Model Pembelajaran Inquiry

Pengertian Model Pembelajaran Inquiry

Model pembelajaran inquiry merupakan salah satu metode mengajar untuk para murid agar bisa mengembangkan dirinya sendiri. Silakan baca lebih lanjut untuk ketahui lengkapnya.

Sejak usia dini, seseorang pasti memiliki keingintahuan mengenai segala sesuatu. Hingga dewasa pun seseorang akan menggunakan otak dan pemikirannya untuk mencari tahu tentang hal yang belum diketahuinya.

Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan timbul secara tidak sadar akibat rasa ingin tahu yang sedang dialami oleh seseorang.

Sama hal nya dalam model pembelajaran inquiry (inquiry learning) yang memunculkan pengetahuan siswa melalui kegiatan yang menuntut siswa untuk berpikir kritis.

Pengertian Model Pembelajaran Inquiry (Inquiry Learning)

Pengertian Model Pembelajaran Inquiry

Apa itu model pembelajaran inquiry?

Model pembelajaran inquiry merupakan suatu proses kegiatan pembelajaran yang lebih mengedepakan analisis siswa dan cara berpikir kritis dalam memperoleh jawaban dari apa yang dipelajari. Model ini mengarahkan kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis untuk menemukan dan merumuskan sendiri penemuannya.

Setiap individu dibimbing untuk mengembangkan pengetahuannya sendiri.

Sebab keberhasilan siswa pada penerapan model inquiry ini bergantung pada penguasaan dan keterampilan siswa dalam mempelajari materi.

Pembelajaran model inquiry kebanyakan dipengaruhi oleh kognitif belajar siswa.

Yang berarti, disini siswa memanfaatkan potensinya secara optimal dan maksimal.

Menurut Para Ahli

Agar dapat lebih mendalami tentang model pembelajaran inquiry, berikut pendapat terkait model inquiry (inquiry learning) menurut para ahli :

#1. Piaget (mulyasa, 2008:108)

Model pembelajaran inquiry ialah suatu proses pembelajaran yang membebaskan siswanya untuk bereksperimen tentang apa yang telah dipahaminya secara mandiri.

Dalam penuturan Pigaet, siswa dapat menghubungkan penemuan satu dengan penemuan yang lain, dan membandingkan dengan penemuan siswa lain.

#2. Al Tabani (2014: 147)

Model pembelajaran inquiry merupakan salah satu contoh dari berbagai macam pembelajaran.

Pembelajaran model ini berkaitan antara materi yang sedang diajarkan oleh guru dengan kehidupan nyata.

Dalam metode pembelajaran tersebut, keberhasilan kegiatan pembelajaran bergantung dari siswa yang aktif dalam mencari pengetahuan baru secara mandiri.

#3. Sanjaya (2006:194)

Model pembelajaran inquiry adalah kegiatan yang lebih mengutamakan analisis siswanya.

Selain itu siswa dituntut untuk berpikir kritis dan logis dalam hal penyelesaian suatu masalah yang sedang dikaji.

#4. Aziz (Ahmad, 2011)

Model pembelajaran inquiry ialah seorang guru dituntut untuk memotivasi siswa dalam pencarian informasi terkait materi yang ada.

Kegiatan ini bisa menciptakan pengalaman baru bagi siswa yang nantinya akan sangat berguna bagi kehidupannya, seperti menyelesaikan suatu permasalahan.

Berdasarkan pengertian beberapa ahli di atas, bisa disimpulkan bahwa model pembelajaran inquiry (inquiry learning)  merupakan model pembelajaran mandiri siswa.

Dalam artian, siswa dituntut untuk memperoleh informasi dengan cara berpikir kritis sehingga mampu memecahkan permasalahan.

Dalam hal ini, guru bukan melepas siswa sepenuhnya. Namun guru berperan sebagai fasilitator yang memfasilitasi para siswa agar tercapainya tujuan pembelajaran.

Dan guru juga berperan sebagai motivator yang selalu mendorong siswa untuk lebih semangat dalam mencari informasi terkait topik yang dipelajari.

