Model pembelajaran Jigsaw

Model pembelajaran Jigsaw
Dalam model pembelajaran jigsaw ini, peserta didik belajar dengan metode berkelompok dan menyelesaikan masalah bersama-sama. Berikut penjelasannya

Pembelajaran jigsaw ini diciptakan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab peserta didik pada mata pelajaran yang telah ditugaskan.

Untuk lebih jelasnya terkait model pembelajaran jigsaw, simak artikel dibawah ini:

Pengertian Model Pembelajaran Jigsaw

Pengertian model pembelajaran jigsaw

Model Pembelajaran jigsaw ini dikembangkan oleh Elliot Aronson agar siswa lebih bertanggung jawab terhadap kegiatan belajarnya dan orang lain.

Model pembelajaran jigsaw ialah model pembelajaran yang berfokus pada peserta didik dalam kelompok belajar bersama dan berkolaborasi untuk menyelesaikan suatu masalah.

Materi yang sudah diajarkan oleh pendidik, akan dipelajari dengan seksama oleh peserta didik, kemudian mereka akan mengajarkan materi tersebut kepada anggota kelompoknya masing-masing.

Dalam model pembelajaran jigsaw ini sangat dibutuhkan keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini diwujudkan dengan membuat kelompok beranggotakan tiga hingga lima orang dengan tugas yang berbeda.

Kelompok asal terbentuk dari beberapa macam karakter serta latar belakang peserta didik. Dalam kasus ini, para pendidik harus hapal betul karakter masing-masing peserta didiknya untuk membentuk kelompok asal.

Orang-orang yang dianggap paling kompeten diantara anggota kelompoknya akan didaulat sebagai pemimpin di kelompok asal mereka dan bergabung ke kelompok ahli.

Setelah mereka memahami materi yang diajarkan, kelompok ahli ini akan kembali kepada masing-masing kelompok asal mereka untuk kemudian mengajarkan materinya.

Setelah masing-masing anggota kelompok asal paham akan materinya, para anggota kelompok asal akan berdiskusi tentang materi yang ditugaskan kepada mereka.

Model Pembelajaran Jigsaw Menurut Para Ahli

Berikut pendapat para ahli mengenai model pembelajaran jigsaw:

1. Sudrajat (2008)

Model pembelajaran jigsaw merupakan model pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok yang nantinya akan mampu mengajarkan sebuah materi kepada kelompok yang lain.

2. Zaini (2008)

Model pembelajaran jigsaw merupakan teknik pembelajaran yang diterapkan apabila materi dapat dibagi menjadi beberapa bagian. Serta dalam penyampaiannya tidak harus sistematis.

Sehingga bisa dikatakan bahwa kelebihan model jigsaw ini dapat melibatkan keaktifan para peserta didik untuk belajar dan saling mengajarkan kepada peserta didik yang lain.

3. Slavin (2005)

Model pembelajaran jigsaw merupakan salah satu jenis model pembelajaran yang paling fleksibel, sebab model jigsaw ini dapat diterapkan dalam jenjang pendidikan apapun.

4. Arends (1997)

Model pembelajaran jigsaw merupakan model pembelajaran yang membentuk sebuah kelompok yang terdiri dari beberapa peserta didik untuk dapat bertanggung jawab atas materi yang sudah disampaikannya.

5. Rusman (2008)

Model pembelajaran jigsaw merupakan kegiatan belajar yang menekankan peserta didik untuk mengemukakan pendapat serta dapat mengelola informasi.

Dengan hal ini peserta didik diharapkan mampu dalam meningkatkan keterampilan berkomunikasi dari materi yang telah dipelajari.

6. Lie (1993)

Model pembelajaran jigsaw merupakan bentuk model pembelajaran dengan membentuk kelompok kecil yang umumnya terdiri atas 4-6 peserta didik yang dibuat secara beragam.

7. Husna, dkk (2013)

Model pembelajaran jigsaw merupakan suatu model pembelajaran yang mementingkan kegiatan belajar kelompok kecil yang terdiri dari beberapa peserta didik.

Dari beberapa pengertian para ahli terkait tentang model pembelajaran jigsaw, bisa disimpulkan bahwa model pembelajaran jigsaw merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang membutuhkan kerja sama antar siswa.

Pendidik harus terlebih dahulu memperhatikan latar belakang peserta didiknya agar mampu menjadi suatu kegiatan belajar yang lebih bermakna.

Selain itu, pendidik juga memberi pengarahan kepada peserta didik untuk bekerja sama dalam mengolah suatu informasi serta bisa meningkatkan keterampilan berkomunikasi antar sesama anggota.

