Model Pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning)

Model Pembelajaran CTL
Metode pembelajaran CTL ini akan membantu peserta didik memiliki pengalaman melalui apa yang telah dipelajarinya terutama yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Berikut penjelasan lengkapnya

Ketika dalam suatu pembelajaran berorientasi kepada pemahaman materi saja, dapat dipungkiri bahwa kemampuan mengingat peserta didik terhadap materi akan jauh lebih pendek.

Maka dari itu perlu diterapkannya model pembelajaran kontekstual yang mengaitkan antara materi dengan kehidupan sehari-hari.

Salah satu model pembelajaran tipe kontekstual ini adalah model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning).

Untuk lebih jelasnya mengenai model pembelajaran CTL, simak artikel dibawah ini.

Pengertian Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning

Pengertian model pembelajaran Contextual Teaching and Learning
Model pembelajaran CTL (contextual teaching and learning) merupakan model pembelajaran yang mengaitkan antara materi yang sedang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari.

Hal ini dimaksudkan untuk menyemangati peserta didik dalam mengkaitkan antara ilmu pengetahuan yang telah didapat terhadap penerapannya pada kehidupan dunia nyata.

Dalam penerapan model CTL ini,  pendidik bertugas membantu peserta didiknya dalam pencapaian tujuan pembelajaran.Pendidik lebih fokus pada strategi pembelajaran dari pada pemberian informasi.

Selain itu, tugas pendidik sebagai pengelola kelas dan membentuk sebuah kelompok yang nantinya akan bekerja sama dan berdiskusi dalam menyelesaikan penugasan yang diberikan oleh pendidik.

Dengan konteks tersebut, strategi yang digunakan pendidik merupakan rencana yang akan dilaksanakan bersama peserta didiknya.

Model ini bisa dikatakan lebih menekankan dan menitikberatkan pada skenario pembelajaran.

Menurut Para Ahli

Untuk mempelajari lebih lanjut terkait model pembelajaran CTL  (Contextual Teaching and Learning), simak beberapa penjelasan para ahli berikut :

1. Sanjaya (2006)

Model pembelajaran CTL merupakan model pembelajaran yang melibatkan atau menuntut peserta didik secara penuh dalam menemukan materi yang sedang dibahas.

Materi yang telah dipelajari oleh peserta didik diharapkan dapat menerapkan pada kehidupan nyata.

2. Blanchard (Trianto, 2007)

Model pembelajaran CTL ialah kegiatan belajar yang terjadi apabila peserta didik mampu menerapkan apa yang telah diajarkan yang mengacu pada di dunia nyata.

3. Muslich (2007)

Model pembelajaran CTL merupakan salah satu model pembelajaran kontruktivisme yaitu proses belajar yang menitikberatkan keterampilan baru terhadap beberapa fakta di dunia nyata.

4. Jonhson

Model pembelajaran CTL merupakan model pembelajaran yang bertujuan untuk mendorong peserta didik agar menghubungkan subjek akademik dengan konteks kehidupan sehari – hari.

Model Pembelajaran Lainnya:

Tujuan Model CTL (Contextual Teaching and Learning)

Tujuan model CTL

Dari penerapan model pembelajaran CTL terdapat beberapa tujuan diantaranya sebagai berikut :

  1. Untuk memotivasi peserta didik dalam memahami suatu materi pelajaran.
  2. Agar pembelajaran tidak hanya sebatas menghafal materi, tetapi harus disertai dengan pemahaman dari materi tersebut.
  3. Mode pembelajaran ini akan mengembangkan minat peserta didik melalui konteks pengalaman yang telah didapat.
  4. Untuk melatih pemikiran kritis siswa sehingga dapat menemukan atau menciptakan sesuatu yang nantinya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain.
  5. Untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan produktif.
  6. Mengajak peserta didik untuk aktif dalam mengaitkan materi pembelajaran yang telah dibahas dengan pengimplikasiannya pada kehidupan sehari-hari.
  7. Peserta didik secara individu dapat memperoleh informasi secara kompleks dan peserta didik dapat mengklaim bahwa infomasi tersebut ditemukannya sendiri.