Model Pembelajaran Lainnya:

Tujuan dan Manfaat Pembelajaran Inquiry

Tujuan dan Manfaat Pembelajaran Inquiry

Pengembangan kemampuan siswa dalam berpikir secara logis dan kritis merupakan salah satu tujuan diterapkannya model pembelajaran inquiry.

Guru menekankan kepada siswa bahwa tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pelajaran saja, namun siswa juga harus menggunakan potensi yang dimilikinya.

Agar tujuan penerapan model pembelajaran inquiry dapat tercapai, sangat dibutuhkan kemampuan kognitif dan psikomotor yang dimiliki oleh siswa.

Adapun manfaat yang diperoleh dalam penerapan model pembelajaran ini, yaitu:

NoManfaat
1Mengembangkan prestasi dan meningkatkan kinerja belajar siswa  
2Menciptakan pemikiran siswa yang logis dan kritis.
3Menimbulkan rasa percaya diri dan meningkatnya motivasi belajar.  
  • Mengembangkan prestasi dan meningkatkan kinerja belajar siswa.

Dalam model pembelajaran ini, siswa mendapat kesempatan untuk menggali ilmu-ilmu baru melalui pengamatannya sendiri.

Sehingga ingatan siswa dapat lebih kuat terkait materi yang diajarkan melalui model pembelajaran inquiry ini.

  • Menciptakan pemikiran siswa yang logis dan kritis.

Siswa dituntut untuk berpikir kritis dalam pemecahan masalah yang sedang dipelajari.

Hal ini dimaksudkan agar terciptanya kegiatan belajar yang baik serta meningkatkan kinerja potensi yang dimiliki oleh siswa.

  • Timbulnya rasa percaya diri dan meningkatnya motivasi belajar.

Kebebasannya dalam mencari pemecahan masalah ini menjadi faktor terciptanya rasa percaya diri siswa.

Rasa percaya diri ini pun yang mempengaruhi siswa untuk lebih semangat dalam kegiatan belajar.


Macam Pelaksanaan Model Pembelajaran Inquiry

Macam Pelaksanaan Model Pembelajaran Inquiry
NoMacam Pelaksanaan Model Pembelajaran Inquiry
1Guide Inquiry (Inquiry terbimbing)
2Modified Inquiry ( inquiry yang dimodifikasi)
3Free Inquiry (inquiry bebas)

Menurut Sund dan Trow Bridge, ada tiga macam pelaksanaan model pembelajaran inquiry, diantaranya :

1. Guide Inquiry (Inquiry terbimbing)

Inquiry terbimbing merupakan model pelaksanaan inquiry dimana guru berperan sebagai pembimbing dan memberikan petunjuk kepada siswa.

Inquiry terbimbing biasanya diterapkan oleh guru yang berpendapat bahwa siswanya belum berpengalaman belajar menggunakan model inquiry.

Jadi, guru memberikan pengarahan kepada siswa yang diharapkan lambat laun akan semakin meningkatkan potensinya.

2. Modified Inquiry ( inquiry yang dimodifikasi)

Dalam model inquiry yang dimodifikasi ini, guru memberikan suatu permasalahan melalui prosedur dan percobaan untuk memdapatkan jawaban.

Guru bertugas memberikan bantuan kepada siswanya agar tidak terjadi kegagalan dalam proses pemecahan masalah.

3. Free Inquiry (inquiry bebas)

Model inquiry ini lebih bebas dari model inquiry modifikasi dan terbimbing.

Siswa bertugas merumuskan dan memecahkan suatu permasalahan yang sedang dipelajari.

Karakteristik dan Sifat model Inquiry

NoKarakteristik dan Sifat model Inquiry
1Strategi Inquiry
2Menemukan Jawaban
3Berpikir Sistematis

Terdapat tiga karakteristik dalam model pembelajaran inquiry, diantaranya adalah:

1. Strategi Inquiry

Strategi Inquiry

Strategi pembelajaran inquiry diambil dari asumsi bahwa seseorang memiliki dorongan rasa ingin tahu yang tinggi sejak masih kecil.