Model Pembelajaran Lainnya:

Tujuan Model Pembelajaran Jigsaw

NoTujuan Model Pembelajaran Jigsaw
1Hasil Belajar Akademik
2Penerimaan Terhadap Perbedaan Individu
3Pengembangan Keterampilan Sosial

Ibrahim, et al. (2000), menyebutkan tiga tujuan dari penerapan model pembelajaran jigsaw, antara lain :

1. Hasil Belajar Akademik

Hasil belajar akademik

Dalam model pembelajaran jigsaw meskipun meliputi beragam tujuan sosial, model jigsaw juga akan memperbaiki prestasi peserta didik ataupun tugas akademis yang lain.

Beberapa ahli mengatakan bahwa model pembelajaran jigsaw ini sangat membantu dalam kegiatan peserta didik untuk lebih memahami beberapa konsep yang sulit.

Para pendidik yang telah menerapkan model jigsaw ini dapat meningkatkan nilai peserta didik pada kegiatan belajar akademik dan perubahan norma yang berkaitan dengan hasil belajar.

Disamping itu, model pembelajaran jigsaw dapat memberi keuntungan, baik kepada peserta didik kelompok bawah ataupun kelompok atas yang saling belerja sama menyelesaikan tugas-tugas akademik.

2. Penerimaan Terhadap Perbedaan Individu

Penerimaan terhadap perbedaan individu

Tujuan diterapkannya model pembelajaran jigsaw yaitu menerima secara luas orang-orang yang berbeda dalam hal kemampuan, kelas sosial, ras, dan budaya.

Model pembelajaran jigsaw ini juga memberi kesempatan peserta didik dari berbagai latar belakang yang berbeda untuk saling bekerja sama dan saling bergantung pada tugas-tugas akademik.

Serta melalui struktur penghargaan model pembelajaran jigsaw ini akan belajar untuk saling menghargai satu sama lain.

3. Pengembangan Keterampilan Sosial

Pengembangan Keterampilan Sosial

Tujuan yang paling penting dari model pembelajaran jigsaw ini ialah mengajarkan keterampilan dalam kegiatan bekerja sama dan berkolaborasi.

Keterampilan sosial ini penting dimiliki oleh peserta didik sebab pada era sekarang ini masih banyak anak muda yang dirasa kurang dalam keterampilan sosialnya.

Persiapan Awal

Persiapan Awal

Pada kegiatan awal dalam model pembelajaran jigsaw, pendidik akan membuat atau membetuk kelompok yang nantinya terdiri dari kelompok asal dan kelompok ahli. kelompok asal ialah kelompok awal yang memiliki beberapa kelompok ahli yang dibuat untuk meneliti latar belakangnya.

Sedangkan kelompok ahli ialah kelompok peserta didik yang beranggotakan kelompok asal yang memiliki tugas untuk memahami materi dan kemudian dijelaskan kepada semua anggota kelompok asal.

Pendidik dituntut untuk menjadi pembimbing yang baik, sehingga semua anggota kelompok ahli dapat memguasai dan mengajarkan materi yang telah diberikan sebelumnya.

Rahasia keberhasilan dari penerapan model pembelajaran jigsaw ini ialah peserta didik yang dituntut untuk memiliki rasa kebersamaan serta tanggung jawab yang besar.

Sehingga semua ilmu pengetahuan yang telah didapat dan permasalahan yang ada dapat menemukan solusi yang baik.

Langkah atau Sintak Model Pembelajaran Jigsaw

NoLangkah atau Sintak Model Pembelajaran Jigsaw
1Pendahuluan Materi
2Alur Pembelajaran
3Evaluasi Sistem Pembelajaran

 Berikut ini langkah-langkah yang ada dalam penerapan model jigsaw:

1. Pendahuluan Materi

Pendahuluan Materi
  • Pembukaan pelajaran oleh pendidik

Pendidik dapat menjelaskan isi terkait topik pembelajaran secara umum, serta memberi motivasi kepada peserta didik dan memberi penjelasan tentang tujuan mempelajari topik tersebut.

  • Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok.

Pendidik akan menentukan pembagian kelompok dengan anggota 3 hingga 5 orang dalam satu kelompok dengan latar belakang peserta didik yang berbeda-beda seperti status social, kemampuan akademis, dan jenis kelamin.

  • Penyampaian Materi

Setelah jumlah kelompok ditentukan, pendidik akan membagi materi sesuai jumlah anggota masing-maisng kelompok. Materi yang ingin dibahas disesuaikan dengan target pencapaian materi pelajaran para peserta didik.

  • Skor awal

Skor awal ialah skor rata-rata peserta didik yang dinilai secara individu pada kegiatan kuis sebelumnya. Atau bisa dikatakan sebagai nilai akhir dari peserta didik secara individu tiap semester sebelumnya.

