beda pada tiap individunya. Terlebih lagi dengan dibentuknya kelompok belajar yang beragam, maka akan mempengaruhi cara berpikir mereka.

Dengan begitu, model pembelajaran kooperatif ini diterapkan untuk mengakomodasi setiap perbedaan sehingga peserta didik dapat menyelesaikan masalah dengan kegiatan bekerja sama.

Hal ini bermanfaat menanamkan kepada diri setiap individu tentang tengang rasa, arti perbedaan dan pengakuan.

Saat pendidik telah menerapkan model pembelajaran kooperatif, informasi atau materi yang nantinya  akan didapatkan oleh  peserta didik ini tidaklah searah.

Tetapi dapat mengarahkan peserta didik untuk terlibat aktif dalam kegiatan berdiskusi, sehingga pemahaman materi yang telah diajarkan oleh pendidik dapat diambil lebih dalam.

Cara penerapannya model pembelajaran kooperatif ini ialah dengan pembentukan sebuah kelompok kemudian pendidik memberikan penjelasan secara singkat terkait materi yang sedang dibahas.

Tujuan Model Pembelajaran Kooperatif

Berikut tujuan dari penerapannya model pembelajaran kooperatif :

1. Menambah Pengetahuan untuk Prestasi Belajar Akademik

Menambah pengetahuan untuk prestasi belajar akademik

Dengan penerapan model pembelajaran kooperatif, maka kegiatan belajar akan dinilai lebih efektif dan efesien dalam peningkatan prestasi akademik tiap peserta didik.

2. Peserta Didik Dapat Menerima Keragaman yang Ada Disekitarnya

Peserta didik dapat menerima keragaman yang ada disekitarnya

Penerapan model pembelajaran kooperatif ini menuntut peserta didik agar dapat membentuk pola pikir yang lebih mandiri.  Agar dapat mengolah setiap perbedaan pendapat.

Dalam kegiatan ini, akan menimbulkan rasa saling menghargai dan menghormati antar sesama peserta didik.

3. Meningkatkan Kecakapan Sosial

Meningkatkan kecakapan sosial

Model pembelajaran kooperatif ini membentuk peserta didik untuk ikut terlibat secara aktif bersosialisasi. Maka kegiatan ini akan menimbulkan interaksi yang baik dan dinamis.

Model Pembelajaran Lainnya:

Konsep Dasar Pembelajaran Kooperatif

Konsep Dasar Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran kooperatif ialah salah satu diantara model pembelajaran lain dalam mendukung kegiatan belajar mengajar.

Sistem pembelajaran kooperatif ini dapat diartikan sebagai suatu belajar secara berkelompok secara terstruktur.

Pembelajaran kooperatif lebih menitikberatkan pada perilaku dan sikap antar sesama dalam sebuah kerja sama dalam sebuah kelompok secara teratur, yang terdiri dari 3-4 orang.

Kelompok belajar yang dibentuk dalam kegiatan belajar model kooperatif ini dibagi menurut kemampuan peserta didik yang beragam.

Dalam penyelesaian tugas, peserta didik dalam sebuah kelompok diharuskan untuk bekerja sama dalam memahami dan menguasai materi pelajaran yang telah diberikan oleh pendidik.

Kegiatan belajar dapat dikatakan belum tamat apabila salah satu peserta didik dalam sebuah kelompok ada yang belum paham dan mengerti.

Model pembelajaran kooperatif juga tidak hanya kegiatan belajar secara berkelompok, namun terdapat unsur yang berbeda ketika pembagian kelompok.

Ciri Ciri Model Pembelajaran Kooperatif

  • Peserta didik dalam kelompok belajar akan mempelajari lebih dalam dan melengkapi materi yang bertujuan untuk mencapai suatu kompetensi dasar.
  • Kelompok belajar akan dibentuk dengan memperhatikan kemampuan peserta didik yang beragam, baik peserta didik yang memiliki kemampuan tinggi ataupun yang memiliki kemampuan rendah.
  • Pemberian penghargaan akan lebih diutamakan pada kelompok belajar dari pada setiap individu.

Dalam penerapan model pembelajaran kooperatif ini, kegiatan berdiskusi dan berkomunikasi akan sangat dikembangkan.