Dan lambat laun seseorang itu akan memiliki dorongan untuk mencari pengetahuannya sendiri.

Hal ini menjelaskan bahwa pengetahuan dapat dimiliki seseorang apabila seseorang itu mau dan berkeinginan untuk menemukan dan mencari ilmu-ilmu baru secara mandiri.

Strategi pembelajaran inquiry merupakan susunan kegiatan yang dilakukan siswa dalam proses analisis untuk menemukan sendiri jawaban atau solusi yang sedang dibahas.

Dalam strategi inquiry, guru harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :

  • Orientasi terhadap pengembangan intelektual

Salah satu tujuan umum diterapkannya model inquiry ialah untuk pengembangan siswa dalam berpikir kritis.

Maka strategi belajar ini tidak hanya berorientasi kepada hasil belajar siswa, tetapi juga berorientasi dalam proses pembelajarannya.

Dalam pembelajaran inquiry ini, keberhasilan siswa dilihat dari pemahaman dan aktivitas siswa dalam menemukan dan memecahkan sesuatu.

  • Prinsip Interaksi

Tidak dipungkiri lagi bahwasanya dalam kegiatan belajar mengajar pasti didasari oleh interaksi antara guru dengan siswa atau siswa dengan siswa.

Dikatakan prinsip interaksi berarti peran guru disini sebagai pengarah dan mengatur interaksi sesama siswa.

Guru juga membimbing siswa dalam pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui interaksi yang dilakukan antar siswa.

  • Prinsip bertanya

Salah satu peran guru dalam kegiatan pembelajaran inquiry ialah guru berperan sebagai penanya.

Melalui pertanyaan yang diajukan guru, siswa akan mulai aktif berpikir untuk menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan.

Guru juga harus menguasai teknik bertanya seperti bertanya untuk sekedar menguji kemampuan siswa, atau bertanya untuk mengundang perhatian siswa.

  • Prinsip belajar untuk berpikir

Kegiatan belajar bukan hanya sekedar kemampuan mengingat ataupun menghafal. Tetapi belajar juga memerlukan proses berpikir.

Proses berpikir ialah memanfaatkan kemampuan kerja otak secara maksimal. Jadi belajar perlu didukung oleh pemikiran yang logis dan rasional.

Hal ini akan menimbulkan proses belajar yang menyenangkan dan berjalan dengan baik dan lancar.

  • Prinsip keterbukaan

Dalam proses belajar, diperlukan kebebasan dalam hal mencari tahu tentang sesuatu. Guru membebaskan siswa menggunakan kemampuan logikanya.

Untuk itu, guru bertugas memberi kesempatan kepada siswa untuk membuktikan hipotesis yang sedang dipelajarinya.

2. Menemukan Jawaban

Menemukan Jawaban

Disini guru tidak menjadi sumber utama dalam kegiatan belajar mengajar. Tetapi guru lebih berperan sebagai motivator dan fasilitator untuk siswa.

Syarat utama guru dalam penerapan model inquiry ialah guru harus menguasai teknik bertanya kepada siswa sebagai bentuk dari uji kemampuan siswa.

Guru juga harus membimbing dan memberi kemudahan bagi siswa dalam kegiatan mencari tahu jawabannya sendiri.

3. Berpikir Sistematis

Berpikir Sistematis

Berpikir secara logis, kritis serta sistematis merupakan bagian dalam proses mental.

Siswa tidak hanya dituntut dalam penguasaan materi saja, melainkan dituntut mengasah potensi yang dimilikinya.

Langkah atau Sintaks Model Pembelajaran Inquiry

NoLangkah atau Sintaks Model Pembelajaran Inquiry
1Orientasi
2Rumusan masalah
3Rumusan Hipotesis
4Definisi
5Eksplorasi
6Pembuktian

Berikut langkah-langkah penerapan model pembelajaran inquiry:

1. Orientasi

Orientasi

Awal mulanya, guru diharuskan menciptakan suasana yang menyenangkan ketika akan memulai pembelajaran model inquiry ini.

Selanjutnya guru memberi informasi kepada siswa mengenai materi yang akan dibahas serta tujuan yang akan dicapai oleh siswa.