2. Alur Pembelajaran

 Alur Pembelajaran
  1. Pendidik akan memberikan sub topik dari materi kepada tiap kelompok untuk kemudian didiskusikan oleh anggota kelompok. Para siswa boleh menentukan sendiri siapa anggota kelompoknya yang akan bergabung dengan kelompok ahli.
  2. Anggota kelompok ahli kemudian bergabung bersama untuk membahas sub topik yang ditugaskan kepada kelompok asal mereka lalu kemudian mengintegrasikannya.
  3. Kemudian para anggota kelompok ahli akan kembali ke kelompok asal mereka untuk menjelaskan materi yang tadi dibahas.
  4. Peserta didik akan diberikan tes berupa tes yang bersifat individu maupun tes bersifat kelompok yang membahas seluruh materi pembelajaran

3. Evaluasi Sistem Pembelajaran

Evaluasi Sistem Pembelajaran
  1. Mengerjakan kuis secara individu yang meliputi semua topik yang sebelumnya telah dipelajari.
  2. Membuat sebuah laporan, baik itu kelompok ataupun laporan mandiri.
  3. Melakukan presentasi maisng-masing kelompok

Evaluasi materi :

  • Pemahaman siswa terkait materi yang telah dipelajari dan dibahas oleh tiap peserta didik
  • Proses kegiatan belajar yang telah dilaksanakan oleh peserta didik.

Permasalahan Saat Implementasi

Permasalahan Saat Implementasi
  1. Peserta didik yang memiliki kapasitas berpikir rendah atau kurang akan lebih susah beradaptasi dengan kelompok belajar jika berada dalam kelompok ahli.
  2. Peserta didik yang ekstrovet akan lebih mendominasi dalam kegiatan belajar daripada peserta didik yang introvert.
  3. Apabila dalam membuat kelompok belajar tidak memperhatikan latar belakang peserta didik, maka bisa terjadinya sebuah ketimpangan.
  4. Penunjukkan anggota kelompok untuk dijadikan kelompok ahli sering kali tidak sesuai.

Diharapkan pendidik bisa membimbing peserta didik dalam menentukan kelompok ahli.

Cara Mengatasi

Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi dalam penerapan model jigsaw ini antara lain :

  1. Pendidik dapat menyusun kemampuan belajar peserta didik mulai dari yang tertinggi dan terendah lalu membuat kelompok yang anggota nya beragam sesuai dengan data yang ada.
  2. Melakukan tes penguasaan materi kepada setiap kelompok ahli sebelum kembali ke kelompok asal agar dalam penyampaian materi bisa terjadi secara maksimal.

Elemen Kesuksesan Model Pembelajaran Jigsaw

Elemen Kesuksesan Model Pembelajaran Jigsaw

Hal-hal yang harus diperhatikan untuk keberhasilan model pembelajaran jigsaw ini, antara lain :

1. Social skills

Tiap peserta didik atau anggota kelompok harus mempunyai kemampuan dalam hal bersosialisasi dengan peserta didik atau anggota kelompok lainnya.

Hal ini dimksudkan agar proses pemahaman materi dapat diperoleh secara kolektif dan maksimal.

2. Positive interdependence

Setiap peserta didik atau anggota kelompok harus mempunyai keterkaitan antara satu sama lain yang nantinya dapat menguntungkan atau merugikan anggota kelompok yang lain.

3. Individual accountability

Setiap peserta didik atau anggota kelompok harus mempunyai rasa tanggung jawab dalam proses kegiatan belajar semua anggotanya termasuk dirinya sendiri.

4. Groups processing and Reflection

Kelompok harus melaksanakan evaluasi terhadap kegiatan belajar agar dapat meningkatkan kinerja kelompok.

5. Face to face promotive interaction.

Anggota kelompok akan melakukan sebuah interaksi tatap muka yang meliputi kegiatan diskusi dan elaborasi dan pembahasan materi.

Macam-Macam Model Pembelajaran Jigsaw

Macam-Macam Model Pembelajaran Jigsaw

1. Within group jigsaw

Setiap individu dalam sebuah kelompok akan memiliki sebuah tanggung jawab dalam satu materi yang telah dipahami.

2. Expert group jigsaw

Setiap peserta didik dalam kelompok yang memiliki materi yang sama, akan membuat kelompok ahli untuk berdiskusi bersama.

3. Whole group jigsaw

Pada jenis ini, kelompok ahli akan langsung dibuat dan kemudian mereka mempelajari tentang materi yang berbeda dengan kelompok lain.

