Model Pembelajaran k13

Model Pembelajaran k13
Model pembelajaran k13 adalah seperangkat metode pembelajaran yang memuat berbagai model pembelajaran. Berikut rinciannya

Pembelajaran merupakan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi para peserta didik. Potensi peserta didik yang meliputi potensi keterampilan, pengetahuan serta sikap.

Melalui kegiatan pembelajaran, diharapkan peserta didik dapat meningkatkan dan mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Sebab, potensi sangat diperlukan bagi setiap individu untuk kehidupannya sehari-hari. Baik itu dalam lingkup sekolah, keluarga maupun lingkup masyarakat.

Penguraian k13

Model pembelajaran k13 merupakan susunan model pembelajaran yang digunakan dalam penerapan pembelajaran. Metode ini dibuat secara terstruktur sehingga tujuan sebuah pembelajaran dapat tercapai.

Menurut Arends model pembelajaran adalah salah satu teknik atau alur yang digunakan untuk panduan pendidik dalam penyusunan strategi sampai penerapannya pada pembelajaran dikelas.

5 Macam Landasan Kenapa Disebut Sebagai Model Pembelajaran:

No5 Macam Landasan Kenapa Disebut Sebagai Model Pembelajaran:
1Sintaks
2Social System
3Principles of Reaction
4Support System
5Instructional dan Nurturant Effects

Berikut adalah 5 macam alasan kenapa disebut sebagai model pembelajaran:

1. Sintaks

Sintaks

Sintaks merupakan panduan atau langkah-langkah dari kegiatan pembelajaran.

2. Social System

Social System

Social sistem merupakan keadaan lingkungan sekitar dimana terdapat kegiatan belajar mengajar.

3. Principles of Reaction

Principles of Reaction

Principles of reaction merupakan pengilustrasian suatu cara yang harus dipahami oleh pendidik dalam melihat, melakukan dan merespon peserta didik.

4. Support System

Support System

Support system merupakan fasilitas yang terdapat dalam kegiatan pembelajaran yang digunakan sebagai pendukung belajar, seperti situasi belajar, sarana, alat dan juga bahan.

5. Instructional dan Nurturant Effects

Instructional dan Nurturant Effects

Instructional dan nurturant effects merupakan pemerolehan hasil dari kegiatan belajar yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Model Pembelajaran dalam Kurikulum 2013

Pada model pembelajaran K13 yang diterapkan pada sekolah-sekolah, Kini ada tiga model pembelajaran yang sering diterapkan yang dapat mendukung dalam kegiatan belajar mengajar.

Hal ini berdasarkan pada Permendikbud No. 103 Tahun 2014, yang mempunyai sebuah visi yaitu agar peserta didik dapat berkembang dan memiliki karakter saintifik, perilaku sosial serta rasa ingin tahu.

Berikut model pembelajaran yang ada di k13:

  1. Project based learning
  2. Problem Based Learning
  3. Penemuan (Discovery Learning)
  4. NHT (Number Head Together)
  5. TPS (Think Pair Share)
  6. TSTS (Two Stay and Two Stray)
  7. Jigsaw
  8. Picture and Picture
  9. GI (Group Investigation)

Model Pembelajaran Lainnya:

Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan Pembelajaran

Terdapat pula sarana lain yang dapat digunakan oleh pendidik untuk mendukung kegiatan pembelajaran pada K13, diantaranya sebagai berikut :

1. Pendekatan Berbasis Genre (Genre Based Approach)

Genre Based Approach merupakan pendekatan belajar yang nantinya dapat membantu peserta didik dalam mempelajari sebuah bahasa, serta berkomunikasi yang melalui keterampilan berbahasa.

2. Contextual Teaching and Learning (CTL)

Contextual Teaching and Learning merupakan kegiatan belajar dengan pengalaman secara langsung. Kegiatan belajar ini memerlukan keterlibatan peserta didik secara aktif dalam mencari materi yang sedang dipelajari.

3. Pendekatan Matematika Realistik (Realistic Mathematic Education)

Pendekatan Matematika Realistik merupakan kegiatan nyata yang dilakukan oleh peserta didik dalam menemukan kembali terkait konsep dan ide yang dilakukan melalui eksplorasi masalah nyata.

Metode Pembelajaran

NoMetode Pembelajaran
1Diskusi
2Metode Eksperimen
3Demonstrasi
4Metode Simulasi

Sebagai pendukung dalam kegiatan pembelajaran ada juga sarana/alat lain selain model pembelajaran dan pendekatan pembelajaran.

Metode pembelajaran merupakan strategi yang dipakai untuk penerapan model belajar yang telah dibuat dalam bentuk kegiatan nyata dan efektif.