Kemudian guru mempersiapkan siswa untuk memulai model pembelajaran inquiry.

Pada tahap orientasi ini ada beberapa hal yang dilakukan, diantaranya :

  • Penjelasan terkait tujuan, topik, serta hasil yang dimaksudkan agar dapat dicapai oleh siswa
  • Penjelasan tentang pokok – pokok yang harus dilakukan siswa dalam penerapan model pembelajaran inquiry.
  • Penjelasan mengenai pentingnya topik dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini sebagai bentuk motivasi kepada siswa.

2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah

Dalam kegiatan ini, guru memberikan suatu permasalahan yang nantinya akan dipecahkan oleh siswa.

Agar lebih menarik perhatian siswa, biasanya guru memberi permasalahan dalam bentuk teka-teki.

Sehingga rasa ingin tahu siswa tinggi dan tertarik dalam penyelesaian teka-teki tersebut.

Ini juga merupakan salah satu tantangan bagi siswa untuk mencari dan merumuskan jawaban terkait masalah yang sedang dipelajari.

Siswa dituntut untuk merumuskan masalah, kesadaran terhadap masalah yang sedang dikaji, serta memahami pentingnya suatu permasalahan yang dipelajari.

Hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan masalah, yaitu :

  • Sebaiknya rumusan masalah dibuat sendiri oleh siswa. Sedangkan guru bertugas memberikan topik yang akan dibahas oleh siswa.
  • Rumusan masalah yang dikaji haruslah menarik, penuh teka-teki dan memiliki jawaban yang pasti.
  • Konsep yang terdapat dalam rumusan masalah harus diketahui oleh siswa.

Guru memotivasi siswanya untuk mencari tahu dan mendapatkan jawaban dari rumusan masalah secara pasti.

Sebelum siswa mengkaji suatu permasalahan, siswa harus memiliki pemahaman tentang konsep yang sedang dirumuskan.

Dengan begitu, penerapan model inquiry ini bisa berjalan dengan baik.

3. Rumusan Hipotesis

Rumusan Hipotesis

Pada kegiatan ini, siswa diarahkan guru untuk berlatih membuat rumusan hipotesis dari apa yang sudah disaksikannya.

Rumusan hipotesis yang dibuat oleh siswa belum teruji kebenarannya. Hal itu membuat guru mendorong siswa agar mengungkapkan hasil hipotesisnya.

Selanjutnya, guru meminta dugaan sementara (hipotesis)  siswa yang nantinya akan dikaji bersama-sama.

Dalam hal ini, siswa dituntut untuk mengumpulkan data yang diperoleh mengenai hipotesis yang sedang dibahas.

4. Definisi

Definisi

Pada pembelajaran inquiry tahap ini, kemampuan berpikir kritis dan ketekunan siswa sangat dibutuhkan.

Setelah siswa melakukan rumusan hipotesis, selanjutnya siswa diminta oleh guru untuk mencari data pendukung.

Hal ini dimaksudkan sebagai pembuktian dan pengujian tentang hipotesis yang sedang dibahas oleh siswa.

5. Eksplorasi

Eksplorasi

Setelah data terkumpul, siswa melakukan pengujian tentang benar atau salah terkait hipotesis yang sedang dibahas.

Kebenaran jawaban siswa harus berdasarkan bukti yang ada.

6. Pembuktian

Pembuktian

Kegiatan mendeskripsikan hasil pengujian hipotesis berdasarkan hasil temuan siswa, dengan maksud untuk membuat kesimpulan yang akurat dan maksimal.

Guru sebaiknya memberi masukan terkait kebenaran dari apa yang sedang dipelajari siswa.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan dan Kekurangan

1. Kelebihan

Sanjaya (2006) mengungkapkan beberapa keunggulan dari proses pembelajaran inquiry (inquiry learning), diantaranya :

  • Aspek kognitif, psikomotor sangat ditekankan secara seimbang. Sehingga penerapan pembelajaran model inquiry dianggap lebih berwarna.
  • Model pembelajaran inquiry memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyesuaikan dengan gaya belajar pada masing-masing siswa.
  • Model inquiry dianggap cocok dengan pengembangan aspek psikologi dalam diri siswa.
  • Dapat lebih meningkatkan prestasi belajar siswa yang kemampuannya diatas rata-rata.