Hal ini bertujuan agar peserta didik dapat saling berbagi kemampuan atau bertukar pendapat, berpikir kritis, dan menyalurkan kemampuan agar bisa saling membantu dalam kegiatan belajar.

Unsur-Unsur Model Pembelajaran Kooperatif

NoUnsur-Unsur Model Pembelajaran Kooperatif
1Antar Peserta didik Dapat Memiliki Rasa Saling Membutuhkan yang Positif
2Rasa Tanggung Jawab Individu akan Muncul atau Timbul
3Interaksi Tatap Muka
4Keterampilan Sosial

Berikut unsur-unsur yang ada di dalam model pembelajaran kooperatif:

1. Antar Peserta didik Dapat Memiliki Rasa Saling Membutuhkan yang Positif

Antar peserta didik dapat  memiliki rasa saling membutuhkan yang positif

Pada saat model pembelajaran kooperatif ini diterapkan, pendidik akan memberi penjelasan terlebih dahulu kepada peserta didik agar saling berinteraksi secara aktif.

Selain berinteraksi, peserta didik juga harus menimbulkan rasa saling ketergantungan dan saling membutuhkan dalam segi yang positif.

Seperti halnya, saat peserta didik membutuhkan dalam kegiatan mengerjakan tugas atau soal, kemudian menyelesaikannya bersama  agar bisa tepat waktu.

2. Rasa Tanggung Jawab Individu akan Muncul atau Timbul

Rasa tanggung jawab individu akan muncul atau timbul

Agar peserta didik dapat mengetahui kemampuannya sendiri saat mempelajari dan memahami suatu materi yang telah disampaikan.

Lalu pendidik menyampaikan nilai kepada peserta didik dalam suatu kelompok, agar tiap anggota kelompok juga tahu seberapa kemampuan mereka dalam mengatasi sebuah masalah.

Semua nilai yang diambil oleh pendidik ialah hasil dari pekerjaan tiap anggota kelompok yang dirata-rata secara keseluruhan.

Maka dari itu, hasil yang diperoleh kelompok merupakan titik kemampuan yang dimiliki oleh tiap peserta didik atau individunya.

3. Interaksi Tatap Muka

 Interaksi tatap muka

Dalam interaksi tatap muka ini dapat mendorong peserta didik untuk bisa bersosialisasi antar sesama secara langsung.

Kegiatan ini akan menjadikan suasana kelas menjadi lebih hidup dan lebih interaktif sehingga terciptanya sebuah kegiatan diskusi.

4. Keterampilan Sosial

Keterampilan sosial

Keterampilan sosial ini sangat dibutuhkan oleh peserta didik dalam menjalin persahabatan pada tiap peserta didik.

Model pembelajaran kooperatif ini juga akan menimbulkan rasa kebersamaan dan kekompakan antar peserta didik dalam suatu kelas.

Apabila ditemui peserta didik yang kurang dalam keterampilan sosial, maka tugas pendidik yaitu membimbing peserta didik tersebut lebih lanjut lagi.

Langkah-Langkah atau Sintaks Model Pembelajaran Kooperatif

NoLangkah-Langkah atau Sintaks Model Pembelajaran Kooperatif
1Penyampaian Tujuan dan Motivasi
2Penyampaian Informasi
3Mengorganisasikan ke dalam Kelompok Belajar
4Membimbing Kelompok Belajar
5Mengevaluasi Hasil Belajar Peserta didik
6Pemberian Penghargaan Terhadap Hasil Belajar Peserta didik

Beriku beberapa langkah yang diterapkan dalam pembelajaran kooperatif:

1. Penyampaian Tujuan dan Motivasi

 Penyampaian tujuan dan motivasi

Pendidik mulai menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberi semangat kepada peserta didiknya.

2. Penyampaian Informasi

Penyampaian informasi

Pendidik memberi informasi kepada peserta didik melalui bacaan ataupun melalui bahan demonstrasi.

3. Mengorganisasikan ke dalam Kelompok Belajar

Mengorganisasikan kedalam kelompok belajar

Pendidik memberikan penjelasan kepada peserta didik nya tentang bagaimana caranya membentuk sebuah kelompok belajar.

Kemudian pendidik juga akan membantu kelompok belajar yang akan melakukan kegiatan transisi secara tepat dan efesien.

4. Membimbing Kelompok Belajar

Membimbing kelompok belajar

Pendidik memberi bimbingan kepada kelompok belajar, apabila masih kesulitan dalam mengerjakan tugas yang diberikan.