Sistem CTL (Contextual Teaching and Learning)

NoSistem CTL (Contextual Teaching and Learning)
1CTL menggambarkan prinsip saling ketergantungan
2CTL menggambarkan prinsip Berdiferensiasi
3CTL mengambarkan prinsip pengorganisasian diri

JONHSON (2004) menyebutkan tiga sistem yang terdapat dalam model pembelajaran CTL, antara lain :

1. CTL Menggambarkan Prinsip Saling Ketergantungan

 CTL menggambarkan prinsip saling ketergantungan

Saling ketergantungan yang dimaksud ialah saat peserta didik sedang bergabung dalam kegiatan pemecahan masalah, dan pada saat pendidik sedang mengadakan pertemuan.

Hal ini menunjukkan bahwa ketika subjek yang berbeda tersebut akan dihubungkan, dan pada saat itu pula tergabungnya antara sekolah dengan dunia bisnis.

2. CTL Menggambarkan Prinsip Berdiferensiasi

CTL menggambarkan prinsip Berdiferensiasi

Pada saat model pembelajaran CTL menentang peserta didik dalam berbagai hal.

Hal tersebut diantaranya saling menghormati perbedaan, menghormati masing-masing keunikan dan menghormati untuk menjadi kreatif.

Selain itu saling bekerja sama untuk menghasilkan suatu gagasan dan ilmu baru yang berbeda. Demikianlah tanda kemantapan dan kekuatan.

3. CTL Mengambarkan Prinsip Pengorganisasian Diri

CTL mengambarkan prinsip pengorganisasian diri

Pengorganisasian diri dapat dilihat dari peserta didik dalam hal menemukan dan mencari kemampuan minat mereka yang berbeda.

Selain itu berperan dalam kegiatan-kegiatan yang berpusat kepada peserta didik.

Komponen-komponen Model Pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning)

Komponen-komponen model pembelajaran CTL
NoKomponen-komponen model pembelajaran CTL
1Kontruktivisme
2Inquiry
3Masyarakat Belajar
4Pemodelan
5Refleksi
6Penilaian nyata

Beberapa komponen yang ada ketika menerapkan model pembelajaran CTL antara lain :

1. Kontruktivisme

Kontruktivisme merupakan sebuah kegiatan yang membangun pengetahuan baru kepada peserta didik dalam struktur kognitif berdasarkan pengalaman.

Kegiatan pembelajaran ini harus dirancang menjadi suatu proses mengkontruksi bukan hanya menerima pengetahuan saja.

2. Inquiry

Inquiry merupakan kegiatan pembelajaran yang berdasarkan kegiatan pencarian dan penemuan peserta didik melalui proses berpikir yang secara sistematis.

Hal ini juga merupkan salah satu proses pemindahan dari sebuah pengamatan menjadi pengetahuan pemahaman sehingga peserta didik menggunakan keterampilan berpikir kritisnya.

Adapun langkah-lagkahnya dalam proses inquiry ini, antara lain :

  1. Merumuskan suatu masalah
  2. Mengajukan sebuah hipotesis
  3. Mengumpulkan data-data
  4. Menguji hipotesis
  5. Membuat kesimpulan dan evaluasi
  6. Bertanya

Kegiatan bertanya ini merupakan salah satu bagian inti dari kegiatan pembelajaran sehingga peserta didik dapat menemukan pengetahuannya.

3. Masyarakat Belajar

Dalam masyarakat belajar ini, pemerolehan pengetahuan dan pengalaman peserta didik dibentuk melalui komunikasi dan interaksi dengan orang lain.

4. Pemodelan

Kegiatan pembelajaran dengan cara memperagakan contoh yang nantinya akan ditiru oleh para peserta didik.

5. Refleksi

Pengalaman yang sudah dipelajari dengan cara mengevaluasi atau meninjau kembali kejadian dan peristiwa pembelajaran.

Hal ini dilakukan agar mendapat pemahaman yang telah dicapai oleh peserta didik, baik itu bersifat positif maupun bersifat negatif.

6. Penilaian nyata

Suatu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dalam rangka mengumpulkan informasi mengenai hasil perkembangan belajar peserta didik.