Hal ini biasanya ditandai dengan adanya perilaku yang lebih positif yang disebabkan oleh pengalaman belajar.

Sebab, siswa yang memiliki kemampuan bagus menganggap tidak akan terhambat oleh siswa yang kemampuannya lemah.

Model pembelajaran inquiry memberi peluang siswa dalam pencarian ilmu baru dan mampu menyelesaikan suatu permasalahan secara mandiri.

Hal ini tentu sangat berguna bagi kehidupan siswa kedepannya.

2. Kekurangan

  • Dalam penerapan model pembelajaran inquiry ini, guru lebih sulit dalam mengatur kegiatan dan keberhasilan siswa selama proses pembelajaran.
  • Dalam pengimplikasian model pembelajaran inquiry dianggap memakan waktu yang cukup lama, sehingga guru akan berpikir  sebelum menerapkan model pembelajaran inquiry ini.
  • Dengan menggunakan model pembelajaran inquiry, kriteria keberhasilan siswa ditentukan oleh pemahaman siswa terhadap materi.
  • Model pembelajaran inquiry dianggap lebih mementingkan proses pemahaman materi, tetapi kurang memperhatikan sikap dan keterampilan siswa.

Dengan kritik itu, maka penerapan model pembelajaran inquiry tidak bisa mencapai hasil yang memuaskan dan dianggap mengecewakan.

Melihat beberapa kelemahan diatas, pendidik diharuskan agar benar-benar menguasai konsep materi dan bertugas untuk selalu memberi motivasi kepada siswa.

Guru tidak sepenuhnya membiarkan siswa untuk mencari materinya sendiri. Tetapi guru menyesuaikan dengan kondisi belajar siswa.

Kesimpulan

Pada dasarnya, penerapan model pembelajaran inquiry ini mengacu pada proses pemahaman mandiri siswa.

Model ini menekankan kepada siswa untuk mengasah kemampuannya secara maksimal. Disini siswa berperan sebagai subjek belajar.

Siswa akan belajar hal baru yang belum diketahui sebelumnya. Guru hanya berperan sebagai fasilitator dan motivator.

Maka dari itu perlu adanya intruksi dari guru yang diberikan kepada siswa. Sehingga siswa bisa mulai mencari pemahaman nya sendiri.

Pemahaman dilakukan melalui kegiatan menemukan dan  mencari sendiri jawaban atas materi yang sedang dipelajarinya.

Guru tidak memberi materi pelajaran secara langsung. Melainkan hanya memberi topik yang nantinya akan dibahas oleh siswa secara mandiri.

Penerapan model pembelajaran inquiry sangat meningkatkan rasa percaya diri siswa. Sehingga siswa lebih termotivasi dan lebih semangat dalam belajar.

Apa itu model pembelajaran inquiry?

model pembelajaran inquiry adalah sebuah metode pembelajaran yang mendorong siswanya untuk berpikir kritis dan menemukan serta merumuskan sendiri penemuannya.

Apa manfaat dalam model pembelajaran inquiry?

model pembelajaran ini dapat disesuaikan dengan berbagai gaya belajar siswa, meningkatkan kemampuan belajar siswa serta mengembangkan aspek psikologi siswa.

Apa kelemahan dari model pembelajaran inquiry?

Dalam penerapan model pembelajaran inquiry ini, guru lebih sulit dalam mengatur kegiatan dan keberhasilan siswa selama proses pembelajaran.

Penutup

Nah, pada artikel ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para guru yang sedang atau akan menerapkan model pembelajaran inquiry.

Sebab, dengan penerapan model inquiry (inquiry learning) ini guru bisa melatih siswa untuk belajar mandiri dan pembelajaran tidak selalu berpusat pada guru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Kalau ada sesuatu yang ingin ditanya, silakan tinggalkan komentar atau hubungi melalui Halaman Kontak yang tersedia