5. Mengevaluasi Hasil Belajar Peserta didik

Mengevaluasi hasil belajar peserta didik

Pendidik mengulas kembali hasil belajar peserta didik mengenai materi yang telah dibahas dan dipelajari, dan tiap kelompok akan mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas.

6. Pemberian Penghargaan atau Apresiasi Terhadap Hasil Belajar Peserta didik

Pemberian penghargaan atau apresiasi

Pendidik akan memberi apresiasi terkait upaya dan usaha yang dilakukan oleh peserta didik selama kegiatan belajar dan pengerjaan tugas, baik individu maupun sebuah kelompok.

Macam Macam Model Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran kooperatif memiliki beberapa macam dan tentunya dengan sintaks yang berbeda.

Adapun Macam-Macam model pembelajaran kooperatif, antara lain :

  1. Tipe STAD
  2. Tipe Jigsaw
  3. Group Investigation (GI)
  4. Teams Games Tournament
  5. Make a Match

Metode-Metode Penunjang

Metode-Metode Penunjang

1. Metode QRRRR

Metode QRRRR ialah metode yang meliputi question, review, read, recite, reflect.

2. Talking Stick

Dengan adanya Talking stick, diharapkan peserta didik lebih mampu dan aktif dalam kegiatan bertukar informasi materi dan pengutaraan pendapat.

3. Snowball Driling

Ini merupakan pembelajaran kooperatif yang berpusat kepada pengembangan pengetahuan peserta didik yang dilakukan melalu bacaan.

4. Guided Note Taking

Guided Note Taking ialah kegiatan pembelajaran yang ketika dalam Penyempaian materinya dapat menarik perhatian peserta didik.

5. Giving Question and Getting Answer

Giving question and getting answer ialah model pembelajaran yang sangat berguna bagi peserta didik untuk dapat memberi dan menjawab pertanyaan secara mandiri.

6. Everyone is Teacher here

Everyone is teacher here digunakan peserta didik agar dapat terlibat aktif dalam kegiatan belajar secara mandiri atau berkelompok.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan dan Kekurangan

1. Kelebihan

  • Dapat menumbuhkan rasa saling peduli, dan saling percaya sehingga dapat terciptanya pertemanan yang kompak.
  • Dapat membuat peserta didik dapat lebih bebas dalam mengutarakan pendapatnya.
  • Sangat tepat untuk mendapatkan solusi dari permasalahan yang ada.
  • Materi dapat dipelajari peserta didik lebih cepat.

2. Kekurangan

  • Penerapan model pembelajaran ini akan membutuhkan waktu yang relatif lama.
  • Terdapat peserta didik yang mendominasi dan pendiam.
  • Materi ajar akan sulit dipahami jika penyampaian materi sangat minim.

Kesimpulan

Terdapat berbagai macam model pembelajaran tipe kooperatif yang telah diterapkan dalam kegiatan belajar di sekolah-sekolah.

Tujuan dari model pembelajaran ini yaitu materi belajar dapat dirancang dengan penyesuaian terkait apa yang sedang disampaikan.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih unggul  dan tercapai nya tujuan belajar yang maksimal.

Yang Banyak Ditanyakan

Apa itu model pembelajaran kooperatif?

Model pembelajaran kooperatif adalah sekumpulan sistem yang memuat metode pembelajaran interaktif dan mendukung siswa dalam belajar secara berkelompok.

Ada berapa macam model pembelajaran dalam Model Pembelajaran Kooperatif?

Terdapat lima macam model pembelajaran dalam pembelajaran kooperatif.

Apa kelemahan model pembelajaran kooperatif

Penerapan model pembelajaran ini akan membutuhkan waktu yang relatif lama sehingga pendidik harus menyesuaikan lagi materi dengan durasi target pembelajaran.

Penutup

Demikian artikel terkait model pembelajaran kooperatif yang saat ini telah marak diterapkan pada sekolah-sekolah yang diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang lebih maksimal.

Selain itu, pendidik juga disarankan agar memberikan materi kepada peserta didik yang tepat guna agar tujuan dalam belajar pun dapat sukses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Kalau ada sesuatu yang ingin ditanya, silakan tinggalkan komentar atau hubungi melalui Halaman Kontak yang tersedia