Langkah-Langkah atau Sintaks Model CTL (Contextual Teaching and Learning)

Langkah-Langkah atau Sintaks Model CTL
NoLangkah-Langkah atau Sintaks Model CTL
1Modeling
2Pengidentifikasian, Analisis, Observasi, Hipotesis
3Questioning
4Learning community
5Constructivisme
6Reflection
7Authentic Assessment

Terdapat langkah penerapan model pembelajaran CTL, seperti berikut:

1. Modeling

Pada langkah modeling meliputi pemberian informasi terkait kompetensi dan tujuan, serta bimbingan dan motivasi.

Tekankan kepada peserta didik bahwa dengan belajar secara mandiri mereka akan jauh lebih paham terkait materi yang sedang dipelajari.

Selain itu agar lebih paham, peserta didik bisa melakukan kegiatan mengkontruksi ide-ide secara mandiri dan menemukan ilmu secara mandiri.

2. Pengidentifikasian, Analisis, Observasi, Hipotesis

Peserta didik melakukan berbagai kegiatan mulai dari menganalisis, observasi, dan hipotesis untuk berbagai konsep dan teori.

3. Questioning

Pada tahap ini meliputi pengarahan, menuntun, eksplorasi, generalisasi, inquiry dan evaluasi. Timbulkan rasa keingintahuan peserta didik dengan metode bertanya.

4. Learning community

Kegiatan yang dilakukan ialah belajar kelompok. Peserta didik diarahkan untuk berdiskusi dan bekerja sama dalam melakukan berbagai macam kegiatan penelitian.

5. Constructivisme

Tahap ini meliputi pembuatan pengertian secara mandiri, mengkontruksi teori dan pemahaman.

6. Reflection

Pendidik meminta peserta didiknya agar mengulas dan merangkum materi pada akhir pertemuan.

7. Authentic Assessment

Ini merupakan akhir dalam kegiatan pembelajaran. Peserta didik dinilai secara objektif agar peserta didik dapat mengembangkan kompetensi yang telah disampaikan dalam kegiatan belajar mengajar.

Elemen Kontekstual CTL (Contextual Teaching and Learning)

NoElemen Kontekstual CTL
1Memperoleh Standar yang Tinggi
2Melangsungkan hubungan yang berfaedah
3Melaksanakan Aktivitas yang Bermanfaat
4Belajar Secara Mandiri
5Kolaborasi Antar Siswa
6Berpikir Kritis dan Kreatif
7Memakai Penilaian yang Orisinal
8Membimbing Kepribadian Siswa

Berikut ini elemen yang ada dalam penerapan model CTL:

1. Memperoleh Standar yang Tinggi

Memperoleh Standar yang Tinggi

Model pembelajaran ini dirancang agar peserta didik dapat meningkatkan kemampuannya secara maksimal dan mampu meraih kemampuan tertinggi.

Karena setiap peserta didik pasti memiliki kinerja dan potensi yang harus dikembangkan melalui bimbingan dari pendidik.

2. Melangsungkan Hubungan yang Berfaedah

Melangsungkan hubungan yang berfaedah

Ketika peserta didik dapat menangkap materi yang sedang dibahas, peserta didik pasti akan menanggap kegiatan belajar itu sangat berarti.

Hal ini memberi manfaat peserta didik agar bisa lebih menonjolkan keterampilan dalam penyelesaian masalah.

3. Melaksanakan Aktivitas yang Bermanfaat

Melaksanakan Aktivitas yang Bermanfaat

Dalam penerapan model pembelajaran CTL ini, diwajibkan setiap kegiatan pembelajaran yang ada dikelas harus bermakna dan bermanfaat bagi peserta didiknya.

Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat menghubungkan antara materi akademik dengan pengalaman pribadinya.

4. Belajar Secara Mandiri

Belajar Secara Mandiri

Belajar secara mandiri bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengatur gaya belajar ala mereka sendiri.

Kegiatan belajar mandiri ini juga menghubungkan antara kegiatan siswa dengan kehidupannya sehari-hari.