Hal ini bertujuan agar tercapainya tujuan dalam pembelajaran. Metode pembelajaran sendiri, terdiri dari :

1. Diskusi

Diskusi

Metode diskusi ini ialah metode yang mengarahkan peserta didik kepada suatu masalah yang nantinya harus mencari sebuah solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Tujuan umum yang ada dalam kegiatan diskusi ini antara lain digunakan sebagai penyelesaian masalah, menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan, serta membuat keputusan.

2. Metode Eksperimen

Metode Eksperimen

Pada metode eksperimen ini merupakan kegiatan belajar peserta didik dengan melakukan sebuah percobaan mengenai sesuatu dan mengamati setiap tahapan atau prosesnya.

3. Demonstrasi

 Demonstrasi

Metode demosnstrasi ialah teknik mengajar yang mempraktekkan kejadian, aturan, atau barang dalam suatu kegiatan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

4. Metode Simulasi

Metode Simulasi

Metode simulasi merupakan sebuah bentuk kegiatan pelatihan dengan menirukan sesuatu yang mirip dengan bentuk aslinya.

Dalam kegiatan belajar, simulasi dikatakan sebagai pengalaman belajar untuk memahami sebuah prinsip dan konsep dalam bentuk tiruan.

Kelebihan dan kekurangan Model Pembelajaran K13

Kelebihan dan kekurangan Model Pembelajaran K13

1. Kelebihan

Kelebihan Model pembelajaran bagi pendidik antara lain :

  • Pada model pembelajaran K13 ini, penilaian dilakukan dengan mencakup aspek afektif, aspek kognitif, dan aspek psikomotor yang sesuai dengan proporsi.
  • Sudah terdapat pedoman-pedoman yang sangat jelas bagi pendidik dalam melakukan kegiatan belajar.
  • Dalam model pembelajaran K13 ini pendidik berperan aktif sebagai fasilitator bagi peserta didiknya.
  • Dengan diterapkannya model pembelajaran K13 ini, pendidik diharapkan dapat meningkatkan kreativitasnya dalam mengajar.
  • Sekolah nantinya akan mendapat koordinasi beserta supervise dari daerah dan akan mendapat pendampingan dari pusat.
  • Manajemen sekolah menjadi efesien, seperti adanya buku-buku yang telah disiapkan oleh pihak pusat.
  • Dalam model pembelajaran K13, penilaian diarahkan pada standar kompetensi, meliputi keterampilan, sikap, serta pengetahuan yang secara proposional.
  • Perkembangan kompetensi akan lebih banyak dibutuhkan, yang mencakup metodologi pembelajaran yang aktif, kewirausahaan, pendidkan karakter dan skill.
  • Terdapat kompetensi yang tepat dengan tujuan pendidikan nasional dan kompetesi yang tepat dengan tuntutan suatu fungsi.
  • Yang dimaksud kompetensi dalam pembelajaran K13 yaitu mendeskripsikan pengetahuan, keterampilan dan sikap.
  • Dapat meningkatkan semangat serta memberi motivasi kepada pendidik dalam kegiatan mengajar, yang meliputi pedagogi, personal dan sosial, serta peningkatan kompetensi.

Sedangkan kelebihan model pembelajaran K13 bagi peserta didik ialah sebagai berikut :

  • Peserta didik diarahkan untuk lebih meningkatkan keaktifannya, kreativitas nya, serta inovatif dalam kegiatan belajar. Hal ini dimksudkan agar peserta didik mampu menyelesaikan masalah yang terjadi di sekolah.
  • Penilaian belajar peserta didik mencakup semua aspek pembelajaran. Nilai peserta didik tidak ditetapkan hanya berdasarkan nilai dari ujian saja.

Namun nilai peserta didik juga diambil dari nilai praktek, Aspek sikap, kesopanan beserta religi, dan lain-lain.

  • Timbulnya pendidikan karakter yang bermanfaat bagi peserta didik dalam memperbaiki budi pekertinya. Pendidikan karakter juga telah diterapkan pada semua program studi.
  • Salah satu hal yang menarik dari penerapan model pembelajaran K13 ini ialah sangat antusias terhadap fenomena yang terjadi dan dalam perubahan sosial.

Hal ini diawali dengan perubahan sosial yang timbul pada tingkat nasional, lokal dan global.

  • Adanya kegiatan yang mengharuskan peserta didik untuk remediasi yang dilakukan secara berkala.
  • Dalam model pembelajaran K13 ini bersifat kontekstual.
  • Dalam kegiatan belajar akan berpusat kepada peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran yang beragam.
  • Kegiatan ekstrakurikuler wajib, dapat menumbuhkan karakter dan prilaku peserta didik terutama dalam hal kerja sama, kedisiplinan, cinta tanah air, saling menghargai, dan lain-lain.