Kelebihan dan Kekurangan

Dalam setiap penerapan model pembelajaran, pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan dan kekurangan yang ada ketika penerapan model pembelajaran jigsaw, antara lain :

1. Kelebihan

Kelebihan

Model Pembelajaran Jigsaw ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya:

  • Memudahkan pendidik dalam mengajar, sebab masing-masing kelompok memiliki anggota kelompok ahli yang bertugas mengajarkan materi kepada teman-temannya.
  • Penguasaan materi lebih merata dengan waktu yang relative singkat.
  • Model pembelajaran jigsaw ini mampu melatih peserta didik agar mereka berdiskusi bersama dan menyampaikan pendapat.

2. Kekurangan

Kekurangan

Terdapat beberapa kekurangan yang ada di model pembelajaran jigsaw ini, antara lain:

  • Peserta didik yang lebih aktif akan mendominasi dalam kegiatan diskusi, sehingga lebih cenderung mengontrol jalannya kegiatan diskusi.
  • Peserta didik yang mempunyai kemampuan berpikir rendah, maka peserta didik tersebut akan mengalami kesulitan dalam menjelaskan materi apabila ditunjuk oleh kelompok ahli.
  • Peserta didik yang lebih cerdas atau pandai akan merasa bosan terkait penerapan model pembelajaran jigsaw ini.
  • Peserta didik yang kurang terbiasa berkompetisi, maka akan merasa kesulitan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran model jigsaw ini.

Agar dapat mengatasi masalah di atas, pendidik harus memperhatikan secara benar terkait jalannya diskusi.

Pendidik harus memperingati agar semua anggota kelompok menyimak terlebih dahulu penjelasan materi yang sedang disampaikan oleh kelompok ahli.

Lalu anggota kelompok yang lain dipersilakan untuk bertanya apabila masih ada materi yang belum dipahami atau dimengerti.

Pendidik juga perlu memilih anggota kelompok ahli secara tepat, lalu memantau kinerja mereka dalam kegiatan penjelasan materi dan diharapkan materi dapat tersampaikan secara akurat dan jelas.

Dan hal penting terakhir, pendidik juga berkewajiban menciptakan suasana dalam kelas yang lebih menarik dan menyenangkan, agar para peserta didik yang cerdas akan merasa tertantang untuk ikut serta tentang jalannya diskusi.

Kesimpulan

Model pembelajaran jigsaw merupakan model pembelajaran yang menitikberatkan pada sikap atau prilaku dalam kegiatan belajar untuk dapat membantu sesama.

Penerapan model pembelajaran jigsaw ini akan dibuat kelompok yang terdiri dari 5-6 anggota secara beragam (heterogen).

Setiap anggota akan bertanggung jawab untuk menguasai dan mempelajari materi yang telah diberikan. Kemudian akan menjelaskannya kepada anggota kelompoknya.

Dengan begitu, akan timbul rasa saling membutuhkan dan bekerja sama secara dalam mempelajari materi yang telah ditugaskan.

Tujuan penerapan model pembelajaran jigsaw ialah dapat mengembangkan kerja sama dalam sebuah kelompok, serta mengembangkan keterampilan belajar yang bisa saling mendukung.

Selain itu, dapat menguasai pengetahuan secara lebih dalam yang tidak akan mungkin diperoleh jika peserta didik mencoba untuk mempelajarinya sendiri.

Maka dari itu, penting nya kerja sama antar kelompok untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran yang baik dan maksimal.

Model pembelajaran model jigsaw juga sangat penting diterapkan sebab akan menimbulkan suasana pembelajaran yang positif.

Dan peserta didik akan lebih termotivasi untuk belajar dan berpikir kritis dan juga meningkatkan keaktifan peserta didik.

Yang Banyak Ditanyakan

Seberapa efektifkah model pembelajaran jigsaw ini?

Model pembelajaran jigsaw ini cukup efektif dalam memahami materi dengan waktu yang relatif singkat dan melatih peserta didik untuk berkelompok

Apa kekurangan dari model pembelajaran jigsaw?

Karena menggunakan metode berkelompok, siswa yang kurang aktif di dalam kelas akan kesulitan mengikuti jalannya kegiatan belajar

Apa tujuan dari model pembelajaran jigsaw ini?

Tujuan dari model pembelajaran ini adalah untuk memaksimalkan kemampuan siswa dalam memahami materi, belajar untuk menerima perbedaan, dan mengembangkan keterampilan sosial pada masing-masing individu

Penutup

Demikian artikel terkait model pembelajaran jigsaw. Diharapkan pendidik harus pandai dalam memilih materi yang nantinya bisa diterapkan dalam model pembelajaran jigsaw ini.

Pendidik juga harus menjelaskan terlebih dahulu kepada peserta didik sebelum menerapkan model pembelajaran jigsaw ini, agar tidak membuat peserta didik menjadi bingung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Kalau ada sesuatu yang ingin ditanya, silakan tinggalkan komentar atau hubungi melalui Halaman Kontak yang tersedia