5. Kolaborasi Antar Siswa

Kolaborasi Antar Siswa

Pendidik mengarahkan peserta didiknya untuk aktif dalam kegiatan berdiskusi. Serta membantu peserta didik untuk memahami bagaimana cara agar terjalinnya komunikasi yang baik.

6. Berpikir Kritis dan Kreatif

Berpikir Kritis dan Kreatif

Model pembelajaran ini sangat membantu dan melatih siswa untuk berpikir secara kritis dan kreatif.

Berpikir kritis merupakan bentuk pemikiran yang teratur dan sistematis untuk mengambil keputusan.

Sedangkan berpikir kreatif merupakan kegiatan berpikir untuk meningkatkan rasa, perasaan dan pemahaman dalam membuat suatu karya.

7. Memakai Penilaian yang Orisinal

Memakai Penilaian yang Orisinal

Penilaian ini mengharuskan peserta didik agar mempraktekan pengetahuan serta keterampilan akademiknya dalam kehidupan nyata yang berfungsi untuk penyelesaian masalah.

Penilaian orsinal juga menuntut peserta didik dalam menunjukkan hasil terbaik mereka setelah belajar.

8. Membimbing Kepribadian Siswa

Membimbing Kepribadian Siswa

Dalam penerapan belajar model ini, peserta didik tidak hanya meningkatkan intelektualnya.

Peserta didik juga bisa meningkatkan kepribadiannya yang mencakup motivasi, sikap, disiplin, dll.

Dalam model ini, guru bertugas untuk membimbing peserta didik selama melakukan kegiatan dalam mencari bakat sesuai kemampuannya.

Strategi yang ada dalam model pembelajaran CTL  (Contextual Teaching and Learning)

  • Pembelajaran berbasis masalah

Dengan memberikan suatu permasalahan, peserta didik ditantang untuk berpikir kritis dalam pemecahan masalah.

  • Menggunakan konteks yang beragam

Dalam model pembelajaran CTL, pendidik memberikan konteks yang beragam agar hasil belajar yang diperoleh peserta didik menjadi berkualitas.

  • Mempertimbangkan kebhinekaan peserta didik

Pendidik mengayomi setiap perbedaan yang dimiliki oleh individu.

  • Memberdayakan peserta didik untuk belajar mandiri

Peserta didik diarahkan untuk menguasai cara belajar secara mandiri.

  • Belajar melalui kolaborasi

Dalam sebuah kegiatan, pasti ada peserta didik yang lebih menonjol dari pada teman-temannya. Hal ini dapat digunakan sebagai fasilitator dalam sebuah kelompok.

  • Menggunakan penelitian autentik

Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran sudah berlangsung secara kontekstual dan memberi peluang kepada peserta didik agar dapat mengembangkan potensi yang telah dimilikinya.

  • Mengejar standar tinggi

Menentukan kompetensi kelulusan peserta didik dari waktu ke waktu dan hendaknya melakukan study banding ke berbagai sekolah dalam negeri maupun sekolah luar negeri.

Ciri kelas yang Menggunakan Pendekatan CTL

Ciri kelas yang Menggunakan Pendekatan CTL
  1. Kerja sama dan saling menunjang
  2. Pengalaman nyata
  3. Pembelajaran terintegrasi
  4. Peserta didik yang aktif dan kreatif
  5. Mengenangkan, tidak membosankan
  6. Pendidik yang kreatif

Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran CTL

Dalam semua jenis penerapan model pembelajaran, tentunya ada suatu kekurangan dan kelebihannya. Di bawah ini akan menguraikan penjalasan terkait kelebihan dan kekurangan model CTL :

1. Kelebihan

Kelebihan
  • Memberi peluang kepada peserta didik agar terus maju sesuai kinerja dan potensi yang dimiliki, sehingga peserta didik tergerak aktif dalam kegiatan pembelajaran.
  • Mengasah kemampuan siswa dalam berpikir kreatif serta kritis dalam kegiatan pengumpulan data.
  • Mendorong peserta didik serta menyadarkan mereka terkait apa yang sudah mereka bahas dan pelajari dalam kegiatan belajar ini.
  • Informasi dipilih berdasarkan kebutuhan peserta didik sehingga tidak ditentukan oleh pendidik.
  • Membantu peserta didik agar aktif dalam sebuah diskusi kelompok.
  • Terbentuknya kerjasama yang baik dengan sesama individu maupun dengan kelompok.