2. Kekurangan

Kekurangan model pembelajaran K13 bagi pendidik :

  • Kegiatan penilaian peserta didik yang akan dikerjakan oleh pendidik akan menjadi lebih rumit. Sebab dalam penerapan model pembelajaran K13 ini pendidk harus melaksanakan 3 macam penilaian pada peserta didik.

Adapun tiga macam penilaian yang dilakukan pendidik ialah penilaian keterampilan, penilaian kognitif peserta didik dan penilaian berdasarkan sikap.

Dari macam penilaian tersebut, bisa dipaparkan lebih luas lagi. Contohnya penilaian aspek  sikap yang meliputi kesopanan, kejujuran, kedisiplinan, peduli lingkungan sekitar, penilaian diri, dan lain-lain.

Maka Penilaian yang banyak dan rumit yang dilakukan oleh pendidik tersebut dalam kegiatan peserta didik, kompetensi dasar, dan setiap mata pelajaran.

Dalam hal ini, banyak pendidik yang masih salah sebab berpendapat bahwa model pembelajaran K13 pendidik tidak harus melakukan penjelasan materi pada peserta didik.

Padahal sebenarnya terdapat banyak mata pelajaran atau bahkan semua mata pelajaran yang tetap memerlukan penjelasan dari pendidik.

Selain hal itu, sebagian besar pendidik belum siap dengan adanya model pembelajaran K13 ini, sebab K13 menuntut kreativitas dari pendidik.

Tapi pada keadaan sebenarnya, banyak pendidk yang memang tidak bisa dalam meningkatkan kreativitasnya sendiri.

Pada akhirnya memerlukan lebih banyak waktu sehingga dapat meningkatkan cara berpikir seorang pendidik, salah satunya dengan kegiatan pelatihan-pelatihan .

Selain kegiatan pelatihan, pendidik juga diharuskan mengubah pradigma dirinya sebagai pemberi materi serta dapat memotivasi peserta didik untuk lebih kreatif lagi.

Kekurangan model pembelajaran K13 bagi peserta didik, antara lain :

  • Beban yang diemban selama kegiatan belajar akan lebih berat, baik untuk pendidik nya maupun bagi peserta didik. Sehingga akan memerlukan waktu yang dua kali lebih lama.
  • Minimnya sarana dan prasarana yang ada di sekolah dan juga belum memadainya dalam penerapan model pembelajaran K13.
  • Ekstrakurikuler wajib yang menjadi beban bagi sebagian besar peserta didik apabila tidak menyukai kegiatan tersebut. Sehingga menjadi keterpaksaan bagi peserta didik.
  • Terlalu banyak topik materi yang harus dipelajari dan dikuasai oleh peserta didik yang nantinya akan menyebabkan ketidakmaksimalan dalam penyampaian materi.
  • Terbatasnya kegiatan penguasaan informasi dan teknologi dalam kegiatan pembelajaran.

Kesimpulan

Setelah menjelaskan apa saja yang terkait alat pendukung dalam kegiatan belajar mengajar seperti model pembelajaran, pendekatan pembelajaran dan metode pembelajaran yang digunakan untuk K13.

Kini waktunya pendidik menentukan model pembelajaran apa yang harus dipakai agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan maksimal.

Untuk itu, pendidk harus dapat menganalisis terlebih dahulu serta berpikir kritis dalam memilih model pembelajaran.

Maka diharapkan pendidik mempunyai kreativitas pada dirinya.

K13 telah menetapkan model pembelajaran yang dianggap pas dengan berkembangnya dalam dunia pendidikan.

Ada tiga model pembelajaran yang telah dikembangkan oleh K13 diantaranya adalah model pembelajaran discovery learning, model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran berbasis masalah.

Namun dalam penerapan model-model pembelajaran tersebut tentunya terdapat kelebihan dan kekurangan.

Tetapi pendidik tidak perlu terlalu  mempermaslahkan kekurangan yang ada dalam setiap penerapan model pembelajaran .

Yang banyak ditanyakan

Ada berapa macam model pembelajaran dalam Model Pembelajaran K13?

Terdapat 9 macam model pembelajaran lain yang ada di Model Pembelajaran k13

Apa kelemahan dari Model Pembelajaran k13?

Model Pembelajaran k13 banyak menggunakan metode interaktif yang dapat lebih efektif apabila terdapata sarana dan prasarana yang mendukung, namun yang terjadi di lapangan adalah minimnya sarana dan prasarana yang ada di sekolah dan juga belum memadainya dalam penerapan model pembelajaran K13

Penutup

Demikian artikel terkait model pembelajaran K13 yang diharapkan akan bermanfaat bagi para pembacanya.

Dan untuk para pendidik, ada hal penting yang harus dimiliki seperti menerapkan, memahami, dan pengembangan pada model pembelajaran agar menjadi lebih efektif.


Kalau ada sesuatu yang ingin ditanya, silakan tinggalkan komentar atau hubungi melalui Halaman Kontak yang tersedia