Selain itu, dalam model pembelajaran ini, peserta didik juga dapat memahami suatu isu dalam proses pemecahan masalah.

Sehingga materi yang telah didapat para siswa kemudian diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui hal tersebut, peserta didik akan memperoleh keterampilan serta pengetahuan yang secara reflek dapat diterapkan untuk permasalahan lainnya.

2. Kekurangan

Kekurangan
  • Waktu yang diperlukan dalam proses belajar mengajar ini lumayan lama, yang mengakibatkan kegiatan belajar menjadi tidak efesien.
  • Dalam penerapan model pembelajaran CTL ini, kemampuan setiap individu akan terlihat antara peserta didik yang mempunyai kemampuan belajar tinggi dan peserta didik yang berkemampuan rendah.
  • Ketika dalam penerapan model pembelajaran CTL ini terdapat peserta didik yang tertinggal, maka akan sulit baginya untuk mengejar ketertinggalan itu.
  • Tidak semua peserta didik dengan mudah menyesuaikan kemampuannya dalam kegiatan belajar yang menerapkan model pembelajaran CTL ini.
  • Setiap peserta didik akan mendapat pengetahuan yang berbeda-beda dan tentunya tidak merata.
  • Pendidik tidak berperan penting ketika penerapan model CTL ini. Pendidik hanya bertugas sebagai pembimbing dan pengarah karena menuntut peserta didik untuk aktif mencari pengetahuan sendiri.

Ketika pemilihan informasi itu didasarkan pada kebutuhan peserta didik di kelas, padahal masing-masing peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda-beda.

Hal ini menyulitkan pendidik dalam hal penentuan materi pelajaran. Sebab pendidik juga mengetahui bahwa tingkat pencapaian setiap peserta didik tersebut pasti berbeda-beda.

Hal ini akan menimbulkan rasa tidak percaya diri bagi peserta didik yang memiliki kemampuan rendah dalam memahami materi.

Karena model pembelajaran ini bergantung dari keaktifan serta hasil belajar peserta didik yang baik.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) ini merupakan model pembelajaran kontekstual yang memfokuskan pemahaman peserta didik.

Dalam kegiatan pembelajaran bukan hanya sekedar hafalan materi saja, tetapi pengembangan minat dan pengalaman peserta didik juga diutamakan.

Dengan penerapan model pembelajaran CTL ini, diharapkan peserta didik mampu terampil dan berpikir secara kritis agar dapat menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.

Agar penerapan model pembelajaran CTL  (Contextual Teaching and Learning) ini dapat lebih bermakna dan produktif.

Yang banyak ditanyakan:

Apa itu model pembelajaran CTL?

Model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) ini merupakan model pembelajaran kontekstual yang memfokuskan pemahaman peserta didik.

Apa kelebihan dari model pembelajaran CTL?

dalam model pembelajaran ini, peserta didik dapat memahami suatu isu dalam proses pemecahan masalah.
Sehingga materi yang telah didapat para siswa kemudian diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Apa kelemahan dari model pembelajaran CTL?

Sulitnya pendidik dalam menentukan materi pelajaran karena pendidik juga mengetahui bahwa tingkat pencapaian setiap peserta didik tersebut pasti berbeda-beda.

Penutup

Demikian penjelasan terkait penerapan model pembelajaran  CTL  (Contextual Teaching and Learning).

Penerapan salah satu model pembelajaran yang kontekstual ini diharapkan siswa meraih keberhasilan dan hasil yang maksimal selama kegiatan belajar mengajar.

Hal itu disebabkan oleh cara pemodelan, menemukan, penyusunan ide-ide baru berdasarkan pengalaman, serta refleksi.

Pendidik diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, bervariasi, menarik, serta tidak membosankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Kalau ada sesuatu yang ingin ditanya, silakan tinggalkan komentar atau hubungi melalui Halaman Kontak yang tersedia